Showing posts with label akuntansi keuangan. Show all posts
Showing posts with label akuntansi keuangan. Show all posts
Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen
perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan - Ilmu akuntansi dalam dunia bisnis memiliki peran yang bisa dibilang sangat penting terlebih dalam menyajikan informasi keuangan yang digunakan dalam pengambilan sebuah keputusan.

Semakin banyaknya kepentingan dan keputusan yang harus diambil dari penggunaan informasi akuntansi dalam sebuah organisasi perusahaan mengakibatkan semakin berkembangannya ilmu akuntansi.

Informasi yang dihasilkan tidak hanya sebatas pada penyediaan laporan keuangan untuk tanggung jawab manajemen saja,

Tapi sebagai alat utama dalam pengambilan sebuah keputusan strategis dimasa yang akan datang, meramalkan laba perusahaan hingga keputusan akuisisi dan merger.

Walaupun ilmu akuntansi berkembang dengan pesat, namun garis besarnya masih sederhana.

Ilmu akuntansi bisa kita pilah menjadi dua type, Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen .

Kedua type ini muncul karena dinamika yang berkembang dalam perusahaan.

Ilmu akuntansi berusaha untuk memenuhi kebutuhan para penggunanya yang berbeda beda, pengambilan sebuah keputusan yang berbeda membutuhkan informasi keuangan perusahaan yang juga beda.

Apa saja perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan?

Perbedaan yang paling mendasar antara Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan bisa terlihat pada:
  • Pengguna laporan keuangan dan tujuannya
  • Ruang lingkup informasi
  • Fokus dari informasi keuangan
  • Rentang waktu
  • Kriteria bagi informasi akuntansi
  • Sifat dari informasi keuangan

# Pengguna Laporan 

- Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan bertujuan untuk menyajikan sebuah informasi keuangan perusahaan bagi pengguna yang berada di luar perusahaan (pihak eksternal).

Misalnya para pemegang saham, kreditur, karyawan, analis keuangan, pemerintah (instansi pemerintah, dirjen pajak) serta yang lainnya. 

Para pemakai laporan keuangan dari luar perusahaan ini dalam mempergunakan laporan keuangan perusahaan tidak bertujuan untuk pengambilan keputusan tentang perusahaan.

Tetapi lebih kepada mengenai keputusan jenis serta sifat hubungan yang seperti apa yang akan dijalani dengan perusahaan tersebut dimasa mendatang.

Contohnya investor, apakah akan menambah investasi atau mencabut, atau instansi pajak yang berkepentingan atas pajak yang harus diterimanya.

- Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen memfokuskan diri dalam menyediakan informasi keuangan untuk keperluan pihak manajemen atau pihak internal perusahaan.

Informasi yang dihasilkan nantinya akan dipakai sendiri oleh manajemen dan diharapkan bisa memberi manfaat bagi manajemen sebagai bahan pertimbangan evaluasi dan strategi yang akan dijalankan.

Contohnya : Manajer disemua divisi/level, eksekutif, karyawan, sales, karyawan administrasi ataupun supervisor

Baca juga artikel terkait: Pengertian Akuntansi

# Ruang Lingkup

- Akuntansi Keuangan

Laporan akuntansi keuangan menyajikan informasi keuangan mengenai perusahaan secara keseluruhan.

Contoh : Neraca, Laporan Laba Rugi, ataupun Laporan Perubahan Ekuitas.

Karena akuntansi keuangan akan dipakai oleh pihak luar, maka informasi yang dihasilkan dan disajikan adalah tentang ringkasan dan gambaran kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

- Akuntansi Manajemen

Ruang lingkup Akuntansi Manajemen cenderung lebih sempit.

Tidak fokus terhadap perusahaan sebagai satu entitas bisnis namun lebih detail lagi karena informasi yang dihasilkan bertujuan untuk melaporkan suatu bagian yang ada dalam perusahaan.

Misalnya bagian pemasaran, bagian produksi dan yang lain.

Meskipun begitu, tingkat kompleksitas ruang lingkup informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi Manajemen nanti akan sejalan dengan berbagai tingkat manajemen yang terlibat langsung dalam membuat suatu keputusan.

# Fokus Informasi

- Akuntansi Keuangan

Akuntansi Keuangan lebih berfokus kepada informasi historical (masa lalu).

Akuntansi Keuangan memberikan gambaran sekaligus menjadi sebuah bentuk pertanggung-jawaban manajemen perusahaan atas dana perusahaan yang dikelola

- Akuntansi Manajemen

Dalam hal fokus informasi, Akuntansi Manajemen lebih cenderung berorientasi kepada masa yang akan datang.

Hal ini karena pengambilan sebuah keputusan selalu menyangkut mengenai hal hal yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan di waktu yang akan datang.

Tetapi untuk sumber informasi yang nanti akan diolah bisa bervariasi, ntah itu mulai dari biaya pada masa lalu, biaya pada masa saat ini ataupun kemungkinan biaya di masa mendatang.

# Rentang Waktu

- Akuntansi Keuangan

Dari sudut rentang waktu, Akuntansi Keuangan menghasilkan laporan keuangan yang kurang fleksibel serta hanya bisa mencakup rentang jangka waktu tertentu.

Misalnya periode satu tahun, setengah tahun, kwartalan atau bulanan.

- Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen memiliki rentang waktu yang jauh lebiih fleksibel dibanding dengan Akuntansi Keuangan.

Ini bisa terjadi karena tuntutan dari manajemen yang harus mengambil keputusan penting secara cepat, singkat dan tepat, baik yang terstrukture, semi terstruktur, hingga tidak terstruktur sekalipun.

Rentang jangka waktu yang diberikan bisa harian, mingguan, bulan, bahkan hingga 10 tahun periode.

# Kreteria Informasi

- Akuntansi Keuangan

Kriteria informasi akuntansi keuangan merupakan seluruh prinsip akuntansi yang lazim digunakan atau berterima umum.

Prinsip akuntansi tersebut adalah hasil dari perumusan oleh lembaga yang berwenang seperti IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dan BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal).

Hal ini merupakan hasil dari sebuah tuntutan dari pengguna eksternal laporan keuangan perusahaan.

Pengguna eksternal laporan keuangan perusahaan tidak memiliki pengetahuan langsung tentang hal hal pencatatan didalam perusahaan.

Laporan keuangan adalah satu satu media komunikasi antara manajemen dengan pihak eksternal.

Maka laporan keuangan membutuhkan suatu standarisasi bentuk laporan keuangan.

Hal ini supaya pemakai laporan keuangan dari eksternal perusahaan bisa membandingkannya dengan laporan keuangan dari berbagai perusahaan yang beda.

- Akuntansi Manajemen

Bertolak belakang dengan akuntansi keuangan, kriteria informasi dari Akuntansi Manajemen TIDAK TERBATASI oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Tidak ada patokan selama informasi itu memberikan manfaat untuk manajemen perusahaan.

Apakah itu dalam hal pengukuran ataupun perhitungan.

Pada akuntansi manajemen, praktek praktek yang sudah terbukti berhasil serta bermanfaat pada perusahaan biasanya akan ditiru oleh perusahaan lainnya dan kemudian akan menyebar secara luas didalam dunia industri.

Selain itu, didalam Akuntansi Manajemen tidak ada komunitas atau organisasi ataupun peraturan undang undang yang mengatur prakteknya,

Selama hal itu memberi manfaat kepada manajemen perusahaan maka perusahaan akan terus mempergunakan praktek tersebut.

# Sifat Informasi

- Akuntansi Keuangan

Sifat atas informasi dari akuntansi keuangan membutuhkan tingkat ketepatan yang sangat tinggi, obyektif, bisa diuji kebenarannya, serta akurat.

Karena para penggunanya adalah pihak dari luar perusahaan.

Dalam mendapatkan tingkat ketepatan yang tinggi, pihak manajemen perusahaan terkadang wajib mempergunakan layanan jasa dari pihak ketiga yang independen dan bebas dari berbagai kepentingan bentuk apapun.

Untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan perusahaan yang telah disusun, yaitu akuntan publik atau yang lebih dikenal sebagai auditor.

- Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen memberkan informasi yang bisa membantu manajemen dalam pengambilan suatu keputusan yang berhubungan langsung dengan kebijakan perusahaan.

Baik untuk keputusan perencanaan, pengorganisasiian, pengarahan, serta pengendalian.

Pengambilan keputusan yang berhubungan langsung dengan kebijakan dalam sebuah perusahaan selalu menyangkut masa mendatang (future).

Oleh karenanya akuntansi manajemen tak hanya mengandalkan satu disiplin ilmu akuntansi saja tetapi juga mengambil disiplin ilmu yang lain seperti disiplin ilmu manajemen.

Hal ini bertujuan untuk mengatasi dan mengatur sumber daya serta waktu perusahaan.

Dan bahkan akuntansi manajemen juga memakai disiplin ilmu psikologi sosial saat melakukan estimasi serta peramalan dalam penjualan produk, pengendalian SDM.

Bukan hanya itu, akuntansi manajemen juga sering mengumpulkan informasi yang dirasa relevan dengan kebutuhan yang bersifat taksiran karena menyangkut mengenai masa yang akan datang.

Demikian adanya saya kira mengenai perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan, banya hal hal mendasar yang membedakannya yang mungkin tidak terpikirkan.

Refferensi : zahiraccounting.com

Analisa dan Pengertian Break Even Point (BEP)

Analisa dan Pengertian Break Even Point (BEP)

Pengertian Break Even Point

Break Even Point, pernah dengar istilah apa itu?

Pengertian break even point adalah kondisi dalam suatu operasi entitas bisnis tidak menghasilkan laba, pun tidak mengalami kerugian.

Dalam bahasa sederhana: IMPAS (pendapatan = beban).

