Showing posts sorted by relevance for query metode penilaian investasi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query metode penilaian investasi. Sort by date Show all posts
Metode Penilaian Investasi

Metode Penilaian Investasi

Metode Penilaian Investasi

Layak atau tidaknya sebuah keputusan investasi dilakukan bisa dianalisis dengan berbagai kriteria. Penilaian investasi yang "layak" bisa diberikan dengan membandingkan dengan kecenderungan rata-rata industri sejenis.

Ditinjau dari sudut pandang keuangan, ada beberapa metode penilaian investasi yang bisa dipakai untuk menentukan apakah suatu investasi layak atau tidak layak dilakukan sebuah perusahaan.

Masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kelemahan. Metode yang dipakai tergangung dari kebutuhan tiap-tiap perusahaan. Metode yang mana yang cocok untuk digunakan oleh perusahaan.

Dalam mengukur sebuah investasi sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu metode saja, menggunakan beberapa metode sekaligus lebih baik. Semakin banyak metode yang dipakai, maka akan semakin banyak gambaran yang lebih lengkap. Informasi yang didapat lebih banyak. Sehingga keputusan investasi bisa lebih tertarget dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Beberapa metode yang umum dipakai perusahaan adalah sebagai berikut :
  1. Metode Net Present Value (NPV)
  2. Metoe Payback Period (PP)
  3. Metode Profotability Index (PI)
  4. Metode Average Rate of Return (ARR)
  5. Metode Internal Rate of Return (IRR)

1. Metode Net Present Value (NPV)

Metode penilaian investasi net present value (NPV) adalah selisih antara nilai sekarang dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan uang kas bersih dimasa mendatang.

Dalam perhitungan net present value diperlukan data-data mengenai perkiaraan biaya operasi dan pemeliharaan, biaya investasi dan prakiraan keuntungan dari investasi yang sedang direncanakan.

Keputusan dengan mengguanakan analisa NPV ini ada dua kemungkinan.
  • Apabila selisih antara nilai sekarang dari arus kas lebih besar yang berarti nilai NPV positif. Maka investasi tersebut layak untuk dijalankan.
  • Apabila selisih antara nilai sekarang dari arus kas lebih kecil yang berarti nilai NPV negatif. Maka investasi tersebut tidak layak untuk dijalankan.
Kelebihan Analisa Metode Net Present Value.
  1. Nilai waktu dari uang turut diperhitungkan
  2. Nilai sisa proyek/investasi turut diperhitungkan
  3. Arus kas selama masa investasi proyek turut diperhitungkan
Kekurangan Analisa Metode Net Present Value
  1. Apabila proyek mempunyai nilai investasi yang beda, dan jangka waktu yang juga berbeda. Maka nilai NPV yang lebih tinggi belum tentu menunjukkan investasi tersebut lebih baik
  2. Manajer keuangan harus bisa menghitung tingkat biaya modal selama masa investasi
  3. Kelayakan investasi tidak hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya arus kas. Faktor usia lamanya investasi juga bisa mempengaruhi.

2. Metode Payback Period (PP)

Analisa metode penilaian investasi payback period adalah sebuah metode untuk mengetahui kapan waktu kembalinya dana investasi yang telah dikeluarkan. Payback period mengukur lamanya dana investasi yang dikeluarkan perusahaan akan kembali seluruhnya seperti awal mula.

Dengan analisa metode payback period akan diketahui berapa lama sebuah investasi bisa dikembalikan ketika terjadi kondisi BEP (break even point) atau titik impas.

Perhitungan metode ini diakukan dengan menghitung periode waktu yang dibutuhkan ketika jumlah arus kas yang masuk sama dengan jumlah arus kas yang keluar.

Secara umum, apabila hasil payback periode menunjukkan periode pengembalian yang lebih cepat. Maka investasi tersebut layak untuk dijalankan. Begitu juga sebaliknya, apabila payback period menunjukkan periode pengembalian yang lebih lama. Maka investasi tersebut tidak layak untuk dijalankan.

Apabila ada lebih dari satu jenis investasi yang ditawarkan, periode pengembalian yang paling singkat yang seharusnya dipilih.

Analisa metode payback period hanya disarankan untuk memperoleh tambahan informasi mengenai kecepatan waktu pengembalian dana yang akan diiinvestasikan. Seperti perusahaan teknologi contohnya handphone yang setiap bulan bahkan muncul produk baru yang membuat produk sebelumnya menjadi usang. Padahal masih baru.

+ Kelebihan Payback Period
  1. Payback period memberi informasi tentang kapan lamanya dana investasi akan kembali.
  2. Payback period memberi informasi tentang jangka waktu break even poin
  3. Payback period bisa menjadi alat pertimbangan sebuah resiko. Semakin pendek payback period, semakin kecil resiko kerugian. Begitu juga sebaliknya.
  4. Payback period bisa membandingkan dua jenis investasi yang mempunyai return dan resiko yang sama dengan hanya melihat lamanya tempo pengembalian atas investasi. Payback period yang lebih pendek itulah yang disarankan untuk dipilih.
  5. Dampak investasi yang berhubungan dengan masalah likuiditas perusahaan bisa diminialisir.
- Kekurangan Payback Period
  1. Payback period mengabaikan proceeds atau penerimaan investasi yang diperoleh setelah masa payback period tercapai.
  2. Payback period tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang (value of money)
  3. Payback period tidak memiliki informasi tentang tambahan value yang bisa diterima perusahaan.
  4. Payback period hanya mengukur rentang waktu kembalinya dana investasi. Tidak menganalisa keuntungan investasi/proyek pembangunan yang sudah direncanakan.

3. Metode Profitability Index (PI)

Analisa metode penilaian investasi profitability index (PI) membandingkan antara nilai arus kas dimasa mendatang dengan nilai pengeluaran investasi yang sekarang.

Profitability index dikenal juga dengan nama profit investment ratio (rasio laba investasi) dan value investment ratio (rasio investasi nilai).

Apabila profitability Index hasilnya lebih besar dari 1, Investasi tersebut layak untuk diambil. Semakin besar angkanya, maka investasi tersebut semakin layak.

Kelebihan Profitability Index
  1. Profitability index memberikan informasi persentase arus kas dimasa mendatang dengan aliran kas awal (cash initial)
  2. Profitability index memperhitungkan biaya modal (cost of capital)
  3. Profitability index memperhitungkan semua arus kas
  4. Profitability index memperhatikan nilai waktu dari uang (time value of money)
Kekurangan Profitability Index
  1. Profitability index tidak menginformasikan tentang return suatu proyek investasi
  2. Profitability index tidak memiliki infomasi tentang resiko investasi
  3. Tidak menginformasikan apakah sebuah investasi memberikan keuntungan bagi perusahaan
  4. Untuk menghitung profitability index dibutuhkan biaya modal 

4. Metode Average Rate of Return (ARR)

Metode penilaian investasi average rate of return ini menilai seberapa besar keuntungan dari sebuah investasi. Keuntungan yang dimaksud adalah laba bersih setelah pajak yang dibandingkan dengan nilai rata-rata dari investasi.

Jadi ARR diukur dari laba perusahaan. Bukan arus kas investasi perusahaan.

Apabila hasil perhitungan angka ARR lebih besar daripada tingkat return yang diisyaratkan. Maka investasi ini layak untuk lakukan. Namun apabila yang terjadi sebaliknya, maka investasi tersebut tidak layak untuk dijalankan.

Kelebihan Average Rate of Return
  1. Metode ARR menggunakan data-data akuntansi yang telah tersedia. Tidak diperlukan tambahan perhitungan
  2. Sebagai alat ukur bahwa investasi baru tidak berpengaruh negatif terhadap laba perusahaan.
  3. Mudah dimengerti. Sangat sederhana. Cukup dengan melihat laporan laba rugi perusahaan.
Kekurangan Average Rate of Return
  1. Metode ARR mengabaikan nilai waktu dari uang (time value of money)
  2. Pendekatan yang digunakan jangka pendek. Angka-angka yang digunakan saat ini bisa menyesatkan diwaktu yang akan datang
  3. Terlalu memfokuskan pada nominal laba akuntansi. Mengabaikan aliran arus kas dari investasi yang dijalankan.
  4. Jangka waktu investasi tidak diperhitungkan.

5. Metode Internal Rate of Return (IRR)

Analisa metode penilaian Internal Rate of Return (IRR) adalah metode analisa investasi dengan menghitung tingkat suku bunga yang menyamakan present value (nilai sekarang) investasi saat ini dengan present value dari penerimaan arus kas dimasa yang akan datang.

Metode IRR ini mungkin metode yang paling sering dilakukan. Mungkin karena mudah digunakan dan banyak yang beranggapan dan percaya bahwa perhitungan IRR adalah hitungan yang menunjukkan tingkat return yang sebenarnya.

Kelebihan Internal Rate of Return
  1. Metode IRR tidak mengabaikan nilai waktu dari uang
  2. Dasar perhitungan menggunakan aliran arus kas.
  3. Tidak berefek pada aliran arus kas selama periode investasi
  4. Hasil perhitungan dalam bentuk prosentase. Pengambilan keputusan investasi bisa membuat prakiraan apabila discount rate tidak diketahui.
  5. Metode IRR lebih mengutamakan cash initial atau kas awal daripada arus kas belakangan
Kekurangan Internal Rate of Return
  1. Membutuhkan perhitungan biaya modal yang menjadi batas terbawah dari nilai yang kemungkinan bisa dicapai
  2. Perhitungan IRR lebih rumit dibandingan metode yang lain. Harus trial and error apabila tidak menggunakan software.
  3. Tidak dapat membedakan antara proyek/investasi yang memiliki perbedaan dalam ukuran dan keadaan investasi. 
  4. Dalam perhitungan bisa menghasilkan hasil IRR ganda atau bahkan tidak menghasilkan nilai IRR sama sekali.

