Showing posts sorted by relevance for query aktiva lancar. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query aktiva lancar. Sort by date Show all posts
Aktiva Lancar atau Aset Lancar (Current Assets)

Aktiva Lancar atau Aset Lancar (Current Assets)

Pengertian Aktiva Lancar

Pengertian aktiva lancar adalah uang tunai atau kas dan aset kekayaan lainnya yang diharapkan bisa dikonversi menjadi kas maupun dijual/dikonsumsi habis dalam waktu tidak lebih dari satu tahun buku.

Melihat definisi aktiva lancar tersebut, saya punya pertanyaan untuk anda.

Apakah rumah adalah aktiva lancar ?

Eits... tunggu.. jangan dijawab dulu.

Kalaupun sudah dijawab, coba simpan dulu dalam hati karena jawaban dari pertanyaan sederhana ini mungkin bisa membantu anda memahami dengan detail apa saja yang termasuk aktiva lancar.

Yang mungkin anda tidak menyangkanya. OK Lanjut baca sampai habis..


Aset Lancar
Aktiva Lancar

Karakteristik Aktiva Lancar

Berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan), aset lancar memiliki kriteria kriteria sebagai berikut:

1. Entitas usaha mengharapkan untuk menggunakan atau mengeluarkan (menjual) aktiva dalam kurun siklus normal kurang dari satu tahun buku.

Contoh piutang usaha yang jatuh tempo pembayarannya kurang dari satu tahun buku.

Contoh yang lain lagi adalah meja kursi, adalah aset lancar bagi perusahaan mebel, karena merupakan persediaan yang akan dijual tetapi jika dimiliki bukan perusahaan mebel misal perusahaan manufaktur meja kursi akan dicatat sebagai aset tetap (peralatan) karena perusahaan tersebut tidak memiliki tujuan untuk menjual meja kursi, hanya digunakan sebagai peraltan untuk mendukung operasi perusahaan.

2. Entitas usaha mempunyai aktiva yang ditujukan untuk diperdagangkan.

3. Entitas usaha akan merealisasikan aktiva dalam rentang waktu periode satu tahun buku (12 bulan) setelah laporan. 

Misalnya piutang karyawan dimana perusahaan akan menerima pembayarannya dalam tempo satu tahun buku setelah periode pelaporan.

4. Kas (cash) atau setara kas kecuali yang dibatasi sehingga tidak bisa digunakan membayar kewajiban paling tidak satu tahun buku. 

Setara kas adalah investasi oleh perusahaan yang bersifat jangka pendek dan likuid.

Untuk dijadikan uang kas sangat mudah dan cepat dengan nominal yang bisa ditentukan dan resiko perubahan nilainya sangat tidak signifikan.

Apa saja yang termasuk aktiva lancar ?

Berdasarkan kriteria tersebut, berikut contoh yang termasuk dalam aktiva lancar terdiri dari :

#1. Kas dan Setara Kas 

    aktiva lancar kas
    ilustrasi uang kas tunai

    Kas bisa dikatakan sebagai aktiva lancar yang paling lancar.

    Kas (cash) ini sebenarnya sederhana ....

    Account apapun yang bisa ditabungkan di bank dan bisa ditarik/diambil dengan mudah setiap saat (sewaktu waktu) dalam bentuk kas itu dianggap kas.

    Contohnya adalah uang tunai, check (belum ditarik/diuangkan) dan juga uang kas yang disimpan di bank yang dialokasikan sebagai cadangan.

    Kas yang disimpan dibank adalah kas yang disimpan pada jenis tabungan biasa.

    Bukan tabungan deposito

    Sertifikat depisito tidak termasuk dalam kas karena adanya pembatasan waktu dalam penarikan.

    Deposito tidak bisa diambil setiap saat.

    Agar sebuah account bisa disebut dengan aset lancar, account tersebut WAJIB tersedia dan bisa segera digunakan.

    Kas yang disimpan dan tidak digunakan dalam periode atau dibatasi penggunaannya dalam siklus normal operasi perusahaan tidak disebut aset lancar.

    Seperti deposito tadi.

    Dan apa itu "Setara Kas"?

    Setara kas adalah jenis investasi jangka pendek perusahaan yang sifatnya likuid (lancar).

    Likuid artinya investasi tersebut siap dikonversikan kedalam bentuk kas dengan nilai yang bisa diukur secara pasti.

    Investasi jangka pendek biasanya memiliki tempo pencairan paling lama 3 bulan.

    Perubahan suku bunga tidak mengubah nilainya investasi secara signifikan.

    Contohnya adalah investasi reksadana di pasar uang.

    #2. Investasi Jangka Pendek yang Diperdagangkan

    Investasi yang ditujukan dijual kembali dalam jangka waktu yang pendek untuk mendapatkan gain atau keuntungan.

    Investasi ini juga merupakan aset lancar.

    Contohnya investasi membeli efek sekuritas, aset deriative yang dibeli dengan maksud untuk dijual kembali.

    Agar tidak salah menentukan apakah sebuah investasi adalah aktiva lancar atau tidak, investasi tersebut harus dilihat secara detail. Ada beberapa hal yang perlu dilihat:

    #1. Jumlah nominal investasi 

    Apabila nilai investasi yang ditanamkan tergolong besar, maka kemungkinan investasi tersebut adalah inestasi jangka panjang dan bukan termasuk dalam bagian aktiva lancar.

    Namun apabila nilai investasi yang ditanamkan tergolong kecil, umumnya investasi tersebut dikategorikan sebagai aktiva lancar

    #2. Jangka waktu pengembalian

    Setiap investasi pasti menginginkan memperoleh hasil atau return.

    Seberapa lama return investasi tersebut akan diperoleh ?

    Apabila return investasi tersebut diperoleh dalam periode yang relatif singkat, tidak sampai satu tahun sudah menghasilkan, biasa investasi tersebut digolongkan kedalam aktiva lancar.

    Namun jika investasi tersebut memiliki jangka waktu pengembalian investasi yang lama, maka investasi tersebut tidak bisa disebut dengan aktiva lancar.

    #3. Piutang Dagang | Accounts Receivable

      Piutang adalah tagihan kepada seseorang atau badan usaha lain yang muncul karena adanya penjualan secara kredit dan jangka waktu pelunasannya kurang dari satu tahun.

      Contoh piutang adalah piutang pada perusahaan rekanan (afiliasi) dan piutang pada pelanggan.

      Apabila nanti ada penurunan nilai piutang misalnya karena adanya return penjualan, diskon ataupun piutang yang tidak bisa ditagih, maka pencatatannya harus dicantumkan dan dijelaskan secara detail pada penjelasan laporan keuangan perusahaan.

      #4. Persediaan | Inventory

        Persediaan adalah aktiva lancar yang tersimpan, baik untuk dijual kembali (misal persediaan barang dagang) maupun barang yang akan digunakan oleh perusahaan (misal bahan baku).

        Persediaan termasuk aktiva lancar karena persediaan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa diuangkan atau digunakan.

        Namun banyak yang salah kaprah tentang persediaan.

        Begini apapun bendanya, apapun jenis aktivanya, apabila aktiva tersebut bertujuan untuk dijual kembali, atau diproses kembali, maka itulah persediaan.

        Untuk mempermudah memahami persediaan, masih ingat pertanyaan saya diatas tadi ?

        Apakah rumah adalah aktiva lancar ?

        Iya rumah...

        Aset yang tidak bisa bergerak dan nilainya juga besar apakah itu aktiva lancar ?

        Saya yakin kebanyakan pasti menjawab BUKAN.

        Mungkin termasuk juga anda.

        Rumah bukan aktiva lancar tapi rumah adalah aktiva tetap. Begitu kira kira alasannya.

        Sekilas memang tidak salah, namun jawaban tersebut belum tentu benar.

        Lho kok bisa ?

        Perlu diketahui terlebih dahulu apa fungsi rumah tersebut bagi perusahaan.

        Apabila rumah tersebut digunakan untuk tempat tinggal salah satu manajer perusahaan atau digunakan sebagai kantor cabang.

        Jawaban anda pasti benar.

        Rumah tersebut adalah aktiva tetap dan bukan aktiva lancar.

        Namun apabila rumah tersebut ternyata tidak digunakan sama sekali dan dibangun/dibeli untuk dijual kembali.

        Maka rumah tersebut adalah aktiva lancar.

        Misalnya perusahaan yang bisnis utamanya adalah jual beli rumah atau developer.

        Rumah tersebut termasuk kedalam PERSEDIAAN perusahaan.

        Bukan aktiva tetap.

        Anda tahu ciputra grup ? salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia.

        Mereka memiliki ribuan unit rumah dan apartemen.

        Tidak ada satupun yang digunakan karena rumah tersebut dibangun untuk dijual kembali.

        Bagi ciputra dan developer lain, rumah tersebut dijadikan stok persediaan barang dagang mereka.

        Pada neraca perusahaan, ribuan unit rumah dan apartemen tersebut ada didalam akun persediaan.

        Sekali lagi, bukan aktiva tetap.

        Lho... walaupun bukan perusahaan properti, perusahaan diindustri lain bukannya juga memiliki rumah yang mereka bisa menjualnya kembali dan mendapat keuntungan.

        Apakah juga termasuk aktiva lancar ?

        Tidak.

        Perusahaan yang bisnisnya bukan jual beli rumah, tapi punya rumah yang bisa dijual bukanlah aktiva lancar.

        Rumah tersebut tetap aktiva tetap.

        Ketika awal perusahaan tersebut membangun atau membeli rumah, tidak ada niatan perusahaan tersebut untuk menjual kembali rumah tersebut. Perusahaan bertujuan untuk menempati dan memanfaatkan rumah tersebut untuk kepentingan operasionalnya.

        Jika ditengah perjalanan dan kondisi tertentu yang memaksa perusahaan menjual rumah tersebut dan mendapatkan laba.

        Maka laba tersebut adalah laba non operasional. Bukan laba operasional karena jual beli rumah bukanlah bisnis utamanya.

        Semoga bisa dipahami, jadi apapun bentuknya mau mobil, rumah, gedung, mesin dengan harga yang fantastis sekalipun jika tujuannya adalah dijual kembali maka itu adalah aktiva lancar.

        #5. Beban Dibayar Dimuka | Prepaid Expenses

          Beban dibayar dimuka adalah aset yang diperoleh karena adanya pembayaran yang dilakukan terlebih tetapi aset tersebut belum dimanfaatkan.