Break Even Point seringkali disingkat BEP dalam penyebutannya agar mudah oleh kebanyakan orang.

analisa Break Even Point
Break Even Point

Ok, saya kutipkan beberapa pengertian break even point menurut beberapa ahli:

S Munawir | 2002

"Titik BEP (Break Even Point) atau juga titik pulang pokok adalah suatu kondisi operasi perusahaan tidak mendapatkan laba dan juga tidak mengalami kerugian (Total Biaya = Total Pendapatan)"

Abdullah | 2004

Analisis BEP yang juga disebut Cost Volume Profit analysis bagi manajemen suatu perusahaan menjadi sangat penting dalam pengambilan suatu keputusan keuangan, yaitu :
  • Untuk menetapkan angka minimal yang harusnya diproduksi oleh perusahaan supaya tidak menyebabkan kerugian
  • Menetapkan target angka penjualan yang harusnya bisa dicapai guna memperoleh laba tertentu
  • Menetapkan penurunan penjualan yang bisa ditoleransi supaya perushaaan tidak mengalami kerugian
Purba | 2002 Purba

"Break Even Point berdasar kepada suatu pernyataan yang sederhana, berapa jumlah unit produksi yang harusnya dijual guna menutupi semua biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut."

PS Djarwanto | 2002

"BEP adalah suatu kondisi impas yaitu bila telah tersusun perhitungan laba-rugi entitas bisnis pada periode tertentu, dan entitas tersebut tidak memperoleh keuntungan juga tidak mengalami kerugian."

Harahap | 2004

Pengertian BEP menurut Harahap, 2004 adalah suatu kondisi perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian artinya semua biaya biaya yang telah dikeluarkan untuk operasi produksi bisa ditutupi oleh pendapatan dari penjualan produk.

Garrison dan Noreen | 2004

Pengertian Break Even Point menurut Garrison & Noreen, 2004 adalah suatu tingkat penjualan yang dibutuhkan untuk menutupi total biaya biaya operasional yang dikeluarkan dimana BEP tersebut adalah earning before interest and tax (laba sebelum bunga dan pajak)

Langka awal dalam penentuan BEP adalah dengan membagi HPP (harga pokok penjualan) dan biaya operasional menjadi biaya tetap dan biaya variabel.

Biaya tetap merupakan fungsi waktu, bukan fungsi jumlah penjualan yang umumnya ditetapkan berdasar kontrak,

Contohnya sewa gedung.

Sedangkan biaya variabel bergantung secara langsung dengan penjualan bukan fungsi waktu.

Contohnya beban angkut barang

Manfaat Break Even Point

Berikut beberapa manfaat dari Break Even Point :
  • Sebagai alat dalam perencanaan untuk menghasilkan laba
  • BEP menyediakan informasi tentang berbagai tingkat jumlah volume suatu penjualan dan hubungannya dengan potensi mendapatkan laba berdasarkan tingkat volume penjualan yang bersangkutan
  • Untuk mengevaluasi laba entitas secara keseluruhan
  • Mengganti tebalnya sistem laporan dengan grafik yang sangat mudah dibaca atau pun dimengerti.

Komponen-komponen yang memiliki peran pada BEP adalah biaya.

Biaya di sini merupakan biaya tetap dan biaya variabel, dimana dalam praktiknya untuk menentukan atau memisahkan suatu jenis biaya apakah itu termasuk biaya tetap atau variabel bukan hal yang mudah.

Biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan dalam menghasilkan satu unit produk

Jadi apabila tidak melakukan aktivitas produksi maka biaya variabel ini tidak akan muncul,

Sedangkan biaya tetap merupakan biaya yang keluar untuk semua aktivitas entah itu untuk produksi atau pun bukan untuk produksi.
Tujuan utama dari suatu perusahaan salah satunya adalah mendapatkan keuntungan,

Untuk memperoleh keuntungan/laba secara maksimal bisa dilakukan dengan beberapa langka berikut:
  • Menekan sebisa mungkin biaya produksi atau biaya operasional sekecil kecilnya, serendah rendahnya tetapi tingkat harga, kualitas maupun kuantitas-nya tetap dipertahankan sebisanya
  • Penentuan harga jual sedemikian rupa menyesuaikan tingkat keuntungan yang diinginkan/dikehendaki
  • Volume kegiatan ditingkatkan dengan semaksimal mungkin

Kegunaan dari Break Even Point

Di atas sudah dijabarkan analisa BEP penting bagi pimpinan manajemen suatu perusahaan untuk bisa mengetahui berapa tingkat produksi dimana total biaya yang dikeluarkan akan sama dengan total jumlah penjualan.

Dengan kata lain, dengan BEP manajemen akan tahu hubungan antara produksi, harga jual, penjualan, biaya, laba atau pun rugi sehingga bisa mempermudah manajemen dalam pengambilan sebuah keputusan.

Asumsi Break Even Point

Analisis BEP akan berguna bila asumsi asumsi dasar dipenuhi, berikut diantaranya:
  • Biaya biaya yang dikeluarkan entitas bisa dikelompokkan ke dalam biaya tetap dan biaya variabel.
  • Besar kecilnya biaya variabel secara total berubah ubah secara proporsional dengan tingkat volume produksi atau pun penjualan, hal ini mengartikan bahwa biaya variable per unit adalah tetap
  • Besar kecilnya biaya tetap tidak berubah walaupun ada perubahan dalam volume produksi atau pun penjualan. Ini mengartikan biaya tetap per unit berubah ubah dengan adanya perubahan pada volume kegiatan.
  • Jumlah unit yang terjual (unit produk) sama dengan angka per unit produk yang dihasilkan/diproduksi.
  • Harga jual per unit tidak akan berubah dalam periode tertentu
  • Perusahaan hanya menghasilkan satu jenis produk. Jika lebih dari satu jenis produk, komposisi masing masing jenis produk diasumsikan tetap (konstan)

Analisis BEP juga bisa digunakan oleh manajemen perusahaan dalam pengambilan beberapa keputusan mengenai:
  • Jumlah produk minimal yang harus terjual supaya perusahaan tidak menderita kerugian
  • Jumlah minimal penjualan yang harus tetap dipertahankan supaya perusahaan tidak menderita kerugian
  • Besar kecilnya penurunan penjualan yang bisa ditoleransi agar perusahaan tak mengalami kerugian
  • Mengetahui efek dari sebuah perubahan harga, biaya atau pun tingkat volume penjualan terhadap keuntungan/laba yang didapat.