Keputusan Investasi

Keputusan Investasi

Pengertian keputusan investasi adalah kebijakan manajemen dalam menggunakan dana perusahaan yang ada pada sebuah aset yang diharapkan akan memberikan keuntungan dimasa yang akan datang.

Proses pengambilan keputusan investasi modal umumnya juga sering disebut dengan Capital Budgeting. Capital budgeting merupakan proses perencanaan serta pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengeluaran dana yang return atau masa kembalinya dalam waktu yang relatif panjang. Lebih dari satu tahun buku.
Menurut Sutrisno [2007:121-122], sebuah perencanaan kebijakan investasi mempertimbangkan hal-hal seperti ini:
  • Dana perusahaan yang dikeluarkan akan terikat dalam jangka waktu yang panjang. Perusahaan harus menunggu dalam tempo yang panjang untuk mendapatkan dana tersebut kembali beserta return yang diinginkan.
  • Dana perusahaan yang dikeluarkan dalam investasi nominalnya sangat besar.
  • Keputusan investasi perusahaan mengharapkan keuntungan pada masa yang akan datang. Kesalahan perhitungan bisa menyebabkan kerugian bagi perusahaan.
  • Keputusan investasi akan berdampak jangka panjang bagi perusahaan. Kesalahan pengambilan keputusan akan berakibat buruk dalam jangka panjang. Tidak bisa diperbaiki tanpa munculnya kerugian yang sangat besar.
Keputusan investasi yang seperti apa yang harus dijalankan ?

Kebijakan Investasi yang diambil adalah investasi yang paling menguntungkan. Return yang didapat paling tinggi. Biaya yang paling murah. Waktu pengembalian yang paling cepat dan resiko yang seminimal mungkin.

Untuk memperoleh return investasi yang paling menguntungkan, ada beberapa informasi dan hal-hal yang diperlukan dalam mengambil keputusan investasi perusahaan:
  1. Alternatif pilihan investasi
  2. Estimasi Arus kas (cashflow)
  3. Penilaian Investasi
  4. Penilaian kembali investasi yang diputuskan

1. Alternatif Pilihan Investasi

Jenis investasi yang bisa memberikan opsi alternatif dalam keputusan investasi ada beberapa macam, diantaranya :
  1. Penggantian Aktiva (replacement)
  2. Perluasan (expansion)
  3. Investasi yang tidak dapat diukur (non measurable profit investment)
  4. Investasi yang tidak menghasilkan laba

# Investasi Penggantian Aktiva (Replacement Investment)

Penggantian aktiva tetap perusahaan adalah mengganti aktiva perusahaan yang lama dengan yang aktiva baru. Contohnnya mesin dan peralatan. Ada beberapa alasan mengapa perusahaan mengeluarkan investasi besar untuk mengganti aktivanya. 
  1. Aktiva yang lama sudah tidak sanggup memenuhi peningkatan kebutuhan produksi perusahaan.
  2. Aktiva yang lama dalam operasinya membutuhkan biaya yang tinggi. 
  3. Aktiva yang lama kondisinya sudah terlalu aus. Sering rusak sehingga aktiva tidak bisa beroperasi untuk sementara waktu karena perbaikan.
  4. Aktiva yang lama membutuhkan maintenance yang sering dengan biaya pemeliharaan yang tinggi.
  5. Kualitas atau output yang dihasilkan aktiva lama kurang bagus
  6. Kecepatan operasi aktiva lama tidak cukup cepat. Tidak mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan produksi.
Perkembangan teknologi yang menghadirkan aktiva sejenis yang lebih unggul dari aktiva perusahaan yang lama akan mendorong perusahaan untuk mengganti aktivanya.

Aktiva yang sejenis yang mampu berproduksi lebih banyak, lebih cepat, output lebih bagus dengan biaya operasional yang hemat dan biaya perawatan yang minim.

Penggantian aktiva bisa meningatkan kapasitas produksi perusahaan (baik kuantitas, kualitas) lebih efisien. Menekan biaya produksi sehingga laba perusahaan perusahaan akan meningkat.

# Investasi Perluasan (Expansion Investment)

Investasi perluasan adalah investasi yang bertujuan untuk menambah kapasitas produksi perusahaan jauh lebih besar daripada kapasitas sebelumnya. Pengeluaran investasi peluasan bisa berbentuk pembangunan pabrik baru, perluasan atau penambahan gudang, menambah jumlah mesin.

# Investasi yang tidak bisa diukur labanya (Non-measurable profit investment)

Sebenarnya investasi ini juga bertujuan utama mencari laba. Namun laba yang yang akan diperoleh oleh investasi ini sangat sulit untuk diukur dengan angka. Misalnya, pengeluaran biaya promosi yang masih untuk jangka panjang, investasi penelitian produk yang bisa memakan banyak biaya dalam waktu yang lama, pengembangan dan penambahan skil karyawan dengan mengadakan program pendidikan karyawan.

Output investasi yang dilakukan seperti contoh tersebut sulit untuk diukur secara angka-angka. Investasi yang berhasil tentu akan meningkatkan pendapatan perusahaan, berapa angka-angka yang bisa diukur oleh investasi tersebut. Hampir tidak bisa diukur.

# Investasi yang tidak menghasilkan laba (Non-profit Investment)

Setiap investasi yang dilakukan perusahaan sudah tentu karena ingin mendapatkan keuntungan. Lho kok ada investasi yang tidak menghasilkan laba ?

Investasi yang tidak menghasilkan keuntungan kadang harus dilakukan karena adanya paksaan, peraturan atau syarat kontrak yang disetujui perusahaan.

Contohnya, Investasi pengelolaan air limbah produksi. Pembangunan dan pengelolaan air limbah tentu membutuhkan investasi yang besar tanpa adanya return yang akan didapat tetap harus dilakukan karena adanya peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Tidak melaksanakan maka akan ada sanksi oleh otoritas terkait yang bisa mengancam keberlangsungan hidup perusahaan.

Umumnya, perusahaan memiliki beberapa usulan proyek investasi,, tidak hanya satu. Tapi karena adanya keterbatasan, perusahaan harus memilih salah satu atau beberapa diantaranya berdasarkan tingkat prioritas kebutuhan perusahaan.

Terdapat paling tidak 2 jenis penganggaran usulan proyek investasi modal, yaitu:
  1. Proyek Independen (independent project)
  2. Proyek Saling Ekslusif (mutual exclusive project)

# Proyek Independen (Independent Project)

Proyek independen adalah investasi modal yang tidak berkaitan dengan proyek perusahaan yang lain. Adanya proyek atau investasi ini tidak akan mempengaruhi proyek atau investasi perusahaan yang lainnya. 

Contohnya usulan proyek pembelian mesin boiler untuk produksi dan investasi pembangunan gedung kantor.

Kedua jenis investasi tersebut tidak saling terkait.

# Proyek Saling Ekslusif (Mutual Exclusive Project)

Proyek saling eklusif merupakan investasi perusahaan yang saling berkaitan dengan investasi atau proyek perusahaan yang lain. Investasi ini akan menghalangi atau mengganggu proyek perusahaan yang lainnya. 

Misalnya usulan investasi Container Crane otomatis perusahaan pelabuhan. Container crane otomatis akan berakibat dalam penggunaan container crane manual.

Penggunaan container crane otomatis akan mengakibatkan container crane manual tidak dijalankan. Kecuali perusahaan memperluas dermaga lagi dan fasilitas pendukungnya sehingga yang manual bisa beroperasi lagi di titik lokasi yang berbeda.

2. Estimasi Aliran Kas

Salah satu informasi yang paling dibutuhkan dalam pengambilan keputusan investasi adalah estimasi aliran kas (cashflow). Estimasi arus kas investasi harus memperhatikan hal hal seperti berikut :
  1. Estimasi beban, pendapatan dan pengeluaran modal
  2. Estimasi perkiraan penyesuaian arus kas dengan tingkat inflasi dan pajak.
Dan secara umum, ada 3 arus kas yang perlu diperhatikan :
  1. Initial Cashflow 
  2. Operatinal Cash flow
  3. Terminal Cash flow

# Initial Cashflow (Aliran Kas Permulaan)

Initial cashflow adalah pengeluaran kas yang dibutuhkan pertama kali ketika melakukan investasi. Misalnya ketika perusahaan memutuskan untuk investasi menambah mesin produksi, maka initial casflow yang dimaksud adalah harga perolehan pembelian mesin tersebut hingga mesin tersebut siap untuk dioperasionalkan. Mulai dari harga pembelian, biaya instalasi, biaya uji coba, pajak, balik nama dan yang lainnya.

# Operational Cashflow (Aliran Kas Operasional)

Operational cashflow adalah aliran kas keluar yang dibutuhkan selama investasi dijalankan. Estimasi arus kas operasional ini harus diestimasikan dengan tepat karena menyangkut perjalanan investasi yang bisa mempengaruhi hasil dari investasi.

Misalkan, ketika sebuah perusahaan telah menetapkan keputusan investasi untuk membeli mesin baru, harga mesin baru yang dibayarkan adalah Initial cashflow (aliran kas permulaan) dan ketika mesin tersebut dioperasikan, mesin tersebut membutuhkan biaya operasional, mulai dari biaya bahan bakar, biaya operator, biaya maintenance dan perawatan. Dan bahkan juga biaya perbaikan.

Biaya biaya tersebut tentu akan mengakibatkan adanya aliran kas keluar yang bisa mempengaruhi laba perusahaan. Biaya-biaya tersebut harus diestimasikan sedetail mungkin agar tidak terjadi kesalahan dalam pembuatan keputusan investasi.