          Manfaat dan pemakaian beban dibayar bimuka tidak akan habis dalam satu periode.

          Contoh beban dibayar dimuka adalah sewa gedung yang dibayar dimuka, pembayaran asuransi dimuka.

          Misalnya perusahaan menyewa sebuah ruko untuk kantor cabang.

          Perusahaan menyewa ruko dengan harga Rp 100.000.000 selama sepuluh tahun dan dibayar lunas dimuka.

          Jadi sebelum perusahaan menempati dan memanfaatkan ruko tersebut, perusahaan sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp 100.000.000 tersebih dahulu.

          Uang Rp 100.000.000 tersebut adalah aset beban dibayar dimuka perusahaan yang nanti akan dimanfaatkan ditahun mendatang.

          #6. Wesel Tagih | Note Receivable

          Wesel tagih (promissory notes receivable) adalah tagihan perusahaan terhadap pihak lain.

          Wesel tagih bisa dikatakan sebagai piutang dagang perusahaan.

          Namun wesel tagih dan piutang memiliki perbedaan.

          Wesel tagih pada umumnya bersifat lebih formal daripada piutang dagang.

          Terdapat perjanjian antara perusahaan (debitur) dengan kreditur secara tertulis dan mengikat secara resmi untuk melunasi atau membayar piutangnya pada waktu yang telah ditentukan.

          Pada wesel tagih juga bisa terdapat bunga dan bisa dipindah tangankan atau dijual kepada pihak lain sebelum wesel tagih tersebut jatuh tempo.

          Jadi ketika perusahaan membutuhkan kas, namun penerima wesel tagih belum membayar utangnya, perusahaan bisa menjual wesel tagih tersebut kepihak lain.

          Nanti pihak lain ini yang akan menerima pelunasan wesel dari kreditur.

          #7. Perlengkapan

          Perlengkapan (suppplies) merupakan aset lancar perusahaan yang berfungsi untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan.

          Perlengkapan (supplies) merupakan barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk melengkapi atua mendukung kegiatan operasional perusahaan.

          Bentuk perlengkapan relatif kecil dan biasanya akan habis dipakai atau bisa dipakai berulang ulang.

          Contoh aktiva lancar perlengkapan adalah kertas, tinta, nota, printer dan barang barang dengan nominal kecil lainnya

          #8. Pendapatan yang Masih Harus Diterima 

          Maksud dari pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan perusahaan namun pembayarannya masih belum diterima oleh perusahaan.

          #9. Cadangan Kerugian Piutang

          Cadangan kerugian piutang adalah kas cadangan perusahaan yang dibuat untuk mengantisipasi jika ada piutang yang tidak bisa ditagih.

          #10. Kas Kecil | Petty Cash

          Kas kecil adalah aktiva lancar perusahaan yang memang disediakan secara khusus untuk membayar keperluan yang relatif kecil.

          Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

          Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

          Ruang lingkup manajemen keuangan terdiri dari keputusan pendanaan, keputusan investasi dan keputusan dalam pengelolaan aset

          Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

          ruang lingkup manajemen keuangan
          ruang lingkup manajemen keuangan

          01. Keputusan Pendanaan

          Keputusan pendanaan pada lingkup manajemen keuangan adalah bagaimana kebijakan dan upaya manajemen dalam mencari dana bagi perusahaan.

          Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan seperti untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan, ekspansi usaha ataupun untuk membayar utang perusahaan.

          Contoh kebijakan manajer keuangan dalam keputusan pendanaan adalah perusahaan mencari utang atau menambah modal baru.

          Misalnya perusahaan bisa menerbitkan surat berharga baik saham (modal baru) maupun olbligasi (hutang) di pasar modal.

          Selain itu juga mempertimbangkan sifat kebijakan pendanaan apakah  bersifat jangka panjang atau jangka pendek sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan.

          Sumber pendanaan perusahaan bisa berasal dari eksternal perusahaan ataupun dari internal perusahaan itu sendiri.

          02. Keputusan Investasi

          Ruang lingkup manajemen keuangan berikutnya adalah keputusan investasi. Apabila pendanaan perusahaan sudah diperoleh oleh manajemen. Manajemen keuangan bisa menentukan kebijakan tentang penanaman modal untuk penguatan perusahaan.

          Manajer keuangan mempertimbangkan dan memutuskan penggunaan dana yang diperoleh untuk kegiatan investasi.

          Ada banyak bentuk dan jenis kegiatan investasi yang bisa dijalankan.

          Seperti diinvestasikan dalam bentuk pembelian aktiva tetap seperti tanah, mesin, gedung atau peralatan yang lainnya.
          Manajemen juga bisa menginvestasikan dana yang ada dalam bentuk aktiva finansial dengan melakukan pembelian surat surat berharga seperti obligasi dan saham.

          Apapun yang dilakukan manajemen dalam keputusan investasinya.

          Kemana dana itu akan diinvestasikan. Yang jelas, hasil yang akan diperoleh dari investasi tersebut akan dirasakan hingga beberapa periode jangka panjang kedepan.

          Bukan hanya pada saat periode dimana investasi itu dilakukan. Tidak hanya dirasakan 1-2 tahun saja.

          03. Keputusan Pengelolaan Aset

          Aset atau aktiva adalah kekayaan perusahaan yang sangat penting dan fundamental yang harus dimiliki.

          Salah dalam mengurusnya adalah mimpi buruk. Pengelolaan aset menjadi sangat penting bagi jalannya operasional perusahaan.

          Manajer keuangan harus mampu membuat kebijakan dalam mengelola berbagai aset yang dimiliki perusahaan untuk bisa beroperasi secara efektif dan efisien.

          Tidak menjadi beban tambahan bagi perusahaan.

          Aset bisa berupa aset lancar dan aset tetap.


          Contoh pengelolaan aset yang bisa dilakukan oleh manajer keuangan misalnya aktiva tetap yang sulit atau tidak bisa berkurang (susut) nilainya seperti tanah akan didanai dengan laba ditahan atau modal sendiri.

          Aktiva lancar yang dibiayai dengan menggunakan utang lancar yang jatuh temponya lebih panjang dari usia aktiva lancar dan sebagian dari hutang jangka panjang.

          Ada beberapa ciri ciri dalam pengelolaan aset oleh manajemen keuangan yang umum dilakukan yang bisa berbeda berdasarkan jenis usaha yang dijalankan.

          Perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan memiliki cara yang berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang jasa ataupun industri dalam mengelola aktivanya.

          # Usaha Perdagangan

          Perusahaan yang bergerak dibidang usaha dagang kecenderungan memiliki aktiva lancar yang lebih besar daripada aktiva tetapnya.

          Mengapa manajer keuangan dibidang usaha perdagangan cenderung meningkatkan aktiva lancar daripada aktiva tetapnya ?

          Dalam usaha perdagangan. Dimana perusahaan hanya menjual barang dagang tanpa harus memproduksi sendiri barang dagangnya lebih mementingkan tingkat kelancaran arus kas (cash flow) daripada harus menimbun aktiva tetap.

          Perputaran barang dagang sangatlah penting bagi usaha perdagangan.

          Perputaran uang adalah nyawa. Persediaan barang dagang masuk, sesegera mungkin harus keluar terserap oleh pasar (terjual).

          Semakin cepat perputaran barang, semakin meningkat margin yang diterima perusahaan.

          Untuk menjaga kelancaran arus cash flow tersebut,  maka perusahaan yang bergerak diusaha perdagangan sangat membutuhkan aktiva lancar (kas atau setara kas) yang mencukupi.

          Semakin lancar semakin baik. daripada harus menumpuk kekayaan berupa aset teap yang kontribusinya sangat minim dalam perputaran persediaan barang dagang.

          Coba bayangan, ketika seseorang berhasil menjual barang dagangnya, kemudian mengalami kesulitan untuk "kulakan" barang dagang lagi. Kas yang ada tidak mencukupi. Yang ada hanya tanah dan ruko misalnya. Sehingga tidak punya cukup persediaan barang dagang lagi yang bisa dijual.

          Tanah dan ruko tidak bisa membantu banyak karena persediaan barang dagang tidak ada. Tidak ada yang bisa dijual kembali. Selain rugi waktu, akan banyak peluiang yang hilang karena tidak bisa menjual apapun.

          # Usaha Jasa

          Perusahaan yang bergerak dibidang jasa mempunyai kecenderungan untuk memikirkan aktiva lancar yang lebih kecil daripada aktiva tetapnya.

          Hal yang sangat berkebalikan jika dibandingkan dengan perusahaan dagang.

          Perusahaan jasa dalam memajukan usahanya berporos pada tingkat pelayanan jasa yang diberikan kepada konsumen. Kenyaman dan kepuasan konsumen adalah jalanya.

          Ketidakpuasan konsumen berarti tidak ada repeat order dan campaign yang buruk.

          Supaya bisa melayani konsumen dengan maksimal, sebisa mungkin sumber daya perusahaan yang dibutuhkan selalu dalam kondisi yang maksimal. Terutama aktiva tetap perusahaan, apalagi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan konsumen.

          Contohnhya...

          Secara kasat mata kita bisa lihat bagaimana Telkomsel merajai ceruk pasar yang ada diluar wilayah perkotaan. Dipedesaan, terutama daerah yang minim infrastuktur, operator telekomunikasi lainnya tidak bisa berbuat banyak dalam persaingan untuk merebut pasar.

          Telkomsel memiliki aktiva tetap berupa BTS yang jauh lebih unggul dengan kompetitor lainnya diwilayah luar perkotaan. Operator selain telkomsel tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap konsumennya.

          Pada akhirnya, secara data Telkomsel mendominasi market share jasa telekomunikasi didaerah.

          Atau anda pernah melihat laporan keuangan PT KAI, PLN ataupun Pelindo 3 ?

          Ketiganya adalah perusahaan jasa.

          Jumlah aktiva tetap persuahaan BUMN tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan aktiva lancar yang mereka punya.

          # Usaha Industri

          Manajer keuangan diperusahaan yang bergerak dibidang industri cenderung untuk menyeimbangkan nilai antara aktiva lancar dan aktiva tetap yang dimiliki.

          Selain menjual barang produksi hasil sendiri, unit usaha industri membutuhkan pasokan aktiva lancar yang cukup untuk memenuhi penyediaan bahan baku barang produksinya.

          Untuk memaksimalkan proses produksi, perusahaan industri juga wajib untuk menyediakan aktiva tetap dalam kondisi yang maksimal untuk menghasilkan produknya.