BEP juga bisa dipergunakan dalam 3 cara yang terpisah, tetapi masih saling berhubungan satu sama lainnya, yaitu digunakan untuk:
  • Menganalisis program otomatis dimana suatu entitas akan melakukan operasi dengan cara lebih mekanis serta otomatis dan mengganti biaya variabel dengan biaya tetap
  • Mengamati/menelaah impak dari suatu perluasan tingkat aktivitas operasi secara umum
  • Membuat suatu keputusan mengenai jenis produk baru yang harus dicapai apabila perusahaan  menginginkan BEP dalam suatu proyek yang diusulkan
Kita bisa menggunakannya menjadikan rumus untuk mengetahui hal hal seperti berikut ini
  • Hubungan antara biaya, penjualan serta laba
  • Mengetahui struktur biaya variable dan biaya tetap
  • Bisa mengetahui kemampuan dalam merendahkan atau menekan biaya dan batasan dimana suatu perusahaan tidak mengalami rugi dan juga laba
  • Mengetahui hubungan antara volume, biaya, harga serta laba

Analisis BEP bisa memberikan penerapan yang cukup luas untuk menguji aktivitas aktivitas yang diusulkan di dalam mempertimbangkan beberapa alternatif atau tujuan pengambilan suatu keputusan yang lain.

Analisa BEP bukan sekedar semata mata hanya untuk mengetahui kondisi perusahaan yang Impas atau break even saja
Tetapi analisa break even point bisa memberikan informasi kepada para pimpinan perusahaan mengenai berbagai tingkat volume penjualan dan juga hubungannya dengan potensi atau kemungkinan mendapatkan keuntungan menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.

Kelemahan dari Analisa Break Even Point

Walaupun analisa Break Even Point ini telah banyak dipergunakan oleh berbagai perusahaan, namun tidak bisa menafikan bahwa analisa break even point ini memiliki beberapa kelemahan.

Kelemahan yang paling menonjol dari analisa BEP adalah asumsi mengenai linearity, klasifikasi biaya dan pada penggunaan terbatas dalam rentang waktu yang tidak panjang.

Siapa Pengguna Laporan Keuangan?

Siapa Pengguna Laporan Keuangan?

Laporan keuangan bisa dibilang wajib hukumnya untuk perusahaan perusahaan skala besar menengah bahkan skala kecil. begitu banyak pihak yang membutuhkannya.

Siapa saja pengguna laporan keuangan ?

Pihak yang membutuhkan laporan keuangan akuntansi terdiri dari 2 kelompok

Pertama dari INTERNAL perusahaan itu sendiri

Kedua dari EKSTERNAL perusahaan atau pihak yang berada diluar perusahaan.

A. Pihak Internal Perusahaan

Pengguna Laporan Keuangan
Pengguna Laporan Keuangan

Pihak internal perusahaan merupakan pihak yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan.

Terutama oleh manajer, manajer dalam divisi apapun itu !

Laporan keuangan akuntansi sangat penting bagi manajer.

Laporan keuangan digunakan untuk mengambil keputusan kebijakan dalam operasi perusahaan bagi seorang manajer.

Baik itu keputusan keputusan strategis perusahaan dan rencana rencana yang akan dijalankan untuk memaksimalkan keuntungan.

Semuanya berasal dari laporan keuangan sebagai bahan dasarnya.

B. Pihak Eksternal Perusahaan

Pengguna laporan keuangan dari eksternal perusahaan ini banyak sekali.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dirilis oleh IAI tahun 2002:2-3, pengguna laporan keuangan dari luar perusahaan berikut diantaranya:

1. Investor

Seorang investor atau penanam modal dalam perusahaan juga dengan para penasihatnya berkepentingan mengetahui hasil dari investasi mereka.

Juga dengan segala resiko yang melekat dan mungkin akan ditimbulkan dari investasi yang telah mereka keluarkan untuk perusahaan.

Kepentingannya sangat sederhana, mendapatkan laba.

Dan juga memutuskan apakah mereka tetap akan menjadi investor, mengurangi jumlah kepemilikan saham atau bahkan menarik diri (menjual saham) dari perusahaan.

Investor juga tertarik dengan informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam membayar deviden untuk mereka.

2. Karyawan

Karyawan perusahaan atau kelompok yang mewakili suara mereka juga membutuhkan informasi mengenai tingkat profitabilitas dan tingkat kestabilitas perusahaan.

Karyawan ingin tahu informasi untuk mengetahui kemampuan perusahaan-nya dalam memberikan tingkat upah atau gaji mereka.

Karyawan juga ingin tahu tentang informasi kesempatan kerja dan informasi manfaat pensiun.