# Terminal Cashflow (Aliran Kas Akhir Investasi)

Terminal cashflow adalah aliran kas yang akan diterima oleh perusahaan diakhir periode investasi. Bisa juga dikatakan sebagai nilai sisa investasi yang telah berakhir.

Katakanlah perusahaan menginvestasikan dalam bentuk mesin. Umur ekonomis mesin yang diestimasikan bisa beroperasi secara normal selama 20 tahun. Ketika telah berproduksi selama 20 tahun. Umumnya mesin tersebut masih ada nilainya. Masih ada harganya. Bahkan masih bisa berfungsi secara normal. Itulah terminal cashflow.

Bahkan tidak bisa berfungsi dan mesin hancur sekalipun masih bisa dijual "kiloan". Masih ada nilainya. Nilai aliran kas terakhir ini harus diestimasikan dengan detail, termasuk juga adanya pengaruh penyusutan mesin karena mungkin saja bisa berpengaruh pada keputusan investasi. Walau dalam kenyataannya nilai sering diabaikan.

3. Penilaian Investasi

Penilaian investasi bertujuan untuk menilai usulan keputusan investasi yang seperti apa yang layak dijalankan. Yang memberi keuntungan yang paling maksimal dengan resiko paling minim yang bisa diperoleh perusashaan. 

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi penilaian keputusan investasi. Seperti estimasi jumlah investasi, estimasi waktu pengembalian investasi, estimasi arus kas, risiko investasi dan bagaimana dampak investasi tersebut terhadap laba bersih perusahaan.

Ada terdapat 2 kategori metode penilaian investasi yang umum digunakan:
  1. Model Non-Diskonto
  2. Model Diskonto

A. Model Non-Diskonto

Model non-diskonto adalah metode penilaian yang tidak memperhatikan nilai waktu dari uang.

Metode non diskonto sendiri terdapat 2 pendekatan metode dalam perhitungannya:
  1. Payback period (PP)
  2. Tingkat pengembalian akuntansi (accounting rate of return/ARR)

# Payback Period

Analisa penilain investasi metode payback period merupakan metode untuk mengetahui jangka waktu pengembalian sebuah investasi. Seberapa cepat pengembalian dana investasi yang dikeluarkan akan kembali seperti awal seluruhnya.

Dengan analisa metode payback period juga bisa diketahui berapa cepat waktu investasi bisa dikembalikan saat titik impas atau BEP (break even point)

Lebih cepat waktu pengembalian investasi, maka risiko investasi semakin kecil dan investasi tersebut semakin layak untuk diambil atau dijalankan. Usulan investasi mana yang paling cepat pengembaliannya, itulah yang akan dipilih.

# Average Rate of Return /ARR 

Analisa metode penilaian investasi ARR menilai seberapa besar keuntungan atau laba perusahaan dibandingkan dengan rata-rata nilai dari investasi.

Metode ARR mengukur dari tingkat laba perusahaan. Bukan arus kas investasi.

Jika pada hasil perhitungan ARR lebih tinggi dari tingkat return yang diinginkan, maka investasi tersebut laya untuk diijalankan. Berlaku juga sebaliknya.

B. Model Diskonto

Model diskonto adalah metode penilaian yang secara tidak langsung memperhatikan nilai waktu dari uang dan melibatkan konsep diskonto arus kas investasi.

Metode diskonto memiliki 2 pendekatan metode dalam perhitungannya:
  1. Net present value
  2. Internal rate of return

# Net Present Value (NPV)

Metode penilaian net present value (NPV) menghitung selisih antara nilai sekarang dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan kas return dimasa yang akan datang.

Metode NPV memerlukan data tentang perkiraan biaya operasiona, pemeliharaan, biaya investasi dan estimasi keuntungan return dari investasi yang direncanakan.

# Internal Rate of Returrn (IRR)

Metode internal rate of return (IRR) menghitung tingkat suku bynga yang menyamakan nilai sekarang dari investasi dengan nilai sekarang adri penerimaan arus kas dimasa yang akan datang.

Untuk lebih jelas dan spesifik, bisa dibaca di : Metode Penilaian Investasi

4. Penilaian Kembali Keputusan Investasi (Pasca Audit)

Penilaian kembali keputusan investasi (pasca audit) merupakan langkah lanjutan setelah usulan keputusan investasi dipilih dan dijalankan. Pasca audit bertujuan untuk mengetahui kinerja dari sebuah investasi yang dijalankan. Sesuai dengan apa yang diinginkan atau tidak. Mengevaluasi investasi dan bila perlu mengusulkan adanya tindakan perbaikan. Atau bahkan menghentikan proyek.

Pasca audit juga bisa menjadi indikator apakah informasi dan data-data yang digunakan untuk bahan pertimbangan dalam membuat keputusan investasi cukup akurat atau tidak.

Dan pasca audit bisa memberikan feedback kepada manajer untuk memperbaiki pengambilan keputusan investasi dimasa yang akan datang.

Teori Portofolio dan Analisis Investasi

Teori Portofolio dan Analisis Investasi

Apa itu Teori Portofolio?

Teori Portofolio dan Analisis Investasi - 'Don't put all your eaggs in one basket' Jangan letakkan telurmu didalam satu keranjang. Letakanlah dibeberapa keranjang. Mengapa ?

Telur yang diletakkan dalam satu keranjang, apabila keranjangnya jatuh, maka semua telur yang anda miliki akan pecah. Tidak tersisa. Namun apabila telur diletakkan kebeberapa keranjang, ketika kerajang satu jatuh, masih ada keranjang lain yang tidak jatuh. Masih ada telur yang anda miliki.

Harry M. Makowitz [1927] lah orangnya yang mengenalkan istilah tersebut. Dan jangan salah sangka, Harry M. Makwitz bukanlah pedagang telur. Dia seorang ahli ekonomi dan bahkan sempat meraih nobel ekonomi. Makowitz menggunakan Istilah telur untuk menggambarkan TEORI PORTOFOLIO. Portofolio Investasi.

anaisis investasi
Harry M. Markowitz (courtesy of ucsdnews.ucsd.edu)

Pengertian portofolio adalah sekumpulan atau kombinasi dua atau lebih jenis investasi dengan tingkat risiko dan keuntungan yang berbeda beda dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan risiko yang minim.

Kita tahu bahwa tujuan melakukan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan risiko yang seminimal mungkin. Agar risiko investasinya tidak tinggi, diversifikasi investasi dari teori portofolio adalah salah satu caranya.

Teori portofolio menyarankan untuk berinvestasi tidak hanya pada satu jenis investasi saja. Namun beberapa jenis investasi. Baik yang sejenis ataupun tidak sejenis.

Tujuannya tentu untuk mengurangi risiko. Apabila satu investasi mengalami kerugian, maka akan ada inevstasi yang lain yang bisa menutupinya. Namun jika keputusan investasi hanya pada satu jenis investasi saja, jika investasi tersebut merugikan, maka habis sudah. Tidak ada yang tersisa, tidak ada yang bisa membackup menutupi kerugiannya.

Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih dan dikombinasikan. Ada investasi dalam bentuk aktiva (aset) seperti membangun pabrik, ekspansi usaha, membeli properti dan lain lain. Ada pula investasi yang berbentuk aset finansial seperti deposito, sekuritas yang bisa obligasi dan saham atau produk derivatif.

Khusus untuk portofolio aset sekuritas ada jasa manajemen investasi yang mengelola portofolio sekuritas secara kolektif dalam sekelompok investor (nasabah). Dan ada yang disebut dengan reksadana.

Portofolio paling tidak ada dua jenis investasi yang bisa dipilih investor. Untuk menyusun portofolio, investor bisa melakukan diversifikasi investasi (memilih beberapa jenis investasi) untuk mengurangi risiko.

Risiko yang bisa tekan dari portofolio adalah risiko non sistematis. Risiko investasi terdiri dari dua macam, Risiko sistematis dan risiko non sistematis.

Risiko sistematis (systematic risk) adalah risiko yang umumnya berasal dari luar perusahaan, bersifat makro. Berdampak pada semua perusahaan yang ada dipasar. Risiko ini cenderung lebih sulit untuk dihindari.

Contohnya risiko pasar, risiko finansial, risiko politik, risiko bunga dan risiko nilai tukar yang fluktuatif. Perubahan perubahan yang terjadi dipolitik misalnya, bisa mempengaruhi performa sebuah perusahaan. Dan itu tidak bisa dikendalikan oleh perusahaan.

Risiko non sistematis (unsystematic risk) risiko yang diakibatkan oleh perubahan yang terjadi pada mikro perusahaan tertentu. Hanya mempengaruhi perusahaan tersebut, tidak semua perusahaan bisa terdampak. Risiko non sistematis bisa diusahakan ditekan dengan portofolio.

Jadi portofolio hanya mengurangi risiko, bukan menghilangkan risiko. Risiko tetap ada, namun bisa ditekan.

Semakin banyak jenis investasi yang dipilih, semakin kecil risiko investasi yang mengancam. Tapi yang perlu diingat, banyaknya portofolio yang berlebih juga bisa berdampak buruk. Portofolio yang gemuk atau berlebih akan menyebabkan biaya-biaya yang berlebih pula, maka keuntungan akan berkurang karena banyaknya biaya yang dikeluarkan. Maka ada batasan batasan dalam menyusun portofolio investasi.

Selain itu tentu ada batasan dana yang dimiliki dalam berinvestasi diberbagai jenis investasi. Jenis investasi mana yang harus dipilih ?

Berapa proporsi dana yang akan diinvestasikan pada masing masing instrumen investasi agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan risiko yang paling kecil?

Pembentukan Portofolio

Untuk melakukan diversifikasi investasi dalam bentuk portofolio, tidak bisa langsung menanamkan invstasi kebeberapa instrumen investasi yang berbeda beda.