          Jika perusahaan memiliki aktiva tetap mesin pabrik, gudang yang luas namun kesulitan dalam penyediaan bahan baku karena tidak tercukupinya aktiva lancarnya, maka perusahaan akan kesulitan dalam beroperasi.

          Begitu juga jika perusahaan memiliki cukup kas untuk menyetok persediaan bahan baku namun tidak memiliki mesin yang memadai, maka produksi tidak bisa maksimal.

          Manajer keuangan harus menyesuaikan dimana perusahaan mereka berada. Bagaimana perusahaan beroperasi dan faktor lainnya untuk memutuskan dalam mengambil kebijakan pengelolaan aset.

          Salah langkah dalam pengelolaan aset yang ada maupun yang akan ada adalah bencana bagi perusahaan. Tertinggal dalam persaingan hingga menurunnya nilai perusahaan yang berujung pada kerugian bagi pemilik saham.

          Neraca: Pengertian dan Contoh Neraca

          Neraca: Pengertian dan Contoh Neraca

          Pengertian Neraca

          Laporan posisi keuangan (balance sheet atau statement of financial position) atau yang biasa dikenal sebagai NERACA adalah suatu bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan atau entitas bisnis yang dihasilkan dalam suatu periode akuntansi dimana menunjukkan posisi atas keuangan perusahaan tersebut pada akhir periode akuntansi tersebut yang bisa menjadi dasar dalam menghasilkan keputusan bisnis.

          Struktur Neraca

          Posisi neraca keuangan terdiri atas dua (2) pos yaitu aktiva (aset) dan pasiva.

          Dua pos tersebut terdiri atas 3 unsur yang terdiri atas aset (aktiva), dan pada pos pasiva terdiri atas kewajiban atau hutang (liabilitas), dan ekuitas atau modal (equity).

          Ketiganya dihubungan dengan prinsip persamaan dasar akuntansi berikut :

          Aktiva = Utang + Modal

          Pengertian Neraca Adalah

          Informasi yang bisa disajikan didalam neraca diantaranya posisi atas sumber kekayaan perusahaan dan sumber dari pembiayaan untuk mendapatkan/memperoleh kekayaan perusahaan tersebut didalam suatu periode akuntansi. baik itu 3 bulan, 4 bulan atau tahunan.

          Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK)
          Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan bahwa dalam neraca harus disebutkan
          • Entitas bisnis menyajikan aktiva lancar terpisah dari aktiva tidak lancar dan hutang (kewajiban) jangka pendek terpisah dari hutang (kewajiban) jangka panjang terkecuali pada indistri atau jenis usaha tertentu yang diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan khusus. 
          • Aktiva lancar disajikan dengan menurut pada urutan likuiditas (kelancaran) dan sedangkan utang atau kewajiban disajikan berdasarkan urutan jatuh tempo
          • Entitas binsis wajib mengungkapkan informasi nominal jumlah tiap aktiva yang akan diterima serta utang (kewajiban) yang dibayar sebelum dan sesudah 1 tahun (12 bulan) dari tanggal neraca.
          • Jika perusahaan meyediakan barang dan jasa didalam siklus operasional perusahaan yang bisa diidentifikasikan dengan jelas, maka klasifikasi aktiva lancar dan tidak lancar serta utang jangka pendek dan utang jangka panjang dalam sebuah neraca memberi informasi yang bermanfaat dengan membedakan aktiva bersih sebagai modal kerja dengan aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan jangka panjang

          Bentuk Neraca

          Bentuk neraca dalam laporan keuangan perusahaan umumnya lebih sering menggunakan bentuk yang memanjang kebawah, walaupun tidak jarang pula yang menggunakan bentuk neraca keuangan kesamping

          Semuanya boleh boleh saja diterapkan dalam neraca.

          Dalam penerapan bentuk suatu neraca keuangan hendaknya disesuaikan bentuknya dengan jumlah pos akun yang digunakan oleh perusahaan.

          Bentuk neraca yang memancang ke bawah lebih efektif untuk digunakan apabila akun dalam perusahaan tersebut banyak.

          Bentuk neraca keuangan yang memanjang ke bawah ini biasa disebut dengan istilah bentuk stafel.

          Perusahaan besar yang memiliki pos atau akun yang banyak seringkali menggunakan bentuk ini.

          Dan bentuk neraca yang menyamping disebut juga dengan bentuk skontro.

          Bentuk neraca model ini akan dengan mudah untuk diterapkan apabila akun dan juga nilai yang ada pada perusahaan jumlahnya sedikit.

          Contoh Neraca

          Berikut saya berikan salah satu contoh neraca yang sederhana:

          #1. Neraca Model Skontro

          NERACA PT ALI
          Per 31 Desember 2015
          Aktiva Kewajiban dan Ekuitas
          Kas Rp xxx kewajiban
          Piutang Rp xxx Utang Jangka Pendek Rp xxx
          Persediaan Rp xxx Utang Jangka Panjang Rp xxx
          Total Aset Lancar Rp xxx Total Kewajiban Rp xxx
          Aktiva Tetap Ekuitas
          Tanah  Rp xxx Modal Rp xxx
          Bangunan Rp xxx Laba Ditahan Rp xxx
          Total Aset Tetap Rp xxx Total Equitas Rp xxx
          TOTAL AKTIVA Rp xxx TOTAL PASIVA Rp xxx


          #2. Neraca Model Stafel


          NERACA PT ALI
          Per 31 Desember 2015
          Harta
          Kas Rp xxx
          Piutang Rp xxx
          Persediaan Rp xxx
          Total Aset Lancar Rp xxx
          Aktiva Tetap
          Tanah  Rp xxx
          Bangunan Rp xxx
          Total Aset Tetap Rp xxx
          Total Harta Rp xxx
          Kewajiban dan Ekuitas
          kewajiban
          Utang Jangka Pendek Rp xxx
          Utang Jangka Panjang Rp xxx
          Total Kewajiban Rp xxx
          Ekuitas
          Modal Rp xxx
          Laba Ditahan Rp xxx
          Total Ekuitas Rp xxx
          Total Kewajiban dan Ekuitas Rp xxx


          Tentu contoh diatas hanyalah contoh laporan neraca yang sangat sederhana.

          Pada kenyataannya masih banyak detail detail lain yang ada dalam neraca.

          Namun setidaknya contoh diatas sudah menggambarkan secara umum tentang pengertian neraca dan bentuk contoh neraca keuangan

          Konsep Aset Dalam Akuntansi: Pengertian Aktiva

          Konsep Aset Dalam Akuntansi: Pengertian Aktiva

          Pengertian Aktiva
          Pengertian Aset

          Pengertian Aktiva | Pengertian Aset

          Pengertian aktiva atau aset adalah kekayaan (sumber daya) yang dimiliki oleh entitas bisnis yang bisa diukur secara jelas menggunakan satuan uang serta sistem pengurutannya berdasar pada seberapa cepat perubahannya dikonversi menjadi satuan uang kas.

          Misalnya gedung dan uang tunai, diurutkan uang tunai (kas) dulu baru kemudian gedung.

          Berdasarkan yang paling lancar dan gedung tentunya bisa di ukur berdasarkan satu satuan uang tunai.

          Misalnya katakanlah Rp 40 juta atau Rp 100 juta dinyatakan dalam satuan "Rp" bukan 40 kg atau 100 kg ataupun km.

          Kekayaan perusahaan ini bisa berbentuk wujud fisik atau juga non fisik (hak) yang memiliki nilai.

          Aktiva adalah sumber daya yang dimiliki karena terjadinya peristiwa dimasa lalu dan manfaat ekonominya diharapkan diperoleh oleh perusahaan di masa yang akan datang.

          Aset bermanfaat secara langsung ataupun tak langsung, Sifatnya produktif dan masuk dalam bagian operasi perusahaan dan juga memiliki kemampuan dalam mengurangi pengeluaran kas.

          Aktiva memiliki potensi manfaat di masa yang akan datang, potensi manfaat tersebut bisa dalam bentuk hal hal yang produktif yang bisa menghasilkan kas atau setara kas.

          Manfaat yang lain dari aktiva adalah aset sebagai penghasil barang dan jasa, dapat ditukar dengan aktiva lain, melunasi kewajiban (hutang).

          Ada beberapa cara untuk memperoleh Aset
          • Aktiva bisa diperolah dengan cara diproduksi atau dibangun sendiri, 
          • Bisa didapat dengan dibeli
          • Pertukaran aset maupun sumbangan dari pihak lain.

          Jika ditelaah, kepemilikan aset tidak hanya mengenai aset aset yang ber-hak milik saja.

          Tetapi bisa juga hak hak yang lain misalnya hak sewa, hak guna bangunan, hak tagih, hak pakai maupun yang lainnya.

          Perbedaan hak kepemilikan tersebut nantinya akan mempengaruhi jenis item dan penggolongan aktiva didalam laporan keuangan.

          Contoh aktiva misalnya uang tunai (kas), tanah, bangunan, peralatan, perlengkapan, sewa dibayar dimuka, hak paten dan lainnya.

          Jenis Jenis Aktiva

          Aktiva dalam akuntansi umumnya dikelompokkan ke dalam tiga bagian:

                    Aset lancar, aset tetap dan aset tak berwujud.

          Penjelasan singkatnya bisa dilihat berikut ini, penjabaran lebih lanjut akan diposting di lain tempat, silahkan klik link yang ada.

          Aktiva Lancar | Current Assets

            Aktiva ini biasanya digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif singkat, tidak lebih dari satu tahun buku dan bisa dikonversikan ke bentuk uang kas.

            Contoh aktiva lancar seperti uang tunai (kas/cash), temporary invesment ( investasi jangka pendek), accounts receivable (piutang dagang), notes receivable (wesel tagih), inventories (persediaan), accrued receivable (pendapatan yg msih akan diterima), prepaid expense (beban dibayar dimuka).

            Aktiva Tetap | Fixed Assets

              Aktiva tetap merupakan sumberdaya/kekayaan harga yang dimiliki suatu entitas bisnis yang sifatnya permanen dan bisa diukur dengan jelas.

              Aktiva tetap digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif lama, lebih dari satu tahun buku.

              Tujuan aktiva tetap diperoleh perusahaan adalah untuk digunakan sendiri dan tidak dijual.

              Kecuali ada hal hal atau kondisi khusus yang mengharuskan perusahaan menjual aktiva tetapnya.

              Contoh aktiva tetap misalnya bangunan, tanah, peralatan kantor, mesin, kendaraan dan yang lainnya.