3. Kreditur

Pemberi pinjaman atau kreditur ingin tahu apakah pinjaman yang telah mereka berikan dan juga bunganya bisa dibayarkan ketika sudah jatuh tempo nanti.

Pemberi pinjaman ini bisa Bank atau lembaga bukan Bank atau individu dan entitas lainnya.

4. Pemasok (rekanan) dan kreditor usaha 

Pemasok atau rekanan seperti pemasok bahan baku bagi perusahaan menggunakan laporan keuangan untuk mengambil keputusan apakah jumlah nominal yang terutang akan terbayar saat tiba jatuh tempo nanti.

Kreditor usaha memerlukan informasi untuk kepentingan apabila perusahaan yang diutangi adalah pelanggan utama perusahaan pemasok, dan kelangsungan hidup pemasok ini tergantung pada mereka.

5. Pemerintah

Kepentingan pemerintah dominan berkaitan dengan pajak,

Pemerintah butuh laporan keuangan perusahaan untuk mengatur aktivitasnya, menyusun data data statistik untuk kepentingan negara tentunya.

Dan yang utama adalah menetapkan kebijakan pajaknya.

Akuntansi yang digunakan di sini berbeda antara laporan akuntansi keuangan perusahaan, biasa disebut dengan Akuntansi Perpajakan

6. Pelanggan

Jika suatu pelanggan terlibat dalam suatu perjanjian jangka panjang dengan perusahaan, mereka juga membutuhkan informasi tentang kelangsungan hidup perusahaan

7. Masyarakat

Sebuah perusahaan bisa memberi pengaruh terhadap masyarakat dalam beberapa cara

Contohnya jumlah orang yang menjadi pekerja di perusahaan, perlindungan untuk penanam modal dalam negeri.

Informasi keuangan perusahaan bisa membantu masyarakat menyediakan info atau trend perkembangan terakhir tentang rangkaian aktivitas perusahaan..
Pengertian Pasiva Menurut Ahli Akuntansi

Pengertian Pasiva Menurut Ahli Akuntansi

PENGERTIAN PASIVA DALAM AKUNTANSI

Dalam dunia akuntansi, pengertian pasiva adalah suatu pengorbanan ekonomi suatu entitas bisnis yang dilakukan oleh suatu entitas bisnis dimasa mendatang.

Pengorbanan di masa mendatang ini muncul karena aktivitas usaha.

Pasiva atau  liabilites merupakan kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada pihak ke-3

Komponen termasuk digolongkan kedalam pasiva adalah MODAL dan UTANG
Passiva dilihat dari jangka waktu umumnya dikelompokkan dalam :
  1. Current Liabilities (Hutang jangka pendek)
  2. Long Term Liabilities (Hutang jangka panjang)

Current Liabilities | Hutang Jangka Pendek

Current Liabilities atau utang jangka pendek merupakan utang yang sesegera mungkin harus dibayarkan paling lambat selama satu tahun buku.

Utang jangka pendek jenis jenisnya antara lain:

#1. Wesel Bayar atau Utang Wesel

Wesel yang harus dibayarkan kepada pihak dimana pernah berikan kepadanya. Umumnya umur wesel bayar adalah selama 30, 60 atau 90 hari.

#2. Account Payable atau Hutang Dagang

Account Payable merupakan utang kepada supplier atau rekanan perusahaan. Utang ini timbul karena pembelian barang bahan baku atau yang lainnya dalam rangka operasional perusahaan kepada supplier belum dibayarkan.

#3. Beban yang masih harus dibayar

Semua biaya yang masih belum dilunasi dalam suatu periode akuntansi tertentu, contohnya utang gaji, utang upah maupun utang biaya yang lain.

#4. Differed Revenue (Penghasilan yang ditangguhkan)

Differed Revenue adalah penghasilan perusahaan yang semestinya belum menjadi hak perusahaan.

#5. Unearned Revenue (Pendapatan Diterima Dimuka)

Pendapatan diterima dimuka merupakan suatu bentuk kewajiban yang ditimbulkan karena entitas atau perusahaan menerima uang dimuka atau terlebih dahulu. Sedangkan kewajiban atas barang atau jasa masih belum direalisasikan atau belum dilakukan.

#6. Payable Deviden (Utang Deviden)

Utang Devidan merupakan bagian laba enitas atau perusahaan yang dibagikan/diberikan kepada pemilik saham namun belum dibayar pada saat neraca disusun.

#7. Non Interest Bearing Notes (Wesel Bayar tak Berbunga)

Kewajiban ini merupakan nilai nominal dikurangi dengan diskonto-nya

Long Term Liabilities | Utang Jangka Panjang

Utang yang digolongkan kedalam long term liabilities adalah semua hutang yang tempo pembayaran-nya relatif lama.

Beberapa akun yang diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang adalah :

#1. Bank Loan (utang bank)

Utang bank adalah pinjaman modal kerja untuk perusahaan dari bank. Biasanya digunakan untuk ekspansi atau hal hal strategis lainnya.

#.2. Mortgages Payable (Utang Hipotik),

Utang pinjaman bank dengan menggunakan harta tetap (aset tetap) perusahaan sebagai jaminan.