Namun ada beberapa hal hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu agar instrumen investasi yang akan dijadikan portofolio menghasilkan return yang maksimal. Tidak merugikan. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan portofolio seperti:
  1. Modal (Capital)
  2. Tujuan (Objective)
  3. Waktu
  4. Profil Risiko

1. Modal (Capital)

Seberapa besar modal untuk investas yang dimiliki?

Besar kecilnya modal yang dimiliki berpengaruh terhadap portofolio investasi yang akan diambil. Semakin kecil modal maka semakin kecil pula kesempatan untuk melakukan diversifikasi investasi. Akan ada batasan batasan dalam pembentukan portofolio menyesuaikan dana yang ada.

2. Tujuan (Objective)

Apa tujuan melakukan investasi? Apa tujuannya membeli properti ? apa tujuannya membeli saham? apa tujuannya membeli obligasi? dan instrumen investasi yang lain. Tujuan yang berbeda akan menghasilkan portofolio yang berbeda pula

Tujuan yang ingin mendapatkan yield investasi tentu akan berbeda struktur portofolionya dengan yang bertujuan ingin mendapatkan capital gain.

3. Waktu

Waktu, seberapa cepat keuntungan investasi yang akan diperoleh juga turut diperhitungkan. Apakah investasi berorientasi jangka panjang atau jangka pendek.

4. Profil Risiko

Profil risiko berkaitan dengan karakter investor. Pemilihan portofolio biasanya menyesuaikan degan preferensi profil dari investor. Secara umum, setidaknya ada 3 jenis karakter investor dalam berinvestasi. Ada tipe investor konservatif, moderat dan agresif.

Investor konservatif umumnya akan memilih instrumen investasi yang secara fundamental kondisinya bagus. Cenderung main aman dengan menghidar dari risiko. Tidak terlalu menyukai kondisi yang fluktuatif. Tipe konservatif umumnya akan berinvestasi dalam instrumen investasi yang memiliki pengembalian jangka panjang.

Investor moderat adalah investor yang mempunyai toleransi terhadap risiko yang lebih tinggi asalkan keuntungan yang diperoleh sepadan dengan risikonya. Tipe moderat cenderung mengambil risiko investasi yang sedang.

Sedangkan investor tipe agresif lebih suka tantangan. Cenderung aktif berspekulasi tentang investasi yang berisiko tinggi.

Dengan mengetahui karakter investor, maka portofolio yang dibangun akan berorientasi pada kepentingan investor itu sendiri. Sesuai dengan yang dikehendaki.

Evaluasi Kinerja Portofolio | Analisis Investasi

Apapun jenis investasi yang dipilih, setidaknya harus dilakukan dengan hati-hati dan lakukan evaluasi terhadap kinerja portofolio yang dijalankan. Setidaknya mengevaluasi kinerja portofolio memiliki 3 manfaat seperti ini:
  1. Untuk menganalisa dan mengetahui apakah portofolio yang dimiliki telah sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak
  2. Untuk bisa mengetahui instrumen investasi mana dalam portofolio yang miliki kinerja baik atau tidak
  3. Merevisi investasi dalam portofolio yang kurang menguntungkan.
Hal yang paling utama untuk evaluasi kinerja portofolio adalah risiko dan return portofolio.
Mengevaluasi apakah keuntungan yang diperoleh dari portofolio sesuai dengan risiko yang ada ?

Apakah keuntungan portofolio melebihi portofolio lainnya yang dijadikan patokan (benchmark) ?

Melakukan perbandingan dengan portofolio lain yang lain sebagai patokan bisa dilakukan. Apakah portofolio yang dimiliki menghasilkan keuntungan yang paling lebih tinggi atau lebih rendah.

Karena portofolio yang dijalankan terdiri dari beberapa jenis investasi, ada yang bagus dan ada yang tidak bagus, evaluasi dan cari instrumen investasi yang memiliki kinerja yang kurang memuaskan.

Jika hasilnya ternyata tidak memuaskan, portofolio sebaiknya harus dirombak. Terlebih pada instrumen investasi yang "busuk" diantara investasi yang baik.

Dalam mengevaluasi kinerja portofolio, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, diantaranya:
  1. Tingkat risiko dan return
  2. Periode waktu
  3. Penggunaan benchmark (tolak ukur)
  4. Tujuan investasi

1. Tingkat Risiko dan Return 

Semakin tinggi risiko, maka semakin juga tingkat keuntungan investasi yang diharapkan. Dalam mengevaluasi portofolio, apakah keuntungan yang diperoleh cukup memadai untuk bisa menutup risiko yang harus ditanggung.

Jangan sampai terjadi high risk, low return. Mendapatan keuntungan yang sedikit dari risiko yang investasi yang tinggi. 

2. Periode Waktu

Perioe pengembalian return portofolio perlu diperhatikan. Misalkan dalam sebuah portofolio terdapat investasi saham A dan saham B. Sama sama menghasilkan return sebesar 10%. Saham A hanya memerukan waktu 5 tahun untuk menghasilkan keuntungan 10 % tersebut, Namun saham B perlu 7 tahun untuk return yang sama.

Saham B layak untuk dievaluasi, untuk dirombak bahkan dilepas digantikan dengan investasi yang lain.

3. Pengguanaan Benchmark

Ketika portofolio sudah dihitung risiko dan return-nya. Dan ketika hasilnya positif, misalkan portofolio secara umum menghasilkan return 10 %. Jangan berpuas dulu. Mengapa ?

Coba dibandingkan dulu dengan portofolio yang lain. Apakah return 10 % persen itu sudah besar? sudah normal? Belum tentu. Menentukan besar kecilnya harus ada tolok ukurnya. Harus ada benchamrknya yang dijadikan patokan. Benchmarknya yaitu portofolio yang lain. 

Jika rata rata portofolio yang lain bisa menghasilkan return portofolio hingga 15 %. Maka portofolio yang hanya menghasilkan return % 10 persen tersebut perlu dievaluasi lagi. Perlu dirombak lagi. Investasi mana yang harus ditinggalkan dan investasi yang mana yang harus dipertahankan dalam portofolio.

4. Tujuan Investasi

Tujuan investai yang berbeda akan berpengaruh pada kinerja portofolio investasi yang dimiliki. Portofolio yang berorientasi pertumbuhan jangka panjang akan berbeda dengan yang berorientasi jangka pendek. Return portofolio yang kecil belum tentu buruk, tergantung pada tujuan investasi.

Misalnya, ketika dalam portofolio terdapat saham PT A. PT memutuskan untuk tidak membagikan dividen, laba yang ada akan dijadikan modal tambahan untuk ekspasi perusahaan. Ada kemungkinan saham PT A yang tidak membagikan dividen tersebut sahamnya dipasar modal akan semakin rendah. Bagi investor yang berorientasi return jangka pendek, itu bisa disebut dengan kerugian dan melepas saham PT A.

Namun bagi  investor yang tujuan investasinya berorientasi jangka panjang, belum tentu merugikan. Justru akan menguntungkan karena kedepannya perusahaan tersebut akan lebih berkembang dengan tidak membagikan dividen. Tidak melihat penurunan harga saham sebagai sesuatu yang buruk dimasa depan. 

Penilaian Kinerja Portofolio

Ada beberapa metode dalam menilai kinerja sebuah portofolio, antara lain:
  1. Indeks Sharpe | reward to variability ratio
  2. Indeks Treynor | reward to volatility ratio
  3. Indeks Jensen | Jensen's differential return
Pembahasan mengenai metode penilaian kinerja portofolio ini terlalu panjang dan teknis. Mungkin lain waktu saja penjelesannya.

1. Indeks Sharpe | Reward to Variability Ratio

Indeks sharpe ditemukan oleh William Sharpe. Indeks ini menggunakan benchmark yang berdasarkan pada capital market  line (garis pasar modal). Capital market line maksudnya adalah garis yang menunjukkan kemunginan kemungkinan kombinasi portofolio yang terdiri atas aktiva beresiko dan aktiva bebas risiko. 

Aktiva beresiko adalah aktiva dimana return pengembalian bersifat tidak pasti. Sedangkan aktiva bebas risiko adalah aktiva dimana return dimasa depan secara pasti bisa diketahui, contohnya surat utang negara.

Indeks sharpe ini mengevaluasi sebuah portofolio didasarkan pada tingkat return dan diversifiaksi portofolio

Caranya yaitu dengan membagi premi risiko sebuah portofolio dengan standar deviasnya. Semakin tinggi Indeks sharpe portofolio bila dibandingkan dengan portofolio yang lain maka semakin bagus kinerja portofolio tersebut.

2. Indeks Treynor | Reward to Volatility Ratio

Indeks Treynor dikemukakan oleh Jack Treynor. Indeks ini menggunakan security market line sebagai benchmarknya. Portofolio disini diasumsikan bahwa portofolio telah didiversifikasikan dengan sangat baik sehingga risiko yang dianggap mengancam adalah risiko sistematis.

Risiko tidak sistematis diabaikan dalam indeks treynor ini. Preferensi risiko personak tidak diperhitungkan. Treynor juga menyatakan ada beberapa komponen risiko yang diperhatikan, yaitu resiko yang ada pada pasar yang berfluktuatif dan sekuritas individual yang fluktuatif.

3. Indeks Jensen | Jensen's Differential Return

Indeks jensen ini memperlihatkan perebedaan expected return dengan aktual return jika portofolio berada pada garis pasar modal.

Pengukuran indeks jensen ini memerlukan tingkat return bebas risiko yang berbeda pada setiap interval waktu yang diperlukan karena masing masing return dan risiko portofolio akan bervariasi menyesuaikan periode waktunya.

Penutup

Di Indonesia perkembangan investasi begitu pesat bukan hanya semakin banyaknya investor yang bermain, meningkatnya jumlah dana yang diinvestasikan namun juga ditunjukkan dengan semakin meningkatnya opsi atau alternatif jenis instrumen investasi yang bisa dijadikan pilihan dalam berinvestasi.