              Aktiva Tak Berwujud | Iintangible Assets

                Sesuai namanya, wujud aktiva ini tak tampak, tidak bisa disimpan, dipegang bentuknya namun bisa dirasakan manfaatnya.

                Aset tidak berwujud ini bisa merupakan hak hak perusahaan yang kepemilikannya diatur dan dilindungi oleh peraturan perundang undangan.

                Contoh misalnya hak paten, hak guna bangunan, hak sewa atau hak kontrak, franchise, trademark dan goodwill. dll.
                  Pengertian Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets)

                  Pengertian Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets)

                  Baca juga artikel sebelumnya tentang Aktiva Lancar (current assets) dan Aset Tetap (fixed assets).
                  Kali ini saya akan menulis mengenai jenis aset yang lainnya, yaitu aset tidak berwujud.

                  aset tak berwujud
                  aktiva tidak berwujud

                  Aset tidak berwujud ?

                  Ya, aset yang tidak terlihat wujud fisiknya secara nyata, tidak bisa disentuh, namun terasa besar manfaatnya.

                  Keberadaannya bisa menguntungkan bagi perusahaan yang memilikinya.

                  Apa saja yang termasuk aktiva tidak berwujud ?

                  Dan jika aset tersebut tidak terlihat, bagaimana cara mengukurnya ?

                  Bagaimana pula cara menilainya ?

                  Lalu bagaimana cara menjurnal atau mencatatnya ?

                  Dan juga cara mendapatkanya ? mari kita simak ...

                  Pengertian Aktiva Tak Berwujud (Intangible Assets)

                  Pengertian aktiva tak berwujud menurut PSAK :

                  "Aktiva tak berwujud adalah aktiva non moneter yang bisa diidentifikasi, tidak memiliki wujud fisik secara nyata serta dimiliki guna menghasilkan maupun menyerahkan barang dan jasa, disewakan maupun hanya untuk tujuan administrasi."
                  Didalam akuntansi, diakuinya sebuah aktiva tak berwujud apabila :
                  • Perusahaan berpotensi akan mendapatkan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang dari aset tersebut
                  • Biaya biaya dalam perolehannya bisa diukur dengan handal
                  Aktiva tak berwujud diakui sebesar harga perolehan.

                  Kemudian pada periode selanjutnya dilaporkan sebesar nilai tercatatnya.

                  Didalam menentukan besaran harga perolehan tergantung oleh bagaimana cara perolehan aktiva tak berwujudnya.

                  Apabila aktiva tak berwujud diperoleh dengan membeli atau transaksi yang menggunakan kas atau setara kas lainnya, maka harga perolehan aktiva tak berwujudnya sebesar uang yang dikeluarkan/akan dibayarkan.

                  Dan apabila aset tidak berwujud diperoleh dengan pertukaran dengan aktiva yang lain, maka harga perolehan aktiva tak berwujudnya sebesar harga kekinian dari aktiva yang ditukar.

                  Contoh Aktiva Tak Berwujud

                  [1] Hak Sewa (Lease Hold)

                  Hak sewa diperoleh dari transaksi sewa aktiva tertentu, disahkan oleh notaris dan dalam tempo kurun waktu tertentu.

                  Contohnya : sewa gedung, sewa kendaraan, sewa mesin. alasan hak sewa diakui sebagai aset tak berwujud karena:
                  • Memberikan kontribusi bagi perusahaan dimasa mendatang.
                  • Memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
                  Contoh Hak Sewa :
                  • PT Nivia Rotan menyewa gedung untuk showroom-nya Rp 100.000.000 selama 10 tahun
                  • PT Nivia Rotan menyewa mobil Rp 250.000 per hari untuk kliennya yang berkunjung.
                  Pencatatan :

                  Sewa gedung 100.000.000
                  Kas 100.000.000
                  Biaya sewa 250.000
                  Kas 250.000

                  Kedua transaksi "sewa" tersebut diperlakukan berbeda :
                  • Sewa gedung dicatat sebagai harga perolehan aktiva tak berwujud, berupa hak sewa bangunan karena nilainya yang material dan manfaatnya lebih dari satu tahun buku, yaitu selama 10 tahun kedepan.
                  • Dalam transaksi sewa mobil, biaya yang dikelaurkan dicatat sebagai BIAYA, karena nilai nominalnya tidak terlalu material dan manfaatnya hanya satu hari atau kurang dari satu tahun buku.

                  [2] Hak Paten

                  Hak Paten merupakan hak yang didapat dari penemuan tertentu, penemu tersebut akan mendapatkan manfaat dalam waktu tertentu dan dimasa mendatang (bisa diperpanjang) contohnya penemuan formula, sistem, penemuan produk, atau rekayasa.

                  [3] Trade Mark (Merek Dagang) 

                  Merek dagang adalah hak yang didapat dari suatu merk komersil tertentu.

                  Contoh : logo, tulisan, simbol ataupun kombinasinya yang mewakili entitas tertentu.

                  [4] Organization Cost

                  Merupakan pengeluaran entitas yang timbul sebelum perusahaan beraktivitas operasi.

                  Contohnya biaya notaris, biaya seperti ini dicatat sebagai perolehan aset tak berwujud karena manfaatnya yang diperoleh entitas saat itu dan dimasa mendatang selama entitas masih beroperasi.

                  [5] Copyright (Hak Pengadaan)

                  Merupakan hak yang diberikan karena suatu penulisan, baik itu puisi, novel, karya ilmiah, nada lagu maupun lirik, skenario film.

                  Hak pengadaan (copyright) bisa meliputi hak mengedarkan dan memperbanyak karya tersebut.

                  [6] Perijinan (Licences)

                  Hak yang didapat dari pemerintahan untuk bisa melakukan aktivitas yang terkait dengan bidang usaha perusahaan.

                  Licences ini ada masa waktunya, apabila telah habis, maka harus diperpanjang/diperbarui. biasanya izin seperti ini mempunyai jangka waktu lebih dari satu tahun buku, bisa 3 hingga 30 tahun.

                  [7] Franchise

                  Franchise merupakan hak yang didapat guna melakukan jenis usaha tertentu, memasarkan produk juga mengikuti polanya, penggunaan logo maupun pengelolaannya.

                  Kesemuanya dimiliki oleh entitas yang memberikan franchise/waralaba.

                  [8] Goodwill

                  Goodwil adalah keistimewaan atau kelebihan tertentu yang dimiliki suatu entitas.

                  Goodwill diakui apabila terjadi transaksi pada perusahaan yang dinilai lebih oleh entitas lain.

                  Transaksi bisa berupa merger atau akuisisi maupun penjualan perusahaan.

                  Contohnya keistimewaan perusahaan bisa muncul karena perusahaan mempunyai reputasi yang sangat bagus, mempunyai produk yang tak dimiliki oleh para pesaing maupun letak perusahaan yang strategis.

                  Perlakuan Akuntansi Aset Tak Berwujud Dalam akuntansi aktiva tidak berwujud, sebenarnya hampir sama permasalahannya dengan aktiva berwujud.
                  • Perolehan aset tak berwujud dicatat dan diakui sebesar nilai faktur serta ditambah semua biaya yang menyertai untuk mendapatkan aset/haknya (sama seperti aset berwujud).
                  • Apabila terjadi pengeluaran setelah perolehan aset tak berwujud (expenditure), biaya biaya tersebut dikapitalisasi ataupun dibebankan ke periode berjalan, sama seperti tangible asset.
                  • Amortisasi aset tidak berwujud, seperti halnya penyusutan pada aktiva tetap, dialokasikan harga perolehannya menjadi biaya (beban usaha). 
                  Pencatatan maupun perhitungan amortisasi sama caranya dengan perhitungan dan pencatatan penyusutan aktiva tetap.
                  1. Kecuali trade mark (merk dagang) yang dikelompokan kedalam HPP, mayoritas Amortisasi merupakan biaya usaha
                  2. Metode garis lurus mungkin lebih baik diaplikasikan dalam amortisasi, karena aset tak berwujud pada dasarnya tak berhubungan dengan produk/output yang dihasilkan perusahaan.

                  Pelaporan Aktiva Tak Berwujud (Disclosure)

                  Yang dilaporkan aktiva tidak berwujud hanya net value-nya (nilai bersih) setelah dikurangi oleh akumulasi amortisasi.

                  Akumulasi amortisasi ini tidak disajikan dalam neraca
                  Khusus mengenai perlakuan goodwill, lebih jauh bisa dibaca disini : Pengertian Goodwill

                  4 Perbedaan PIUTANG DAGANG dan PIUTANG WESEL

                  4 Perbedaan PIUTANG DAGANG dan PIUTANG WESEL

                  Piutang Dagang Vs Piutang Wesel

                  Piutang dagang dan piutang wesel adalah tagihan (piutang) yang timbul karena adanya transaksi penjualan barang secara kredit.

                  Dimana letak perbedaannya ?

                  Perhatikan infografis dibawah ini

                  perbedaan piutang dagang dan piutang wesel

                  # Piutang Dagang

                  1. Tidak Tertulis

                  Piutang dagang adalah tagihan yang tidak disertai surat perjanjian tertulis (formal). Biasanya hanya mengandalkan unsur kepercayaan terhadap pelanggan dan kebijakan dari perusahaan.

                  Namun begitu, biasanya pada transaksi penjualan kredit yang menimbulkan piutang dagang, pada faktur penjualan umumnya terdapat syarat pembayaran yang harus dilunasi oleh kreditur.

                  Syarat pembayaran ini contohnya 2/10, n/30.

                  Artinya, pembeli akan mendapatkan diskon apabila melunasi utangnya 10 hari pertama setelah pembelian. Dan jangka waktu pelunasan piutang selama 30 hari setelah hari pembelian kredit dilakukan.

                  2. Jangka Waktu

                  Umur piutang dagang tidak lebih dari satu tahun. Jadi piutang dagang termasuk salah satu jenis aktiva lancar.

                  3. Tidak Bisa Diperjualbelikan

                  Piutang dagang tidak bisa diperjual belikan kepada pihak ketiga.

                  Ketika perusahaan membutuhkan dana segera, piutang dagang tersebut tidak bisa dijual kepada pihak lain. Harus menunggu pelanggan (kreditur) tersebut melunasinya.

                  4. Tidak terdapat Bunga

                  Pada piutang dagang tidak ada bunga yang dibebankan kepada kreditur. Bahkan lebih sering diberikan potongan (diskon) dengan syarat tertentu seperti syarat pembayaran 2/10, n/30

                  Tambahan:
                  Umumnya, pelanggan yang diberikan piutang dagang adalah pelanggan lama dengan nominal yang tidak terlalu besar.