#3. Bonds Payable ( Hutang obligasi)

Kewajiban yang ditimbulkan karena perusahaan menerbitkan serta menjual oligasi. 

Obligasi adalah surat berharga yang berfungsi sebagai surat bukti yang menyatakan pemegang surat obligasi meminjamkan sejumlah uang kepada entitas bisnis/perusahaan yang  mengeluarkannya.

Pemilik/pemegang obligasi akan memperoleh bunga tetap secara berkala yang biasa disebut dengan istilah kupon.

#4. Long Term Loan (Kredit Noveltasi)

Kewajiban berupa pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank atau lembaga keuangan  lain..

#5. Suberdinated Loan (Hutang Suberdiresi)

Kewajiban dari pemegang saham perusahaan induk yang sifatnya tanpa ada bunga.

#6. Payable Leasme (Utang Sewa Dana)

Utang yang diperoleh dari perusahaan asing untuk pembelian sebuah aset tetap yang umumnya dicicil dalam rentang waktu panjang.

#7. Holding Company Loan (Utang Pemegang Saham) 

Kewajiban yang umumnya diberikan oleh perusahaan induk kepada anak perusahaan atau perusahaan afiliasi yang baru untuk operasional perusahaan yang dikendalikannya.

#8. Long Termen Lent Liabilities (Utang Sewa Jangka Panjang)

Utang perusahaan yang masih harus dibayar dalam tempo atau waktu yang relatif lama.

Modal

Modal (Capital) atau yang juga disebut ekuitas adalah salah satu komponen dari pasiva.
Modal didapat/diperoleh dari selisih total aktiva/aset dengan kewajiban (liabilities).

Selisih ini adalah hak dari pemilik perusahaan.

Contoh Kasus Etika Profesi Akuntansi

Contoh Kasus Etika Profesi Akuntansi

Didalam dunia akuntansi. akuntan mempunyai suatu etika yang harusnya dipatuhi dan dijalankan oleh setiap anggota.

Kode Etik IkatanAkuntan Indonesia (IAI) ditujukan untuk digunakan sebagai panduan serta aturan bagi selmua anggota, apakah itu anggota yang berpraktek menjadi akuntan publik, terjun didalam lingkungan dunia bisnis/usaha, instansi pemerintahan, ataupun berada di lingkup pendidikan dalam memenuhi tanggungjawab profesionalnya.

Namun, pada dunia nyata, pelanggaran atas etika etika yang sudah ditetapkan keraplah terjadi.
Berikut beberapa contoh kasus etika profesi akuntansi yang pernah terjadi yang saya kutip dari beberapa media, terutama media online.

# Kasus Etika Profesi Akuntansi 1 | Kasus PT Muzatek Jaya 2004

Kasus pelanggaran atas Standar Profesional Akuntan Publik, muncul kembali. Menteri Keuangan langsung memberikan sanksi pembekuan.

Menkeu Sri Mulyani telah membekukan ijin AP (Akuntan Publik) Drs Petrus M. Winata dari KAP Drs. Mitra Winata dan Rekan selama 2 tahun yang terhitung sejak 15 Marit 2007, Kepala Biro Hubungan Masyaraket Dep. Keuangan, Samsuar Said saat siaran pers pada Selasa (27/3), menerangkan sanksi pembekuan dilakukan karena AP tersebut melakukan suatu pelanggaran atas SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik).

Pelanggaran tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pemeriksaan audit terhadap Laporan Keuangan PT. Muzatek Jaya pada tahun buku 31 December 2004 yang dijalankan oleh Petrus.

Dan selain itu Petrus juga melakukan pelanggaran terhadap pembatasan dalam penugasan audit yaitu Petrus malaksanakan audit umum terhadap Lap. keuangan PT. Muzatek Jaya dan PT. Luhur Arta Kencana serta kepada Apartement Nuansa Hijau mulai tahun buku 2001. hingga tahun 2004.

# Kasus Etika Profesi Akuntansi 2 | Kasus PT KAI 2006

Komisaris PT KAI (Kereta Api Indonesia) mengungkapkan bahwa ada manipulasi laporan keuangan dalam PT KAI yang seharusnya perusahaan mengalami kerugian tetapi dilaporkan mendapatkan keuntungan.

contoh kasus etika akuntansi
contoh kasus etika profesi akuntansi
“Saya mengetahui ada sejumlah pos-pos yang seharusnya dilaporkan sebagai beban bagi perusahaan tapi malah dinyatakan sebagai aset perusahaan, Jadi disini ada trik-trik akuntansi,” kata Hekinus Manao, salah satu Komisaris PT. KAI di Jakarta, Rabu.

Dia menyatakan, hingga saat ini dirinya tidakmau untuk menandatangani laporan keuangan tersebut karena adanya ketidak benaran dalam laporan keuangan itu.

“Saya tahu bahwa laporan yang sudah diperiksa akuntan publik, tidak wajar karena sedikit banyak saya mengerti ilmu akuntansi yang semestinya rugi tapi dibuat laba,” lanjutnya.
Karena tidak ada tanda-tangan dari satu komisaris PT KAI, maka RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT Kereta Api harus dipending yang seharusnya dilakukan pada awal Juli 2006.