Pengetahuan tentang teori portofolio menjadi wajib dimiliki dengan banyaknya jenis investasi yang akan diambil investor.

Diversifikasi mungkin adalah sifat dasar manusia. Insting manusia kebanyakan akan menempatkan harta yang dimiliki kedalam investasi dibeberapa tempat sekaligus.

Terkadang yang dicari bukan keuntungannya. Tapi hanya karena timbul "rasa nyaman"  apabila terjadi sesuatu yang buruk pada salah satu harta yang dimilikinya, harta yang lain tetap aman.

5 Peran Manajemen Keuangan dalam Perusahaan

5 Peran Manajemen Keuangan dalam Perusahaan

Peran manajemen keuangan didalam perusahaan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Pada awalnya, ketika ilmu manajemen mulai berkembang pada era kapitalisme pada abad ke-18, peran manajemen keuangan hanya sebatas pada hal-hal yang berkaitan dengan laba rugi perusahaan.

Peran manajemen keuangan kemudian mengalami perkembangan pesat pada abad ke 19. Manajemen keuangan mulai berperan untuk penerbitan surat berharga, menganalisa kebangkrutan, penyederhanaan organisasi, menyusun anggaran, melakukan pemeriksaan keuangan perusahaan (audit) dan mulai memperhatikan kondisi eksternal yang bisa mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Seperti kejadian krisis keuangan dan inflasi.

Peran manajer keuangan saat ini semakin kompleks, memperhatikan banyak hal yang berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan baik langsung maupun secara tidak langsung.

Perusahaan yang menghasilkan pendapatan penjualan yang tinggi belum tentu menghasilkan laba yang maksimal apabila peran manajemen keuagan perusahaan tidak maksimal.

Bahkan mungkin saja menyebabkan kerugian.

employeetimetrackingsoftware.co.uk
sumber gambar : employeetimetrackingsoftware.co.uk

Peran Manajemen Keuangan

Biasanya peran manajer keuangan dalam perusahaan berkaitan dengan tugas pokok manajemen keuangan, seperti:
  1. Peran mendapatkan dana
  2. Peran menggunakan dana
  3. Arus kas perusahaan
  4. Efisiensi pengeluaran
  5. Perencanaan pajak

1. Mendapatkan dana peruahaan | Raising of Fund

Kegiatan operasional maupun kegiatan investasi perusahaan pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Tanpa ada dana maka perusahaan tidak bisa beraktivitas.

Disinilah peranan manajemen keuangan dibutuhkan untuk menyiapkan segala kebutuhan pendanaan perusahaan.

Dana yang dibutuhkan bisa berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.

# Sumber Dana Internal

Contoh sumber dana internal adalah sisa laba periode sebelumnya atau yang lebih dikenal dengan LABA DITAHAN.

Laba ditahan adalah laba periode yang tidak dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Contoh sumber dana internal lainnya adalah hasil penjualan aktiva tetap perusahaan.

Sebenarnya aktiva tetap dimaksudkan untuk dipakai untuk menunjang operasi perusahaan dan tidak diperjual-belikan. Namun ada kalanya perusahaan harus menjual aktiva tetapnya untuk membantu pendanaan perusahaan.

Biasanya, aktiva tetap yang dijual adalah aktiva tetap yang sudah tidak produktif lagi atau sudah ada penggantinya.

# Sumber Dana Eksternal

Contoh dana yang berasal dari eksternal perusahaan adalah utang maupun tambahan modal.

Utang bisa utang jangka panjang dan utang jangka pendek.

Contohnya utang jangka pendek adalah utang usaha (utang kepada supplier/rekanan)

Dan contoh hutang jangka panjang adalah hipotik dan obligasi.

Sedangkan tambahan modal contohnya adalah penerbitan saham baru.

Mencari investor baru yang mau menanamkan modalnya pada perusahaan.

Dalam hal ini, peran manajemen keuangan harus bisa menghubungkan perusahaan dengan pasar modal, tempat dimana perusahaan bisa mendapatkan modal dengan menerbitan saham baru atau obligasi.

Opsi pendanaan yang seperti apa yang harus diambil oleh manajer keuangan ?

Sebaiknya opsi yang dipilih adalah sumber dana yang memiliki biaya paling sedikit.

2. Menggunakan Dana | Allocation of Fund

Peran manajemen yag lain adalah bagaimana manajemen menggunakan dana perusahaan. Penggunaan dana perusahaan bisa berupa penggunaan untuk kegiatan operasional rutin perusahaan dan kegiatan investasi.

Menggunakan dana untuk kegiatan operasinal rutin perusahaan merupakan kegiatan yang dijalankan sehari-hari untuk memproduksi atau menghasilkan produk. Penggunaan dana ini tidak memerlukan dan menghabiskan dana yang masif.

Penggunaan dana untuk investasi perusahaan jauh lebih komplek. Peran manajemen keuangan dalam penggunaan ini sangat vital. Bahkan bisa mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Karena dana yang dikeluarkan untuk investasi sangat besar. Pengembalian investasi dalam waktu yang relatif lama. Bahkan manajemen keuangan tidak bisa bergerak sendiri dalam memutuskan investasi. Harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan.

Ada berbagai macam jenis dan alternatif investasi yang bisa dijalankan. Manajemen bisa menginvestasikan dana yang ada kedalam investasi keuangan atau investasi aktiva.

Jika memilih investasi keuangan, manajemen keuangan bisa membeli saham atau obligasi perusahaan yang lain. Return hasilnya bisa berupa capital gain ataupun yield.

Namun jika memilih untuk menginvestasikan kedalam aktiva, khususnya aktiva tetap ataupun investasi yang berhubungan dengan perusahaan, Perhitungannya jauh lebih rumit.

Penggunaan dana bisa untuk penggantian aktiva tetap, penambahan dan perluasan aktiva, ekspansi usaha, ekspansi pasar bahkan bisa investasi yang tidak kelihatan dan sulit diukur hasilnya seperti pembiayaan promosi produk yang  masif, riset dan penelitian mengenai produk baru yang membutuhkan banyak biaya.

Tentu semua keputusan investasi manajemen keuangan yang akan diambil melalui perhitungan yang detail. Penilaian investasi yang ada perhitungannya. Ada beberapa metode penilain investasi yang bisa digunakan manajemen keuangan. Yaitu metode diskonto dan metode non-disoknto.

Tingkat inflasi atau nilai waktu dari uang dan kondisi arus kas perusahaan pun tidak luput dari perhitungan.

Intinya, peran manajemen keuangan dalam menggunakan dana perusahaan adalah Memilih penggunaan dana yang akan menghasilkan keuntungan yang paling maksimal diantara opsi pilihan yang ada. Memilih yang memberikan keuntungan paling cepat dengan risiko yang seminimal mungkin. Dan biaya yang serendah mungkin.

3. Arus Kas Perusahaan

Arus kas perusahaan adalah gambaran mengenai arus kas masuk (penerimaan kas) dan arus kas keluar (pengeluaran kas) perusahaan. Manajemen keuangan harus bisa mengelola arus kas perusahaan secara efektif.

Kegagalan dalam mengelola arus kas bisa menyebabkan perusahaan tidak sanggup membayar kewajiban yang dimiliki, kegiatan operasional bisa terganggu. Ujungnya kerugian yang bisa dialami perusahaan.

Bisa anda bayangkan, ketika perusahaan memiliki utang dan saatnya jatuh tempo, namun kas yang ada pada perusahaan tidak mencukup untuk membayar pokok dan bunganya, bahkan hanya sekedar mencicil. Perusahaan tentu akan mendapatkan denda. Tentu akan menambah biaya. Belum lagi apabila diajukan pailit ke pengadilan oleh para krediturnya. Bakal tambah susah lagi.

Atau ketika perusahaan membutuhkan bahan baku tambahan untuk melanjutkan produksi, namun kas untuk pembelian bahan baku tidak mencukupi. Perusahaan bisa berhenti beroperasi. Maka efeknya adalah kerugian waktu dan uang. Tidak bisa memenuhi permintaan konsumen.

Peran manajemen keuangan bisa mengatur arus kas masuk dan arus kas yang keluar. Kebijakan tentang penjualan kredit misalnya, yang menjadi piutang dan menjadi masalah untuk arus kas masuk. Manajemen bisa memberikan aturan yang bisa menguntukan perusahaan sekaligus tidak memberatkan konsumen.

Atau manajer keuangan bisa bernegosiasi dengan para kreditur dalam menunda pembayaran dan  jatuh tempo utang perusahaan.

4. Efisiensi Pengeluaran

Peran manajemen keuangan salah satunya adalah memastikan pengeluaran-pengeluaran dari kegiatan perusahaan bisa ditekan serendah mungkin. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan pengeluaran tanpa harus mengganggu kinerja dari perusahaan itu sendiri.

Membeli bahan baku dalam skala besar sehingga mendapatkan harga yang lebih murah, mengurangi karyawan yang tidak diperlukan yang tugasnya masih bisa dihandel oleh yang lain, penggunaan energi secara cermat adalah beberapa contoh penghematan yang bisa dilakuka manajemen keuangan.

Apabila pengeluaran tidak diawasi dengan serius, biaya-biaya yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan akan membesar dan seberapa besarpun pendapatan yang diperoleh, laba yang dihasilkan akan tidak maksimal karena adanya inefisiensi.

5. Perencanaan Pajak

Peran manajemen keuangan dalam perencanaan pajak perusahaan ini memastikan perusahaan memiki kas yang mencukupi untuk melunasi estimasi pajak yang jatuh tempo.