                  Selain pelanggan model tersebut, biasanya perusahaan tidak memberikan fasilitas penjualan kredit atau menggunakan Piutang Wesel.

                  # Piutang Wesel

                  1. Terdapat Surat Resmi

                  Piutang wesel adalah tagihan (piutang) yang disertai dengan surat perjanjian tertulis. Formal. Resmi.

                  Isi surat perjanjian utang tersebut berisi tentang kesanggupan kreditur untuk membayarkan uang sejumlah yang tertera pada surat dan pada jangka waktu yang sudah ditentukan.

                  2. Jangka Waktu

                  Umumnya, piutang wesel berjangka waktu kurang dari 2 bulan. Namun begitu juga terdapat piutang wesel yang berjangka waktu lebih dari satu tahun.

                  Piutang wesel yang kurang dari satu tahun termasuk kedalam aktiva lancar.

                  Sedangkan piutang wesel yang jangka waktunya lebih dari satu tahun tidak lagi termasuk kedalam aktiva lancar, melainkan piutang jangka panjang (tidak lancar).

                  3. Bisa Diperjual belikan

                  Piutang wesel bisa diperjualbelikan kepada pihak ketiga. Atau dipindahtangankan.

                  Ketika perusahaan membutuhkan dana jangka pendek, perusahaan bisa menjual piutang wesel yang dimilikinya kepada pihak lain. Umumnya dijual kepada Bank.

                  Namun, harga penjualan piutang wesel lebih rendah / dipotong dari nilai wesel tersebut (didiskontokan) .

                  4. Terdapat Bunga

                  Pada piutang wesel umumnya disertai dengan bunga yang harus ditanggung oleh kreditur. Bunga ini nanti akan menjadi tambahan pendapatan selain penjualan barang.

                  Namun ada juga wesel tanpa bunga.

                  Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

                  Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

                  Struktur modal adalah persentase antara utang dan kepemilikan perusahaan (Ekuitas vs Utang). Struktur modal bisa berubah karena adanya kebijakan dan tindakan yang diambil oleh perusahaan yang berhubungan dengan pendanaan.

                  Setidaknya ada 10 faktor yang bisa mempengaruhi struktur modal perusahaan.

                  Disini akan dijabarkan satu persatu.

                  Faktor yang Berpengaruh terhadap Struktur Modal Perusahaan

                  tabel faktor struktur modal
                  10 faktor yang mempengaruhi struktur modal

                  01. Struktur Aktiva | Tangibility

                  Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap struktur modal adalah struktur aset/aktiva perusahaan.

                  Lho, kita sedang membahas struktur modal, kenapa malah membahas struktur aset ?

                  Dan apa bedanya struktur modal dan struktur aset ?

                  Begini...

                  Setiap aktiva yang dimiliki oleh perusahaan semuanya bersumber dari struktur modal.

                  Seperti yang kita ketahui, struktur modal terdiri dari utang dan ekuitas.

                  Jadi, semua aktiva yang dimiliki berasal dari utang dan modal perusahaan.

                  Untuk memudahkan seperti apa struktur aktiva itu, coba lihat neraca dibawah ini

                  faktor struktur modal
                  struktur aset berada dalam sisi kiri neraca

                  # Bagaimana struktur aktiva bisa mempengaruhi struktur modal ?

                  Setiap perusahaan memiliki struktur modal yang berbeda beda. 

                  Perusahaan di industri jasa memiliki struktur modal yang berbeda dengan industri manufaktur dan industri perdagangan.

                  Struktur aset pada perusahaan industri jasa cenderung lebih didominasi oleh aktiva tetap. Perusahaan cenderung mengutamakan penambahan modal baru untuk memperoleh aktiva tetap.

                  Utang merupakan alternatif berikutnya.

                  Struktur aset pada perusahaan industri dagang cenderung lebih didominasi oleh aktiva lancar. Perusahaan dagang lebih mengutamakan daripada menambah modal.

                  Sedangkan struktur aset pada perusahaan manufaktur cenderung lebih seimbang dan lebih melihat kebutuhannya.

                  Tapi tunggu dulu....

                  Ada pendapat lain mengenai struktur aktiva.

                  Menurut Smart, Gitman dan Megginson [2004], perusahaan yang memiliki aktiva tetap lebih banyak daripada aktiva lancarnya cenderung memiliki utang yang lebih tinggi.

                  Hal ini karena aktiva tetap bisa dijadikan jaminan atas hutang jika perusahaan sedang mengalami kesulitan finansial dan membutuhkan dana dari luar perusahaan.

                  Tapi apapun itu, poinnya adalah bahwa ada pengaruh dari struktur aktiva terhadap struktur modal perusahaan.

                  02. Ukuran Perusahaan | Firm Size

                  Pernahkah kita mendengar sebuah perusahaan skala kecil melantai dibursa efek ? menerbitkan saham baru atau obligasi ?

                  Sangat jarang bahkan kita hampir tidak pernah mendengarnya.

                  Perusahaan kecil tidak memiliki akses dan kemampuan melantai di bursa.

                  Struktur modal perusahaan kecil biasanya terdiri dari hutang bank atau laba periode sebelunya (retained earning).

                  Perusahaan kecil kemungkinan memiliki arus kas yang masih rendah untuk berinvestasi dan cenderung enggan bekerja sama dengan pihak lain untuk dijadikan partner bisnisnya atau sebaliknya pihak lain yang masih enggan bekerja sama dengan perusahaan kecil.

                  Disisi lain, perusahaan besar memiliki "nama", reputasi dan kredibilitas yang tinggi dengan mudah bisa menerbitan saham baru ataupun obligasi di pasar modal.

                  Perusahaan besar memiliki opsi dan akses pendanaan yang lebih banyak dan mudah dibandingkan dengan perusahaan kecil.

                  Jadi bisa kita lihat, ukuran perusahaan bisa mempengaruhi struktur modal perusahaan tersebut.

                  03. Profitabilitas Perusahaan | Profitability

                  Profitabilitas perusahaan adalah bagaimana perusahaan menghasilkan tingkat keuntungan disetiap periodenya. Profitabilitas disini adalah laba perusahaan sebelum dikurangi bunga dan pajak (earning before interest and taxes/EBIT).).

                  Menurut Frank dan Goyal [2004], profitabilitas perusahaan yang tinggi dan stabil cenderung memiliki struktur utang yang rendah.

                  Kita semua tahu bahwa perusahaan dengan profit atau keuntungan yang tinggi pasti memiliki dana internal yang lebih banyak.

                  Laba ditahannya lebih banyak daripada perusahaan yang menghasilkan laba sedikit.

                  Sejalan dengan teori pecking order yang lebih mengutamakan pendanaan internal dari pada eksternal, perusahaan yang memiliki cadangan laba yang melimpah cenderung membiayai kebutuhannya menggunakan laba ditahan.

                  Cadangan laba ditahan yang tinggi memungkinkan perusahaan bisa memenuhi seluruh kebutuhannya tanpa harus mengambil dana dari luar perusahaan.

                  Ini menunjukkan tingkat profitabilitas perusahaan bisa mempengaruhi struktur modal perusahaan.

                  04. Tingkat Pertumbuhan Perusahaan | Growth

                  faktor struktur modal pertumbuhan
                  tingkat pertumbuhan mempengaruhi struktur modal

                  Faktor yang berpengaruh terhadap struktur modal lainnya adalah tingkat pertumbuhan perusahaan itu sendiri.

                  Maksudnya begini....

                  Perusahaan yang sedang berkembang dengan pesat tentu ingin melakukan ekspansi usaha yang lebih besar.

                  Misalnya dengan membangun pabrik baru, membeli mesin baru atau membeli barang modal lainnya yang membutuhkan dana yang besar.

                  05. Risiko Bisnis | Business Risk

                  Risiko bisnis perusahaan akan berpengaruh terhadap struktur modalnya.

                  Semakin tinggi risiko bisnis perusahaan, maka perusahaan cenderung kesulitan dalam memperoleh pendanaan dari sumber eksternal.

                  Dan hal itu akan mendorong perusahaan untuk memaksa menggunakan dana dari sumber internal. Laba ditahan.

                  Ilustrasinya.....

                  Sebuah perusahaan tambang ketika melakukan eksplorasi.

                  Eksplorasi adalah kegiatan meneliti, mencari barang tambang. 

                  Kegiatan ini belum tentu berhasil. Belum tentu menemukan tambang yang diinginkan.

                  Tapi kegiatan ekplorasi membutuhkan biaya yang sangat besar.

                  Hasil belum pasti tapi biaya yang dikeluarkan sangat besar.

                  Risikonya sangat tinggi.

                  Dengan risiko yang tinggi seperti ini...

                  Sangat sulit untuk mencari kreditur yang mau memberikan pinjaman.

                  Sangat sulit untuk mengajak calon investor lain untuk bergabung dalam perusahaan ini.

                  Semua takut rugi.

                  Maka dari itu, perusahaan dengan risiko besar seperti ini cenderung menggunakan dana internal yang mereka miliki untuk membiayai kegiatannya ketika tidak ada lagi yang bersedia untuk diajak bekerja sama.

                  Tetapi...

                  Walaupun risiko bisnis ini tinggi, jika perusahaan memiliki aktiva tetap yang banyak.

                  Kreditur bisa saja memberikan pinjaman dengan jaminan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan.

                  Jadi utang adalah alternatif terbaik dalam bisnis dengan risiko yang besar jika laba ditahan tidak mencukupi.

                  06. Pengandalian Perusahaan | Enterprice Controlling

                  Struktur modal perusahaan "pemiliknya"nya adalah kreditur dan pemegang saham.

                  Dan manajer adalah agen dari pemegang saham

                  Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perusahaan akan selalu berhadapan dengan masalah keagenan (agency problem)

                  Jika anda kurang memahami apa itu masalah keagenan, ada baiknya membaca Teori Agensi dulu.

                  Salah satu cara mengatasi masalah keagenan adalah dengan mengambil utang sebagai sumber pendanaan.

                  Tujuannya adalah agar tercipta pengendalian dari luar perusahaan.

                  Yaitu kreditur.

                  Dengan mengambil utang, baik dalam bentuk hipotik maupun obligasi. Kreditur juga akan ikut mengawasi manajemen perusahaan agar tetap memiki kinerja yang bagus.