# Kasus Etika Profesi Akuntansi 3 | Kasus Kredit Macet BRI Cabang Jambi 2010

Kredit Macet Hingga Rp. 52 Miliar, Akuntan Publik Diduga Terlibat.

Seorang akuntan publik yang menyusun laporan keuangan Raden Motor yang bertujuan mendapatkan hutang atau pinjaman modal senilai Rp. 52 miliar dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi pada tahun 2009 diduga terlibat dalam kasus korupsi kredit macet.

Terungkapnya hal ini setelah Kejati Provinsi Jambi mengungkap kasus tersebut pada kredit macet yang digunakan untuk pengembangan bisnis dibidang otomotif tersebut. Fitri Susanti, yang merupakan kuasa hukum tersangka Effendi Syam, pegawai BRI Cabang Jambi yang terlibat kasus tersebut, Selasa [18/5/2010] menyatakan, setelah klien-nya diperiksa dan dicocokkan keterangannya dengan para saksi-saksi, terungkap adaa dugaan keterlibatan dari Biasa Sitepu yang adalah sebagai akuntan publik pada kasus ini.

Hasil pemeriksaan yang kemudian dikonfrontir keterangan tersangka dengan para saksi Biasa Sitepu, terungkap ada terjadi kesalahan dalam pelaporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam pengajuan pinjaman modal ke BRI Cabang Jambi.
Ada 4 aktivitas data pada laporan keuangan tersebut yang tidak disajikan dalam laporan oleh akuntan publik sehingga terjadi kesalahan dalam proses kreditnya dan ditemukan dugaan korupsi-nya.

kasus etika akuntansi
contoh kasus etika profesi akuntansi
“Ada 4 aktivitas laporan keuangan Raden Motor yang tidak dimasukan kedalam laporan keuangan yang diajukan ke Bank BRI, hingga menjadi sebuah temuan serta kejanggalan dari pihak kejaksaan untuk mengungkap kasus kredit macet ini.” tegas Fitri.
Keterangan serta fakta tsb. terungkap setelah tersangka Effendi Syam, diperiksa dan dibandingkan keterangannya dengan keterangan saksi Biasa Sitepu yang berperan sebagai akuntan publik dalam kasus ini di Kejati Jambi.

Seharusmya data-data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan harus lengkap, tetapi didalam laporan keuangan yang diberikan oleh tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor ada data-data yang diduga tidak disajikan dengan seharusnya dan tidak lengkap oleh akuntan publik.

Tersangka Effendi Syam berharap penyidik di Kejati Jambi bisa melaksanakan pemeriksaan dan mengungkap kasus secara adil dan menetapkan pihak pihak yang juga terlibat dalam kasus tersebut, sehingga semuanya terungkap. Sementara itu, penyidik Kejaksaan masih belum mau berkomentar lebih banyak atas temuan tersebut.

Kasus kredit macet itu terungkap, setelah pihak kejaksaan menerima laporan tentang adanya penyalah-gunaan kredit yang diajukan oleh tersangka Zein Muhamad sebagai pemilik Raden Motor. Sementara ini pihak Kejati Jambi masih menetapkan 2 tersangka, yaitu Zein Muhamad sebagai pemilik Raden Motor yang mengajukan kredit dan Effedi Syam dari pihak BRI cabang jambi sebagai pejabat yang menilai pengajuan sebuah kredit.

Sumber: kompas.com

# Kasus Etika Profesi Akuntansi 4 | Mulyana W Kusuma - Anggota KPU 2004

kode etik akuntansi contoh kasus
pelanggaran kode etik akuntansi
Kasus anggota KPU ini terjadi pada tahun 2004, Mulyana W Kusuma yan menjadi seorang anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) diduga telah menyuap anggota BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang ketika itu melaksanakan audit keuangan terhadap pengadaan logistik pemilu. Logistik pemili tersebut berupa kotak suara, amplop suara, surat suara, tinta, serta tekhnologi informasi.

Setelah pemeriksaan dilaksanakan, BPK meminta untuk dilakukan suatu penyempurnaan laporan. Setelah penyempurnaan laporan dilakukan, BPK menyatakan bahwa laporan yang dihasilkan lebih baik dari laporan sebelumnya, kecuali mengenai laporan teknologi informasi. Maka disepakati laporan akan dilakukan periksaan kembali satu (1) bulan setelahnya.

Setelah satu bulan terlewati ternyata laporannya tak kunjung selesai dan akhirnya diberikan tambahan waktu. Di saat penambahan waktu ini terdengar kabar mengenai penangkapan Mulyana W Kusuma. Dia ditangkap karena tuduhan akan melakukan tindakan penyuapan kepada salah satu anggota tim auditor dari BPK, yaitu Salman Khairiansyah.

Tim KPK bekerja sama dengan pihak auditor BPK dalam penangkapan tersebut. Menurut Khoiriansyah, dia bersama Komisi Pemberantas Korupsi mencoba merangkap usaha penyuapan yang dilakukan oleh Mulyana menggunakan perekam gambar pada 2 kali pertemuan.

Penangkapan Mulyana ini akhirnya menimbulkan pro-kontra. Ada pihak yang memberikan pendapat Salman turut berjasa dalam mengungkap kasus ini, tetapi lain pihak memberikan pendapat Salman tak sewajarnya melakukan tindakan tersebut karena hal yang dilakukan itu melanggar kode etik.