Peran manajemen keuangan juga meliputi pemilihan metode-metode pencatatan akuntansi yang bisa mempengaruhi besar kecilnya pajak yang harus dibayarkan. Dengan pendapatan yang sama, namun menggunakan metode yang beda, pembayaran pajak bisa ditekan.

Metode pencatatan yang digunakan untuk menurunkan pajak adalah metode yang sah secara hukum, tidak melanggar peraturan perpajakan. Bahwa ada celah hukum yang masih bisa dimanfaatkan menggunakan sistem pencatatan akuntansi.

Kegagalan dalam perencanaan pajak bisa mengakibatkan pajak yang harus dibayar menjadi berlebih. Laba perusahaan pun akan tergerus.

Demikianlah peran manajemen keuangan, artikeli ini tentu tidak lengkap, apabila ada kesalahan, atau informasi yang kurang tepat mohon tinggalkan pesan dikolom komentar.

8 Teori Manajemen Keuangan

8 Teori Manajemen Keuangan

Teori manajemen keuangan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Mulai dari tahun 1900 hingga saat ini teori teori yang berhubungan dengan manajemen keuangan terus disempurnakan. Ada beberapa teori keuangan yang telah dikenal umum dikalangan praktisi, seperti:
  1. Teori pasar modal efisien (efficient capital market theory)
  2. Teori keagenan (agency theory)
  3. Teori struktur modal (capital structure theory)
  4. Teori dividen (dividend theory)
  5. Teori diskonto aliran kas (discounted casflow theory)
  6. Teori asimetri informasi (asymetric information theory)
  7. Teori portofolio (portofolio theory)
  8. Teori opsi (option theory)
teori keuagan
sumber gambar : freepngimg.com

Teori Pasar Modal Efisien (Efficient Capital Market Theory)

Sesuai namanya, salah satu teori keuangan ini berasumsi bahwa pasar modal efisien. Efisien dalam hal informasi. Maksudnya adalah semua harga sekuritas (saham atau obligasi) yang terdaftar di pasar modal mencerminkan menunjukkan informasi relevan yang dapat mempengaruhi harga sekuritas tersebut.

Ada asumsi asumsi lain dalam teori pasar modal efisien yang mengacu pada hipotesis pasar efisien ini, seperti :
  1. Asumsi tidak adanya pajak
  2. Asumsi tidak ada biaya transaksi, dan biaya biaya penghalang lainnya.
  3. Pasar modal bersifat persaingan sempurna
  4. Manajemen atau investor diasumsikan memiliki akses dan informasi yang sama
  5. Tidak ada biaya yang berhubungan dengan kesulitan keuangan (financial distress)
  6. Terdapat investasi yang bebas risiko dan ivestor bisa meminjam atau memberi pinjaman dengan tingkat bunga yang bebas risiko.
  7. Investor memiliki tingkat return ekspektasi yang sama
  8. Investor tidak bisa mempengaruhi harga saham. Walaupun menjual atau membeli saham dalam jumlah yang masif.
  9. Investor hanya bertindak karena pertimbangan ekspektasi pengembalian.
  10. Investor berpikir rasional. Menghindari risiko.
Seperti yang dikemukakan tadi, yang dimaksud efisien pada teori ini adalah efisien secara informasi, bukan efisien operasional. Untuk mendapatkan kondis efisien secara informasi, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, seperti:
  1. Infrormasi yang diperoleh harus tanpa biaya dan harus tersedia bagi semua yang berhubungan dengan pasar modal dan pada saat yang bersamaan. Maksudnya semua pelaku pasar modal menerima informasi secara merata dalam waktu yang sama. Tidak ada yang menerima informasi tersebut lebih lambat atau lebih cepat dari yang lainnya.
  2. Investor secara individu tidak mampu dan tidak bisa mempengaruhi harga sekuritas.
  3. Pelaku pasar seluruhnya bertindak rasional. Semua pelaku pasar menginginkan hasil yang maksimal
  4. Tidak ada biaya pajak, biaya transaksi dan biaya biaya yang menghambat lainnya.
Tentu syarat syarat tersebut sangat sulit untuk dipenuhi, itulah kelemahan dari teori pasar modal efisien. karena nyatanya, informasi mengandung biaya dalam memperolehnya, investor bisa mempengaruhi harga saham,tidak semua pelaku pasar modal bertindak rasional dan sudah barang tentu adanya biaya transaksi dan pajak yang harus dibayarkan.

Teori Keagenan (Agent Theory)

Pada industri usaha kecil, pemilik usaha umumnya mengurus sendiri usahanya. Segala urusan operasional maupun nonteknis lainnya diurusi dan dihandel oleh pemilik sendiri. Namun pada perusahaan yang berskala besar, tentu hal tersebut sulit dilakukan.

Perusahaan berskala besar memiliki ribuan aktivitas yang tidak mungkin bisa dihandel sendiri oleh pemilik perusahaan. Untuk itulah pemilik perusahaan kemudian mengutus seorang yang ahli untuk mengelola segala urusan perusahaan. Dialah MANAJEMEN.

Manajemen adalah orang yang diutus pemilik perusahaan untuk mengelola perusahaan tersebut untuk bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal. Dengan kata lain, manajemen adalah AGEN dari pemilik perusahaan (pemegang saham). Pemegang saham bisa disebut prinsipal.

Dalam perjalanannya, tidak jarang manajer perusahaan bertindak tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemilik perusashaan. Manajemen bisa memiliki tujuan dan cara yang tidak sama dengan apa yang diinginkan oleh pemilik perusahaan. Sehingga bisa memicu konflik diantara keduanya. Konflik yang terjadi biasanya disebut dengan agency problem. Agency problem bahkan bukan hanya berhubungan dengan manajemen dan pemegang saham, namun bisa melibatkan kreditur perusahaan. Kompleks.

Untuk meminimalkan konflik kepentingan antara agen (manajemen) dan prinsipal (pemegang saham), menurut teori keagenan bisa dilakukan dengan cara mensejajarkan antara kepentingan prinsipal dengan kepentingan agen.

Dalam perjalanannya, prinsipal harus mengawasi agen, dan pengawasan ini memerlukan biaya yang dikenal dengan agency cost.

Menurut Bathala [1994], ada beberapa cara untuk meminimalkan konflik kepentingan antara agen dan prinsipal, diantaranya:
  1. Manajemen diberikan saham, jadi manajemen adalah agen sekaligus pemegang saham (insider ownership).
  2. Rasio dividen terhadap laba bersih setelah pajak ditingkatkan
  3. Sumber pendanaan dari utang ditingkatkan. Ini supaya ada pihak ketiga (kreditur) yang juga akan mengawasi perusahaan.
  4. Meningkatkan kepemilikan saham oleh sebuah institusi.

Teori Struktur Modal (Capital Structure Theory)

Teori struktur modal diperkenalkan oleh Merton Miller (MM) dan Francisco Modigliani ditahun 1958. Teori keuangan struktur modal adalah hal yang berhubungan dengan keseimbangan antara modal dan utang perusahaan (utang jangka panjang).

Teori ini menjelaskan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dimasa yang akan datang. Dengan asumsi tidak ada pajak. 

Nantinya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba akan berpengaruh pada besar kecilnya dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Apabila kemampuan menghasilkan laba tinggi, harga saham akan mengalami kenaikan.

Jadi menurut teori struktur modal ini, strukture modal tidak relevan apabila dihubungankan dengan naik turunnya harga saham perusahaan.

Seiring berjalannya waktu, toeri ini kemudian dikembangkan dengan tidak lagi mengabaikan faktor pajak. Dengan adanya pajak, maka harga saham atau nilai perusahaan bisa dipengaruhi oleh struktur modal perusahaan.

Semakin tinggi utang perusahaan maka semakin tinggi harga saham perusahaan. Mengapa ?
Setiap utang akan mengandung bunga. Bunga utang yang dibayarkan bisa mengurangi pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Adanya penghematan pajak ini adalah keuntungan bagi pemegang saham.

Teori Dividen (Dividend Theory)

Teori keuangan dividen yang diperkenalkan oleh Modigiani dan Miller (MM) yang juga dikenal dengan nama teori dividen tidak relevan menyatakan bahwa pembagian dividen kepada pemegang saham tidak ada pengaruhnya terhadap harga saham atau nilai perusahaan.

Nilai perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengelola aktiva hingga menghasilkan laba bersih. Bukan ditentukan oleh kebijakan pembagian dividen. Besar kecilnya dividen yang dibayarkan tidak relevan bila dihubungkan dengan nilai perusahaan.

Dengan adanya pembayaran dividen, laba ditahan akan menjadi berkurang. Kebutuhan dana perusahaan tidak lagi bisa dipenuhi oleh laba ditahan. 

Alternatifnya, menurut teori ini, perusahaan bisa menerbitkan saham baru untuk memenuhi kebutuhan dana. Tentu persentase kepemilikan saham bisa berubah dan akan menurunkan nilai perusahaan. Maka pembayaran dividen menurut MM hanya akan memindahkan atau membagi risiko dari pemegang saham yang lama kepada pemegang saham yang baru. 

Teori Diskonto Aliran Kas (Cashflow Discounted Theory)

Teori keuangan ini berangkat dari konsep nilai waktu uang (time value of money). Teori Diskonto aliran kas ini ingin menunjukkan apakan sebuah investasi menguntungkan atau tidak bila dikaitkan dengan nilai waktu uang.

Aliran kas perusahaan yang akan diperoleh dimasa mendatang bisa dinilai sekarang dengan menggunakan faktor diskonto.

Nilai uang setiap tahun akan menurun karena inflasi. Dulu uang Rp 1.000 sudah bisa membeli mie instan, namun sekarang sudah tidak bisa membeli mie instan lagi dengan merk yang sama. Itu hanya contoh kecil saja yang menggambarkan bahwa inflasi bisa terjadi setiap tahun dan nilai uang akan mengalami penurunan.