                  Kreditur ingin memastikan bahwa perusahaan sanggup untuk membayar utang dan bunganya.

                  Jadi perusahaan yang ingin adanya pengendalian dari luar perusahaan harus memikirkan bahwa tindakan ini akan mengubah struktur modal dengan adanya utang baru.

                  07. Biaya Modal | Cost of Capital

                  Ketika sebuah perusahaan akan memilih apakah mencari utang atau menerbitkan saham baru, salah satu faktor yang harus diperhitungkan adalah biaya modal.

                  Biaya modal adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan dana. Baik dana yang berasal dari utang ataupun tambahan ekuitas.

                  Yang menjadi prioritas perusahaan adalah sumber dana yang memiliki biaya modal yang paling murah.

                  08. Kestabilan Penjualan | Stability of Sales

                  Kinerja penjualan produk yang relatif stabil berefek pada aliran kas perusahaan yang ikut stabil.

                  Selanjutnya, aliran kas yang stabil memungkinkan perusahaan untuk mengambil hutang yang lebih besar.

                  Perusahaan bisa mengandalikan aliran kas hasil penjualan sebagai kekuatan untuk melunasi pokok utang dan bunganya.

                  Selain berefek pada aliran kas, tingkat kestabilan penjualan juga akan berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas yang juga merupakan salah satu faktor yang bisa berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.

                  Namun ada pendapat lain mengenai kestabilan penjualan ini.

                  Kamaludin dan Indriani [2002] menentang bahwa kestabilan penjualan akan membuat utang perusahaan lebih besar. 

                  Mereka berpendapat sebaiknya.

                  Penjualan yang stabil akan membuat laba semakin meningkat.

                  Laba yang meningkat memungkinkan perusahaan menggunakan laba (laba ditahan) tersebut sebagai sumber dana mereka.

                  Sehingga perusahaan tidak membutuhkan utang lagi.

                  Namun pointnya adalah, terlepas dari adanya perbedaan pendapat mengenai kestabilan penjualan.

                  Semua pendapat tersebut setuju bahwa tingkat kestabilan penjualan memiliki pengaruh terhadap struktur modal perusahaan.

                  09. Peraturan Undang Undang | Goverment Law

                  Dalam industri tertentu, peraturan pemerintah bisa sangat berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.

                  Bahkan batas batas persentase utang dan ekuitasnya sudah ditentukan.

                  Tidak boleh dilanggar.

                  Baik itu oleh badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta sekalipun.

                  Tapi tidak semua perusahaan harus mematuhinya.

                  Hanya berlaku khusus pada jenis industri dan perusahaan tertentu saja.

                  Industri dan perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan di industri perbankan.

                  Perlakuan ini tentunya sudah melalui kajian matang mengapa industri perbankan dibatasi ruang gerak struktur modalnya.

                  10. Preferensi Stakeholder | Stakeholder Preference

                  Bagaimana saya menjelaskan bagian ini.....

                  Begini....

                  Struktur modal perusahaan diputusakan oleh stakeholder (pihak yang berkepentingan) yang terlibat.

                  Apapun yang mereka putuskan akan berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.

                  Stakeholder yang dimaksud adalah manajer perusahaan, pemegang saham dan kreditur.

                  Semua pihak mempunyai penilaian subjektif terhadap struktur modal.

                  Mereka memiliki preferensi, pandangan dan kepentingan yang berbeda beda.

                  Ada yang suka berhutang ada yang tidak.

                  Ada yang suka menerima dividen (artinya akan ada pendanaan yang berasal dari external)

                  Ada yang lebih memilih obligasi daripada penerbitan saham baru.

                  Ada yang suka risiko tinggi, ada yang lebih suka bermain aman.

                  Macam-macam.....

                  Tapi yang jelas bahwa apapun pandangan mereka.

                  Apapun keputusan mereka. 

                  Struktur modal bisa terpengaruh oleh keputusan dan tindakan mereka.

                  Itulah tadi 10 hal yang bisa berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan. 

                  Apabila dirasa ada yang kurang, tidak sesuai, silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar.

                  Fungsi Utama Manajemen Keuangan

                  Fungsi Utama Manajemen Keuangan

                  Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Pepatah tersebut mungkin memang benar adanya. Terlebih apabila kita berbicara tentang hidup dan matinya sebuah perusahaan.

                  Uang yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak sangat buruk bagi perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan bahkan bisa saja ditentukan oleh bagaimana pengelolaan keuangan perusahaan tersebut dijalankan. Bagaimana cara mengelola keuangan perusahaan ?

                  Manajemen keuangan adalah jawabannya. Pastikan manajemen keuangan diperusahaan tersebut bisa berfungsi dengan baik. Apa saja fungsinya ?

                  Berikut 5 fungsi pokok dari manajemen keuangan yang umum terdapat pada perusahaan:
                  1. Fungsi Perencanaan Keuangan (Planning)
                  2. Fungsi Anggaran (Budgeting)
                  3. Fungsi Pengendalian Keuangan (Controlling)
                  4. Fungsi Pemeriksaan Keuangan (Auditing)
                  5. Fungsi Pelaporan Keuangan (Reporting)
                  Manajemen Keuangan


                  1. Fungsi Perencanaan Keuangan | Planning

                  Perencanaan keuangan tidak hanya berlaku ketika perusahaan akan memulai bisnisnya. Ketika perusahaan telah berjalan, Ketika perusahaan ingin melakukan pengembangan usaha. Perencanaan keuangan mutlak diperlukan.

                  Rencana keuangan akan menjadi pedoman untuk melangkah kedepan. Perusahaan bisa dengan mudah memprediksi pengeluaran dan pemasukan yang akan terjadi diperiode mendatang.

                  Manajer keuangan akan mengetahui besar kecilnya kekuatan keuangan perusahaan. Manajemen akan menilai sejauh mana perusahaan akan mampu untuk memenuhi pembiayaan dan menyusun rencana operasional usaha yang lebih baik. Misalnya dengan adanya perencanaan meningkatkan kapasitas mesin atau menambah gudang baru untuk kegiatan operasional. Mana yang lebih membutuhkan.

                  Fungsi perencanaan keuangan terdiri dari perencanaan laba rugi dan arus kas perusahaan. Manajemen keuangan juga berupaya menyusun rencana pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Menyusun kegiatan-kegiatan yang lain pada suatu periode.

                  Tanpa perencanaan keuangan yang matang, bisa jadi pengeluaran akan menjadi kurang efektif. Tidak efisien. Pemasukan yang diharapkanpun bisa tidak memuaskan.

                  2. Fungsi Anggaran | Budgetting

                  Fungsi anggaran terdiri dari rencana penerimaan beserta pengalokasian anggaran yang efektif dan efisien dalam memaksimalkan dana perusahaan yang dimiliki.

                  Fungsi Anggaran ini merupakan tindakan lanjutan dari fungsi perencanaan keuangan. Terdapat detail-detail pemasukan dan juga pengeluaran perusahaan.

                  Manajemen keuangan harus dengan teliti menilai beberapa catatan penting dalam menyusun anggaran. Berapa banyak uang masuk. Berapa banyak uang keluar. Seberapa besar arus kas yang ada.

                  Penilaian jeli manajer keuangan sangat dibutuhkan dalam menyusun anggaran. Terlebih anggaran operasional. Manajer harus bisa menganggarkan kapan harus melakukan pembelian peralatan baru, kapan dan berapa besar perlunya tambahan investasi, kapan harus menaikkan gaji pegawai dan pertanyaan-pertanyaan lain yang mempengaruhi fungsi anggaran perusahaan.

                  3. Fungsi Pengendalian Keuangan | Controlling

                  Manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki sistem keuangan yang ada dalam perusahaan. Dalam perjalanan operasional perusahaan, fungsi pengendalian keuangan sangat diperlukan .

                  Pengendalian keuangan bisa diterapkan dengan membuat prosedur dan kebijakan yang bisa mencegah atau paling tidak meminimalisir kesalahan dalam mengelola keuangan.

                  Bagaimana cara mencatat pengeluaran dan pendapatan ? Metode apa yang dipakai dalam pencatatan maupun pelaporan keuangan ? Bagaimana pengakuan pendapatan ? Bagaimana pajak yang ada ditangani ? Hal-hal tersebut bisa dipakai manajemen untuk melakukan pengendalian terhadap keuangan perusahaan.

                  Bukan hanya itu saja. Perubahan-perubahan kondisi dan situasi yang luput dari prediksi dan rencana kerap terjadi. Baik perubahan yang terjadi di internal maupun di eksternal perusahaan. Terlebih perubahan kondisi yang tidak disengaja dan tidak diinginkan terjadi. Manajemen bisa dengan segera melakukan penyesuaian dan pengendalian terhadap keuangan perusahaan agar tidak terdampak buruk.

                  Mengendalikan pengeluaran ataupun mengontrol pemasukan. Setinggi apapun pendapatan yang bisa diperoleh namun diiringi oleh pengeluaran yang tidak terkendali karena adanya perubahan yang terjadi. Maka hasilnya bisa saja sia-sia. Tidak maksimal.

                  Pos-pos anggaran mana yang harus dikurangi. Pos mana yang harus ditambah. Pos anggaran mana yang harus dialihkan. Anggaran mana yang patut ditunda realisasinya. Manajer harus jeli melihat hal ini. Fungsi pengendalian keuangan bisa membantu operasional perusahaan bisa berjalan stabil dan optimal.

                  4. Fungsi Pemeriksaan Keuangan | Auditing

                  Manajemen keuangan memeriksa kondisi internal keuangan perusahaan supaya kondisi keuangan selaras dengan apa yang diharapkan dan sesuai dengan kaidah dan standar yang ada dengan meminimalisir penyimpangan yang ada.

                  Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi bisa dengan mudah diketahui. Kemudian diambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap penyimpangan yang ada.

                  Misalnya laporan audit internal menemukan adanya biaya pemasaran yang membengkak namun tidak diikuti oleh kenaikan kinerja. Tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Biaya operasional menjadi tidak sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Merugikan.

                  Manajemen keuangan lantas bisa segera mengambil tindakan atas situasi yang terjadi tersebut. Ditelusuri mengapa terjadi pembengkakan biaya? Apakah ada oknum yang melakukan penyimpangan? Apakah ada pos-pos yang boros? Penggunaan dana yang tidak tepat? atau ada sebab lain. Apa langkah yang akan diambil agar tidak terjadi lagi. Itulah perlunya melakukan Audit.