Misalkan anda memiliki uang 1 Miliar sekarang. Lalu anda memutuskan untuk diinvestasikan dan memperoleh pembayaran rutin setahun Rp 125 juta selama 10 tahun mendatang. Anda pasti tahu Rp 125 juta pertahun selama 10 tahun = 1,25 Miliar.

Jadi selama 10 tahun mendatang, uang anda sekarang Rp 1 M akan menjadi Rp 1,25 M

Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih tinggi nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada saat ini ?
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih rendah nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada saat ini ?
Apakah uang Rp 1,25 Miliar tersebut lebih sama nilainya dengan uang Rp 1 Miliar pada saat ini ?

Kita tidak bisa mengira-ngira, metode diskonto aliran kas bisa menjawabnya.

Untuk contoh perhitungannya akan saya tuliskan dilain kesempatan jika ada waktu, maaf.

Tingkat bunga merupakan salah satu contoh faktor diskonto. Proses menilai aliran kas dimasa mendatang disebut dengan pendisontoan aliran kas (cashflow discounted). Proses pendiskontoan aliran kas terdiri dari :
  1. Estimasi aliran kas dimasa depan
  2. Penilaian resiko aliran kas dimasa depan
  3. Menganalisa penilaian risiko dikaitkan dengan aliran kas
  4. Penentuan nilai sekarang (present value) dari aliran kas
Metode diskonto aliran arus kas juga memperhatikan tingkat resiko aliran kas, return investsai dan jangka waktu investasi.

Kelemahan teori diskonto aliran kas ini adalah berdasarkan prediksi aliran kas, yang namanya prediksi ada kemungkinan prediksi tersebut tidak tepat. Prediksi yang tidak tepat maka langka investasi yang diambilpun menjadi tidak tepat pula.

Teori Informasi Asimetri (Asymetric Information Theory)

Secara umum, manajer perusahaan tentu lebih mengetahui informasi mengenai segala kondisi dan prospek dari perusahaan dibandingkan dengan para pemegang saham (investor).

Informasi yang diperoleh investor tentu berbeda dengan informasi yang dimiliki manajemen, atau paling tidak, informasi yang diterima investor tidak selengkap apa yang dimiliki oleh manajemen. Ketidak-seimbangan informasi ini disebut dengan "ASIMETRI"

Adanya kesenjangan informasi ini bisa merugikan investor. Ambil contoh sederhana, Seorang yang ingin membeli sofa. Penjual sofa tentu lebih mengetaui tentang produk sofa yang dijualnya. Lebih paham mengenai kualitas dan spesifikasi detail tentang sofanya. Pembeli hanya bisa menilai dari tampilan saja. Pembeli mungkin hanya mengetahui tentang warna dan tingat kenyamanan. Pembeli tidak tahu tentang kualitas dan spesifikasi sofa tersebut. Rangka, jenis kain, kualitas spon, kualitas jahitan dan lain lain tidak diketahui oleh pembeli.

Pembeli yang tidak memperoleh informasi selengkap penjualnya ada kemunginan akan memperoleh barang yang tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan atau mendapatkan harga yang overrated.

Demikian juga dengan manajemen perusahaan dan investor, asimatri informasi bisa merugikan investor dalam membeli saham perusahaan. Investor yang hanya mengetahui perusahaan lewat laporan keuangan saja tanpa memahami detail-detail lain yang bisa mempengaruhi prospek perusahaan. Investor bisa membeli saham perusahaan dengan harga yang overrated, lebih tinggi dari yang seharusnya dibayarkan akibat ketidaktahuan.

Teori Portofolio (Portofolio Theory)

Teori portofolio ini diperkenalkanoleh Harry Markowitz, peraih nobel ekonomi ditahun 1990. Menurut teori portofolio, risiko bisa dikurangi yaitu dengan cara mengkombinasikan aktiva/aset kedalam sebuah portofolio.

Risiko investasi bisa dikurangi dengan menginvestasikan dana yang dimiliki pada berbagai jenis investasi. Tidak pada satu jenis investasi saja. Jadi ketika sebuah investasi tidak menghasilkan sesuai dengan apa yang diinginkan, masih ada investasi yang lain yang bisa menutupi investasi yang tidak sesuai dengan harapan tersebut.

Risiko investasi pada satu aset secara individu tentu lebih besar daripada risiko investasi pada beberapa jenis aset. Namun teori portofolio darii Harry Markowitz ini tidak menperhitungkan dengan jelas adanya hubungan risiko investasi dengan hasil atau return investasi.

Maka dari itu, William Sharpe kemudian menyempurnakan teori ini dengan memmperkenalkan teori keseimbangan yang mengaitkan hubungan antara return investasi dan risikonya.

Teori Opsi (Option Theory)

Teori opsi dikemukakan pertama kali leh Fisher Black and Myron Scholes pada tahun 1973. Opsi adalah sebuah hak untuk menjual atau membeli sebuah aktiva pada harga yang sudah ditentukan diwaktu yang juga telah ditentukan.

Teori keuangan ini bisa membantu dalam memahami penilaian surat berharga atau sekuritas yang mempunyai opsi (option) seperti contohnya obligasi konversi dan warrant.

Fungsi Utama Manajemen Keuangan

Fungsi Utama Manajemen Keuangan

Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Pepatah tersebut mungkin memang benar adanya. Terlebih apabila kita berbicara tentang hidup dan matinya sebuah perusahaan.

Uang yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak sangat buruk bagi perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan bahkan bisa saja ditentukan oleh bagaimana pengelolaan keuangan perusahaan tersebut dijalankan. Bagaimana cara mengelola keuangan perusahaan ?

Manajemen keuangan adalah jawabannya. Pastikan manajemen keuangan diperusahaan tersebut bisa berfungsi dengan baik. Apa saja fungsinya ?

Berikut 5 fungsi pokok dari manajemen keuangan yang umum terdapat pada perusahaan:
  1. Fungsi Perencanaan Keuangan (Planning)
  2. Fungsi Anggaran (Budgeting)
  3. Fungsi Pengendalian Keuangan (Controlling)
  4. Fungsi Pemeriksaan Keuangan (Auditing)
  5. Fungsi Pelaporan Keuangan (Reporting)
Manajemen Keuangan


1. Fungsi Perencanaan Keuangan | Planning

Perencanaan keuangan tidak hanya berlaku ketika perusahaan akan memulai bisnisnya. Ketika perusahaan telah berjalan, Ketika perusahaan ingin melakukan pengembangan usaha. Perencanaan keuangan mutlak diperlukan.

Rencana keuangan akan menjadi pedoman untuk melangkah kedepan. Perusahaan bisa dengan mudah memprediksi pengeluaran dan pemasukan yang akan terjadi diperiode mendatang.

Manajer keuangan akan mengetahui besar kecilnya kekuatan keuangan perusahaan. Manajemen akan menilai sejauh mana perusahaan akan mampu untuk memenuhi pembiayaan dan menyusun rencana operasional usaha yang lebih baik. Misalnya dengan adanya perencanaan meningkatkan kapasitas mesin atau menambah gudang baru untuk kegiatan operasional. Mana yang lebih membutuhkan.

Fungsi perencanaan keuangan terdiri dari perencanaan laba rugi dan arus kas perusahaan. Manajemen keuangan juga berupaya menyusun rencana pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Menyusun kegiatan-kegiatan yang lain pada suatu periode.

Tanpa perencanaan keuangan yang matang, bisa jadi pengeluaran akan menjadi kurang efektif. Tidak efisien. Pemasukan yang diharapkanpun bisa tidak memuaskan.

2. Fungsi Anggaran | Budgetting

Fungsi anggaran terdiri dari rencana penerimaan beserta pengalokasian anggaran yang efektif dan efisien dalam memaksimalkan dana perusahaan yang dimiliki.

Fungsi Anggaran ini merupakan tindakan lanjutan dari fungsi perencanaan keuangan. Terdapat detail-detail pemasukan dan juga pengeluaran perusahaan.

Manajemen keuangan harus dengan teliti menilai beberapa catatan penting dalam menyusun anggaran. Berapa banyak uang masuk. Berapa banyak uang keluar. Seberapa besar arus kas yang ada.

Penilaian jeli manajer keuangan sangat dibutuhkan dalam menyusun anggaran. Terlebih anggaran operasional. Manajer harus bisa menganggarkan kapan harus melakukan pembelian peralatan baru, kapan dan berapa besar perlunya tambahan investasi, kapan harus menaikkan gaji pegawai dan pertanyaan-pertanyaan lain yang mempengaruhi fungsi anggaran perusahaan.

3. Fungsi Pengendalian Keuangan | Controlling

Manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki sistem keuangan yang ada dalam perusahaan. Dalam perjalanan operasional perusahaan, fungsi pengendalian keuangan sangat diperlukan .

Pengendalian keuangan bisa diterapkan dengan membuat prosedur dan kebijakan yang bisa mencegah atau paling tidak meminimalisir kesalahan dalam mengelola keuangan.

Bagaimana cara mencatat pengeluaran dan pendapatan ? Metode apa yang dipakai dalam pencatatan maupun pelaporan keuangan ? Bagaimana pengakuan pendapatan ? Bagaimana pajak yang ada ditangani ? Hal-hal tersebut bisa dipakai manajemen untuk melakukan pengendalian terhadap keuangan perusahaan.

Bukan hanya itu saja. Perubahan-perubahan kondisi dan situasi yang luput dari prediksi dan rencana kerap terjadi. Baik perubahan yang terjadi di internal maupun di eksternal perusahaan. Terlebih perubahan kondisi yang tidak disengaja dan tidak diinginkan terjadi. Manajemen bisa dengan segera melakukan penyesuaian dan pengendalian terhadap keuangan perusahaan agar tidak terdampak buruk.

Mengendalikan pengeluaran ataupun mengontrol pemasukan. Setinggi apapun pendapatan yang bisa diperoleh namun diiringi oleh pengeluaran yang tidak terkendali karena adanya perubahan yang terjadi. Maka hasilnya bisa saja sia-sia. Tidak maksimal.

Pos-pos anggaran mana yang harus dikurangi. Pos mana yang harus ditambah. Pos anggaran mana yang harus dialihkan. Anggaran mana yang patut ditunda realisasinya. Manajer harus jeli melihat hal ini. Fungsi pengendalian keuangan bisa membantu operasional perusahaan bisa berjalan stabil dan optimal.

4. Fungsi Pemeriksaan Keuangan | Auditing

Manajemen keuangan memeriksa kondisi internal keuangan perusahaan supaya kondisi keuangan selaras dengan apa yang diharapkan dan sesuai dengan kaidah dan standar yang ada dengan meminimalisir penyimpangan yang ada.

Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi bisa dengan mudah diketahui. Kemudian diambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap penyimpangan yang ada.

Misalnya laporan audit internal menemukan adanya biaya pemasaran yang membengkak namun tidak diikuti oleh kenaikan kinerja. Tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Biaya operasional menjadi tidak sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Merugikan.

Manajemen keuangan lantas bisa segera mengambil tindakan atas situasi yang terjadi tersebut. Ditelusuri mengapa terjadi pembengkakan biaya? Apakah ada oknum yang melakukan penyimpangan? Apakah ada pos-pos yang boros? Penggunaan dana yang tidak tepat? atau ada sebab lain. Apa langkah yang akan diambil agar tidak terjadi lagi. Itulah perlunya melakukan Audit.

5. Fungsi Pelaporan Keuangan | Reporting

Manajemen keuangan berkewajiban untuk menyusun laporan mengenai kondisi keuangan beserta analisis rasio keuangannya. Laporan keuangan ini nanti juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi.

Mau tahu berapa laba atau rugi yang dihasilkan oleh perusahaan ? Berapa kenaikan aset perusahaan ? Berapa jumlah pertambahan utang perusahaan ? Berapa kenaikan omzet penjualan perusahaan ? Dan berapa-berapa lainnya bisa dijawab dengan pasti oleh fungsi pelaporan keuangan melalui laporan keuangan yang disusun.

Laporan keuangan ini nanti akan dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh manajemen. Sebagai bahan evaluasi. Bisa juga sebagai proyeksi trend perusahaan kedepan.

Fungsi Manajemen Keuangan Berkaitan Keputusan Keuangan

Fungsi manajemen keuangan yang berkaitan dengan keputusan keuangan akan berdampak pada nilai perusahaan. Keputusan keuangan berorientasi penuh pada tujuan perusahaan. Yang tidak lain adalah meningkatkan nilai perusahaan dan para pemiliknya.

Keputusan keuangan ini erat kaitannya dengan ruang lingkup manajemen keuangan. Manajer keuangan bertugas untuk mengambil keputusan keuangan dengan cermat. Umumnya terdapat 3 keputusan keuangan. Yaitu:
  1. Keputusan Investasi
  2. Keputusan Pendanaan 
  3. Keputusan Deviden

1. Keputusan Investasi

Keputusan investasi atau penggunaan dana berbicara mengenai bagaimana manajer keuangan dalam memilih dan mengambil keputusan investasi atau alternatif investasi menggunakan dana yang dimiliki.

Bagaimana manajer keuangan dalam mengalokasikan dana yang dimiliki kedalam investasi yang menguntungkan perusahaan dimasa depan. Bentuk investasi, macam-macam investasi, komposisi dan kombinasi alternatif investasi yang seperti apa yang harus diputuskan dan bisa memberikan keuntungan yang maksimal dimasa datang.

Keuntungan atas investasi yang akan ditanamkan tersebut sangat sulit untuk diprediksi dengan pasti. Setiap investasi akan berhadapan dengan resiko dan ketidakpastian. 

Bagaimana Manajemen Keuangan Menggunakan Dana ?

Dana adalah suatu yang begitu sangat diperlukan oleh perusahaan. Perusahaan yang mengalami kekurangan dana menjadi lebih sulit untuk berkembang.

Untuk bisa menghindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, manajer keuangan harus bisa merencanakan penggunaan atas dana yang diperoleh dengan sebaik baiknya serta semaksimal mungkin dalam memanfaatkannya
.
Dana yang diperoleh perusahaan bisa diinvestasikan kedalam aset tetap ataupun kedalam aktiva lancar.

Manajer keuangan yang menginvestaikan dananya pada aktiva tetap, mengharapkan investasinya akan memberikan hasil (ROI) dalam rentang waktu lebih satu periode atau satu tahun.

Sedangkan dana yang ditanam pada aktiva lancar, diharapkan bisa kembali dalam rentang jangka waktu yang pendek, kurang dari satu tahun buku.

Ketika menggunakan dana perusahaan, manajer keuangan wajib memperhatikan sumber dana itu dari mana diperoleh.

Apabila dana yang diperoleh digunakan perusahaan untuk diinvestasikan dalam bentuk aktiva tetap, maka perusahaan harusnya memilih sumber pendanaan yang berjangka waktu lama atau jangka panjang.

Demikian juga sebaliknya. Apabila dana yang diperoleh diinvestasikan kedalam bentuk aktiva lancar, maka sebaiknya perusahaan memilih sumber pendanaan yang bersifat jangka pendek.

2. Keputusan Pendanaan

Keputusan pendanaan (financing) sering juga disebut dengan kebijakan struktur modal.

Dalam menjalankan kebijakan pendanaan, manajer keuangan harus mengkaji berbagai alternatif sumber pendanaan untuk kemudian dianalisis. Dari hasil analisa tersebut menghasilkan keputusan alternatif sumber pendanaan ataupun kombinasi sumber dana yang mana yang nantinya akan dipilih.

Sumber dana yang dipilih umumnya memiliki biaya yang paling minimal. Dana yang diperoleh inilah yang nanti akan digunakan untuk belanja kebutuhan investasi atau kegiatan perusahaan yang lain.

Bagaimana Manajemen Keuangan Memperoleh Dana ?

Untuk menjalankan aktivitas perusahaan, manajer keuangan dituntut untuk bisa menentukan berapa jumlah dana tersedia serta bisa menentukan darimana saja sumber dana itu bisa diperoleh.

Secara umum, sumber dana bisa diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber internal perusahaan dan sumber eksternal perusahaan.

Sumber dana yang berasal dari internal perusahaan merupakan dana yang dihasilkan atau dibentuk sendiri oleh perusahaan tersebut.

Sumber dana yang berasal dari internal perusahaan terdiri atas berbagai sumber, diantaranya : laba ditahan (retained earning), penyusutan, saham pemilik dan yang lainnya

Sedangkan dana yang bersumber dari eksternal atau dari luar perusahaan umumnya terbagi atas dua kelompok, yaitu sumber dana jangka pendek dan sumber dana jangka panjang.

Sumber dana jangka pendek yang bisa diperoleh antara lain dari kredit usaha atau kredit dagang, kredit dari bank, surat berharga dan yang lainnya.

Sedangkan dana yang bersumber dari dana jangka panjang bisa diperoleh dari berbagai sumber, contohnya :
  • Pinjaman Obligasi - pinjaman dalam jangka waktu yang lama, dimana pihak debitur mengeluarkan surat pengakuan utang yang memiliki nilai nominal tertentu. 
  • Utang Hipotik - yaitu pinjaman dalam tempo jangka waktu yang panjang, dimana pihak kreditur diberi hak hipotek terhadap suatu barang yang tidak bergerak dan apabila pihak debitur tidak dapat memenuhi kewajiban maka barang tersebut bisa dijual dan hasil dari penjualan barang tersbut bisa menutupi kewajibannya.
         Baca juga : Sumber Dana Perusahaan

3. Keputusan Deviden

Deviden adalah bagian laba yang dihasilkan perusahaan yang dibayarkan kepada pemilik saham. Deviden ini sangat dinantikan oleh para pemilik saham. 

Ketika laba diperoleh, akan ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi.

Pertama. Laba akan ditahan, tidak dibagikan kepada pemegang saham dan kemudian laba ini nanti akan digunakan sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan. 

Kedua. Seluruh laba yang dihasilkan akan dibagikan kepada pemilik saham. Inilah yang namanya deviden. Maka tidak ada lagi sisa laba yang bisa menjadi sumbet pendanaan bagi perusahaan.

Ketiga. Kombinasi laba ditahan dan deviden yang dibagikan. Persentase besar kecilnya jumlah laba ditahan dan deviden yang dibagikan harus diperhitungkan dengan cermat. Berapa kebutuhan pendanaan perusahaan dan berapa kesanggupan pembayaran deviden. Dengan melihat kondisi dan situasi perusahaan yang ada beserta rencana-rencana perusahaan kedepannya.

Keputusan deviden juga menyangkut hal-hal mengenai rencana perusahaan dalam melakukan seperti pembelian saham kembali (buy back), pemecahan nominal saham (stock split). deviden tunai, stabilitas pembayaran deviden. Tujuannya cuma satu, yaitu meningkatkan nilai perusahaan.

Penutup

Pada akhirnya. manajemen keuangan berfungsi untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Melakukan penilaian terhadap tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Menganalisa hambatan yang ada dan yang akan muncul ketika pengambilan keputusan keuangan.

Tidak sedikit perusahaan yang dengan terpaksa harus memperlambat bahkan menghentikan kegiatan usahanya karena masalah keuangan yang tak stabil. Ketidakstabilan kondisi keuangan merupakan contoh nyata peran manajemen keuangan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Copyright © mnjmn. My Simple Template: Simple Template Design