                  5. Fungsi Pelaporan Keuangan | Reporting

                  Manajemen keuangan berkewajiban untuk menyusun laporan mengenai kondisi keuangan beserta analisis rasio keuangannya. Laporan keuangan ini nanti juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi.

                  Mau tahu berapa laba atau rugi yang dihasilkan oleh perusahaan ? Berapa kenaikan aset perusahaan ? Berapa jumlah pertambahan utang perusahaan ? Berapa kenaikan omzet penjualan perusahaan ? Dan berapa-berapa lainnya bisa dijawab dengan pasti oleh fungsi pelaporan keuangan melalui laporan keuangan yang disusun.

                  Laporan keuangan ini nanti akan dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh manajemen. Sebagai bahan evaluasi. Bisa juga sebagai proyeksi trend perusahaan kedepan.

                  Fungsi Manajemen Keuangan Berkaitan Keputusan Keuangan

                  Fungsi manajemen keuangan yang berkaitan dengan keputusan keuangan akan berdampak pada nilai perusahaan. Keputusan keuangan berorientasi penuh pada tujuan perusahaan. Yang tidak lain adalah meningkatkan nilai perusahaan dan para pemiliknya.

                  Keputusan keuangan ini erat kaitannya dengan ruang lingkup manajemen keuangan. Manajer keuangan bertugas untuk mengambil keputusan keuangan dengan cermat. Umumnya terdapat 3 keputusan keuangan. Yaitu:
                  1. Keputusan Investasi
                  2. Keputusan Pendanaan 
                  3. Keputusan Deviden

                  1. Keputusan Investasi

                  Keputusan investasi atau penggunaan dana berbicara mengenai bagaimana manajer keuangan dalam memilih dan mengambil keputusan investasi atau alternatif investasi menggunakan dana yang dimiliki.

                  Bagaimana manajer keuangan dalam mengalokasikan dana yang dimiliki kedalam investasi yang menguntungkan perusahaan dimasa depan. Bentuk investasi, macam-macam investasi, komposisi dan kombinasi alternatif investasi yang seperti apa yang harus diputuskan dan bisa memberikan keuntungan yang maksimal dimasa datang.

                  Keuntungan atas investasi yang akan ditanamkan tersebut sangat sulit untuk diprediksi dengan pasti. Setiap investasi akan berhadapan dengan resiko dan ketidakpastian. 

                  Bagaimana Manajemen Keuangan Menggunakan Dana ?

                  Dana adalah suatu yang begitu sangat diperlukan oleh perusahaan. Perusahaan yang mengalami kekurangan dana menjadi lebih sulit untuk berkembang.

                  Untuk bisa menghindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, manajer keuangan harus bisa merencanakan penggunaan atas dana yang diperoleh dengan sebaik baiknya serta semaksimal mungkin dalam memanfaatkannya
                  .
                  Dana yang diperoleh perusahaan bisa diinvestasikan kedalam aset tetap ataupun kedalam aktiva lancar.

                  Manajer keuangan yang menginvestaikan dananya pada aktiva tetap, mengharapkan investasinya akan memberikan hasil (ROI) dalam rentang waktu lebih satu periode atau satu tahun.

                  Sedangkan dana yang ditanam pada aktiva lancar, diharapkan bisa kembali dalam rentang jangka waktu yang pendek, kurang dari satu tahun buku.

                  Ketika menggunakan dana perusahaan, manajer keuangan wajib memperhatikan sumber dana itu dari mana diperoleh.

                  Apabila dana yang diperoleh digunakan perusahaan untuk diinvestasikan dalam bentuk aktiva tetap, maka perusahaan harusnya memilih sumber pendanaan yang berjangka waktu lama atau jangka panjang.

                  Demikian juga sebaliknya. Apabila dana yang diperoleh diinvestasikan kedalam bentuk aktiva lancar, maka sebaiknya perusahaan memilih sumber pendanaan yang bersifat jangka pendek.

                  2. Keputusan Pendanaan

                  Keputusan pendanaan (financing) sering juga disebut dengan kebijakan struktur modal.

                  Dalam menjalankan kebijakan pendanaan, manajer keuangan harus mengkaji berbagai alternatif sumber pendanaan untuk kemudian dianalisis. Dari hasil analisa tersebut menghasilkan keputusan alternatif sumber pendanaan ataupun kombinasi sumber dana yang mana yang nantinya akan dipilih.

                  Sumber dana yang dipilih umumnya memiliki biaya yang paling minimal. Dana yang diperoleh inilah yang nanti akan digunakan untuk belanja kebutuhan investasi atau kegiatan perusahaan yang lain.

                  Bagaimana Manajemen Keuangan Memperoleh Dana ?

                  Untuk menjalankan aktivitas perusahaan, manajer keuangan dituntut untuk bisa menentukan berapa jumlah dana tersedia serta bisa menentukan darimana saja sumber dana itu bisa diperoleh.

                  Secara umum, sumber dana bisa diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber internal perusahaan dan sumber eksternal perusahaan.

                  Sumber dana yang berasal dari internal perusahaan merupakan dana yang dihasilkan atau dibentuk sendiri oleh perusahaan tersebut.

                  Sumber dana yang berasal dari internal perusahaan terdiri atas berbagai sumber, diantaranya : laba ditahan (retained earning), penyusutan, saham pemilik dan yang lainnya

                  Sedangkan dana yang bersumber dari eksternal atau dari luar perusahaan umumnya terbagi atas dua kelompok, yaitu sumber dana jangka pendek dan sumber dana jangka panjang.

                  Sumber dana jangka pendek yang bisa diperoleh antara lain dari kredit usaha atau kredit dagang, kredit dari bank, surat berharga dan yang lainnya.

                  Sedangkan dana yang bersumber dari dana jangka panjang bisa diperoleh dari berbagai sumber, contohnya :
                  • Pinjaman Obligasi - pinjaman dalam jangka waktu yang lama, dimana pihak debitur mengeluarkan surat pengakuan utang yang memiliki nilai nominal tertentu. 
                  • Utang Hipotik - yaitu pinjaman dalam tempo jangka waktu yang panjang, dimana pihak kreditur diberi hak hipotek terhadap suatu barang yang tidak bergerak dan apabila pihak debitur tidak dapat memenuhi kewajiban maka barang tersebut bisa dijual dan hasil dari penjualan barang tersbut bisa menutupi kewajibannya.
                           Baca juga : Sumber Dana Perusahaan

                  3. Keputusan Deviden

                  Deviden adalah bagian laba yang dihasilkan perusahaan yang dibayarkan kepada pemilik saham. Deviden ini sangat dinantikan oleh para pemilik saham. 

                  Ketika laba diperoleh, akan ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi.

                  Pertama. Laba akan ditahan, tidak dibagikan kepada pemegang saham dan kemudian laba ini nanti akan digunakan sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan. 

                  Kedua. Seluruh laba yang dihasilkan akan dibagikan kepada pemilik saham. Inilah yang namanya deviden. Maka tidak ada lagi sisa laba yang bisa menjadi sumbet pendanaan bagi perusahaan.

                  Ketiga. Kombinasi laba ditahan dan deviden yang dibagikan. Persentase besar kecilnya jumlah laba ditahan dan deviden yang dibagikan harus diperhitungkan dengan cermat. Berapa kebutuhan pendanaan perusahaan dan berapa kesanggupan pembayaran deviden. Dengan melihat kondisi dan situasi perusahaan yang ada beserta rencana-rencana perusahaan kedepannya.

                  Keputusan deviden juga menyangkut hal-hal mengenai rencana perusahaan dalam melakukan seperti pembelian saham kembali (buy back), pemecahan nominal saham (stock split). deviden tunai, stabilitas pembayaran deviden. Tujuannya cuma satu, yaitu meningkatkan nilai perusahaan.

                  Penutup

                  Pada akhirnya. manajemen keuangan berfungsi untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Melakukan penilaian terhadap tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Menganalisa hambatan yang ada dan yang akan muncul ketika pengambilan keputusan keuangan.

                  Tidak sedikit perusahaan yang dengan terpaksa harus memperlambat bahkan menghentikan kegiatan usahanya karena masalah keuangan yang tak stabil. Ketidakstabilan kondisi keuangan merupakan contoh nyata peran manajemen keuangan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

                  Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

                  Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

                  Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen ?

                  Kebijakan dividen berhubungan dengan pertanyaan apakah dividen dibagikan atau tidak ?

                  Jika dibagikan, berapa nominal dividen yang akan dibagikan?

                  Kebijakan dividen perusahaan bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Setidaknya ada 8 hal yang harus diperhatikan perusahaan sebelum menetapkan kebijakan dividennya. Ke-8 faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen antara lain:
                  1. Posisi Likuiditas Perusahaan
                  2. Kebutuhan Dana untuk Membayar Utang
                  3. Tingkat Ekspansi Aktiva
                  4. Stabilitas Laba
                  5. Peraturan Hukum Perundang-undangan
                  6. Pengendalian Perusahaan
                  7. Pembatasan dalam Perjanjian Utang
                  8. Kemampuan untuk Meminjam
                  faktor kebijakan dividen
                  Sumber gambar : iconfinder.com

                  1. Posisi Likuiditas Perusahaan

                  Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar.

                  Posisi likuiditas perusahaan sangat berpengaruh dalam pengambilan kebijakan dividen. Semakin lancar likuiditas perusahaan, semakin besar juga kemampuan perusahaan untuk membagikan dividen.

                  Ketika sebuah perusahaan tidak cukup likuid.

                  Kas yang masuk sedikit. Dan utang jangka pendeknya harus segera dibayarkan.

                  Dalam kondisi seperti itu....

                  Apakah perusahaan harus membagikan dividen atau tidak ?    

                  Apabila perusahaan membagikan dividen disaat keuangan tidak likuid, resiko gagal bayar hutang akan sangat tinggi.

                  Perusahaan akan kesulitan membayar utang dan bahkan kesulitan dalam melakukan kegiatan operasinal seperti biasa.

                  Hal Ini karena kondisi keuangan yang sudah tidak bagus, ditambah lagi harus membagikan keuntungan kepada para pemegang saham.

                  Umumnya, apabila perusahaan dalam kondisi seperti ini, perusahaan seharusnya memutuskan untuk tidak membagikan dividen dalam bentuk uang tunai. Terlebih apabila perusahaan tersebut sedang tumbuh berkembang dan membutuhkan suntikan dana untuk berinvestasi.

                  Jadi, tingkat likuiditas perusahaan sangat berpengaruh terhadap kebijakan dividen perusahaan.

                  2. Kebutuhan Dana untuk Membayar Utang

                  Ketika perusahaan menghasilkan laba dan memiliki hutang jangka panjang yang akan jatuh dalam waktu dekat. Apa yang harus dilakukan dengan laba yang dihasilkan tersebut?

                  Tentu ada banyak kemungkinan yang bisa dilakukan.

                  Pertama...

                  Perusahaan bisa melunasi utang tersebut menggunakan laba yang dihasilkan. Dan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

                  Dan jika ada sisa laba dari pelunasan hutang, maka sisa tersebut bisa dibagikan kepada pemilik saham.

                  Kedua...

                  Perusahaan bisa tetap membagikan dividen tanpa harus memikirkan hutang yang akan segera jatuh tempo.

                  Pelunasan hutang bisa menggunakan alternatif pendanaan lain dari luar perusahaan.

                  Bisa penerbitan saham baru, melunasi utang dengan hutang baru (menerbitkan obligasi atau hipotik).

                  Bahkan bila memungkinkan bisa mengkonversi utang tersebut menjadi saham. Tentunya dengan melalui proses yang panjang.

                  Apapun yang ditempuh, laba ditahan mau dipakai untuk membayar utang atau dibagikan dengan dividen, akan memiliki konsekuensi masing masing.

                  Yang jelas, apabila perusahaan memilih untuk memakai laba untuk pembayaran utang, maka akan berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam membagikan dividen kepada pemegang saham akan semakin kecil.

                  3. Tingkat Ekspansi Aktiva | Kebutuhan Dana Perusahaan

                  Perusahaan yang sedang berkembang tentu membutuhkan tambahan sumber daya perusahaan. Salah satunya adalah aktiva perusahaan.

                  Ketika permintaan semakin tinggi, namun tidak diimbangi dengan aktiva perusahaan yang terbatas, maka perusahaan tidak akan mampu memaksimalkan pendapatannya.

                  Salah satu caranya adalah dengan melakukan perluasan usaha.

                  Bangun pabrik baru, beli mesin baru, beli tanah baru dan lainnya. Artinya dengan menambah aktiva.

                  Darimana pendanaan untuk menambah aktiva perusahaan ?

                  Salah satunya adalah kebijakan dividen. Menggunakan laba ditahan.

                  Semakin banyak dana yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha, untuk meningkatkan aktiva, maka semakin kecil peluang perusahaan untuk membagikan dividen.

                  Begitu juga sebaliknya, semakin sedikit kebutuhan pengembangan aktiva, maka semakin besar laba ditahan yang bisa dibayarkan dalam bentuk dividen.

                  Namun apabila perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen lebih besar kepada pemegang saham, maka sisa laba ditahan yang bisa digunakan untuk pembiayaan pengembangan usaha akan semakin kecil.

                  Ketika perusahaan sudah mencapai titik jenuh, dimana pertumbuhannya sudah bisa dikatakan berada pada titik puncak. kondisinya sudah well established, dan bahkan kebutuhannya bisa dipenuhi oleh sumber eksternal, pada umumnya perusahaan akan membayarkan dividen dengan rasio yang cenderung tinggi.

                  4. Stabilitas Laba

                  faktor kebijakan dividen
                  stabilitas harga: faktor kebijakan divien | source

                  Perusahaan yang menghasilkan laba yang stabil disetiap periode bisa dengan mudah memprediksi besar kecilnya laba yang akan dihasilkan diperiode yang akan datang.

                  Perencanaan mengenai sumber dana dan penggunaannya jauh lebih terarah.

                  Bisa terbaca dengan baik.

                  Rencana pengembangan usaha, jadwal pembayaran utang, atau anggaran pengeluaran yang lainnya bisa disusun dengan mudah.

                  Termasuk juga mengenai kebijakan dividen.

                  Besar kecilnya dividen yang dibagikan cenderung stabil dan lebih tinggi.

                  Apabila dibandingkan dengan perusahaan yang menghasilkan laba yang tidak stabil disetiap periodenya.

                  Misalkan tahun lalu menghasilkan laba 150 persen dan tahun ini rugi 40 persen. Maka proses pengambilan keputusan terhadap hal apapun menyangkut masa depan perusahaan akan menjadi lebih sulit.

                  Sulit diprediksi.

                  Dan kebijakan dividen pun juga terkena imbasnya.

                  Apakah dijadikan laba ditahan atau dibagikan kepemegang saham?

                  Manajemen akan mengalami kesulitan dan cenderung untuk bermain aman.

                  Pembagian dividen cenderung untuk dihindari. Jikapun dibagikan, biasanya dalam jumlah yang kecil.

                  Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga atas kondisi perusahaan yang masih fluktuatif.

                  Jadi, tingkat kestabilan laba yang dihasilkan akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan dividen perusahaan.

                  5. Peraturan Hukum Perundang Undangan

                  Peraturan hukum kebijakan dividen : source

                  Peraturan perundang-undangan mengatakan dividen dibayarkan dari laba. Baik laba tahun periode berjalan ataupun laba bersih tahun lalu yang berada di pos laba ditahan.

                  Perusahaan tidak serta merta langsung membagikan dividen sesuai keinginan.

                  Ada mekanisme peraturan hukum yang membatasi kebijakan dividen perusahaan.

                  Ada beberapa batasan hukum tentang dividen. Seperti :
                  1. Peraturan tentang laba bersih. Dividen yang bisa dibayarkan berasal dari laba bersih periode berjalan atau periode tahun sebelumnya.
                  2. Peraturan larangan pengurangan modal. Aturan ini bertujuan untuk melindungi kreditur (pemberi kredit pinjaman perusahaan) yang melarang adanya pembayaran dividen dengan mengurangi modal. Maksudnya membayarkan dividen dengan modal adalah membagi modal perusahaan. Bukan membagikan laba bersih perusahaan.
                  3. Peraturan kepailitan. Aturan ini melarang perusahaan untuk membayarkan dividen ketika perusahaan dinyatakan pailit oleh pengadilan. Membagikan dividen ketika perusahaan dinyatakan pailit berarti membagikan aset perusahaan kepada pemegang saham. Yang pada kenyataanya adalah milik atau hak dari kreditur pemberi pinjaman perusahaan.

                  6. Pengendalian Perusahaan

                  Terdapat beberapa perusahaan yang memiliki kebijakan yang hanya mengguanakan dana yang berasal dari pendanaan internal saja untuk membiayai aktivitas, investasi atau pengembangan usaha perusahaan.

                  Sumber dana hanya berasal dari LABA DITAHAN.

                  Pemegang saham tidak mendapatkan pembayaran dividen. Dan sebagian dari mereka senang.

                  Lho kok bisa ? Karena struktur modal perusahaan tidak berubah !

                  Pemegang saham yang senang adalah pemegang saham mayoritas yang memiliki kendali penuh atas perusahaan. Memiliki suara terbanyak yang tidak ingin kehilangan kendali atas perusahaannya.

                  Ketika sebuah perusahaan berencana untuk melakukan pengembangan usaha. Membutuhkan dana yang melimpah. Tapi tidak menggunakan laba ditahan, lebih memilih untuk membagikan dividen.

                  Maka akan opsi perusahaan mendapatkan dana berasal dari eksternal perushaan. 

                  Berhutang (menerbitkan obligasi atau hipotik) atau menerbitkan saham baru.

                  Apabila perusahaan mengambil opsi menerbitkan saham baru. Maka jumlah saham yang beredar akan semakin bertambah.

                  Struktur modal perusahaan akan berubah. 

                  Dan yang ditakuti oleh pemegang saham mayoritas adalah adanya kemungkinan pemegang saham mayoritas tidak lagi menjadi mayoritas.

                  Tidak lagi memiliki suara yang dominan dalam perusahaan karena adanya kepemilikan saham baru oleh orang lain.

                  Persentase jumlah saham mereka akan berkurang dan ada kesempatan pemegang saham lain yang membeli saham baru tersebut menjadi pemegang saham mayoritas. Memiliki suara mayoritas. Dan memegang kendali atas perusahaan.

                  Apabila manajemen perusahaan memperhatikan pengendalian. Manajemen mungkin akan enggan untuk menerbitkan saham baru dan akan menahan laba ditahan lebih banyak.

                  Namun apabila pemegang saham menginginkan adanya pembagian dividen, dan terlebih adanya tekanan dari beberapa pemegang saham yang menginginkan adalah peralihan kekuasaan perusahaan, maka dividen yang dibagikan akan bertambah naik.

                  Jadi, pengendalian perusahaan harus dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan dividen

                  7. Pembatasan dalam Perjanjian Utang

                  Pembatasan-pembatasan perjanjian utang ini biasanya disusun oleh kreditur perusahaan yang telah disetujui oleh perusahaan.

                  Pembatasan ini disusun oleh kreditur agar perusahaan tetap mampu melunasi utang dan bunganya.

                  Perjanjian utang, khususnya utang jangka panjang sering membatasi atau bahkan melarang perusahaan untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham.

                  Perjanjian utang tersebut umumnya menyatakan :
                  • Dividen tidak bisa dibayarkan jika modal bersih perusahaan berada dibawah jumlah atau titik yang sudah ditentukan.
                  • Perusahaan hanya bisa membayar dividen dimasa mendatang dari laba yang diperoleh setelah perjanjian utang telah ditandatangani. Jadi dividen tidak boleh dibayar dari laba ditahan perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya
                  Sebagai tambahan, umumnya kontrak utang juga sering berisi larangan pembagian dividen jika rasio kemampuan pembayaran bunga, rasio lancar dan rasio-rasio yang lain melewati batas-batas minimal yang telah ditetapkan.

                  8. Kemampuan untuk Meminjam (Berhutang)

                  Perusahaan yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam memperoleh dana pinjaman, umumnya memiliki kemampuan membayar dividen yang tinggi.

                  Apabila perusahaan memutuskan untuk memenuhi segala pendanaan melalui utang, maka besar kecilnya dividen kas yang dibayarkan kepada pemegang saham tidak akan mempengaruhi tingkat llikuiditas perusahaan.

                  Itulah 8 faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan. Semoga bermanfaat.

                  Referensi: http://odytanpar.blogspot.co.id - http://mimieconomy.blogspot.co.id/
                  Manurung Adler Haymans, [2012]. Teori Keuangan Perusahaan. Djakarta :PT Adler Manurung Press

                  Copyright © mnjmn. My Simple Template: Simple Template Design