3 Kasus Etika Profesi Akuntansi 5 | Kasus Malinda Dee - Citibank

Malinda Dee Memalsukan Tandatangan Nasabah.

Malinda Dee, 47 tahun, Terdakwa atas kasus pembobolan dana Citybank, terbukti diketahui memindahkan beberapa dana nasabah dengan memalsukan tandatangan nasabah didalam formulir transfer. Kejadian ini terungkap didalam dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Selasa [8/11/2011]. "Sebagian tandatangan yang tertera pada blangko formulir transfer adalah tanda-tangan nasabah." ujar Tatang Sutarma, Jaksa Penuntut Umum.

Malinda berhasil memalsukan tandatangan Rohli bin Pateni. Pemalsuan dilakukan hingga 6 kali pada formulir transfer Citibank nomor AM 93712 yang bernilai 150.000 dollar AS pada tanggal 31 Agustus 2010. Pemalsuan tanda tangan dilakukan juga di formulir nomor AN 106244 yang dikirim ke PT. Eksklusif Jaya Perkasa sebesar Rp. 99 juta. Dalam transaksi transfer ini, Malinda  dee menulis "Pembayaran Bapak Rohli untuk pembayaran interior", pada kolom pesan.
pelanggaran etika akuntansi
pelanggaran etika akuntansi

Pemalsuan tanda tangan yang lain pada formulir nomor AN 86515 tanggal 23 Desember 2010 dengan penerima PT. Abadi Agung Utama. "Penerima Bank Artha Graha senilai Rp. 50 juta dan pada kolom pesan tertulis DP pembelian unit 3 lantei 33 combin unit." baca jaksa penuntut umum. Juga dengan menggunakan nama serta tanda-tangan palsu Rohli, Malinda Dee mengirim uang sebesar Rp. 250 juta pada formulir AN 86514 kepada PT. Samudera Asia Nasional tanggal 27 December 2010 dan AN 61489 sebesar nilai yang sama pada tanggal 26 January 2011. Pun pemalsuan dalam formulir AN 134280 pengiriman kepada Rocky Deany C. Umbas senilai Rp. 50 juta tanggal 28 January 2011 pembayaran pemasangan CCTV, milik Rohli.

Adapun tanda-tangan palsu beratas nama korban N. Susetyo Sutadji dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu dalam formulir Citibank No AJ 79026, AM 122339, AM 122330, AM 122340, dan juga AN 110601. Malinda mengirim uang senilai Rp. 2 miliar kepada PT. Sarwahita Global Management, Rp. 361 juta kepada PT. Yafriro International, Rp. 700 juta kepada Leonard Tambunan. Dan 2 transaksi yang lain sebesar Rp. 500 juta dan Rp 150 juta dikirimkan kepada Vigor AW. Yoshuara secara berurutan.
"Hal ini telah sesuai dengan keterangan saksi Rohli dan N. Susetyo Sutadji dan saksi Surjati T. Budiman serta telah sesuai BAP (Berita Acara Pemeriksaan) Labaratoris Kriminalistis Bareskrim Polri." jelasnya. Pengiriman uang serta pemalsuan tanda-tangan ini tidak  di sadari oleh ke-2 nasabah tersebut.

Sumber: kompas.com.

Demikian contoh kasus etika profesi akuntansi, sudah selayaknya aturan diperketat untuk memenuhi kualitas hasil seorang akuntan.
Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi

Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi - Pemahaman mengenai prinsip pembukuan dan akuntansi menjadi sangat penting bagi siapapun yang tertarik untuk berkecimpung atau berkarir dalam bidang akuntansi dan keuangan.

Termasuk juga para pelaku bisnis.

Salah satu tujuan dari akuntansi tidak lain adalah untuk memberi informasi tentang posisi keuangan suatu bisnis atau usaha.

Informasi tentang posisi keuangan ini sangat diperlukan oleh pemilik bisnis, manajer, kreditor, dan juga termasuk pemerintah melalui dirjen pajak, bea cukai atau lembaga yang lain yang berkepentingan.

Seseorang yang melaksanakan kegiatan pencatatan transaksi yang terjadi di dalam suatu usaha disebut dengan pegawai akunting atau pegawai pembukuan, atau kadang bookeeper.

Sedangkan untuk proses meng-klasifikasi-kan, meringkas transaksi yang terjadi dan menafsirkan efek yang ditimbulkan umumnya dilakukan oleh seorang akuntan.

Jadi dapat dikatakan, proses pencatatan transaksi dijalankan oleh pegawai pembukuan, dan sedangkan pekerjaan interpretasinya dilakukan oleh seorang akuntan.

Persamaan Dasar Akuntansi dan Elemen Dasar Posisi Keuangan

Posisi atau kondisi keuangan perusahaan - dalam akuntansi umumnya disebut neraca - ditunjukan dengan sebuah formula atau rumus yang disebut dengan : " Persamaan Dasar Akuntansi ".

Rumus dasar ini merupakan hubungan saling keterkaitan antara:
     
        Aktiva (Asset) dengan Kewajiban/Hutang (Liability) dan Modal (Capital)

persamaan dasar akuntansi
Persamaan Dasar Akuntansi

Aset (Asset) 

Aset atau Aktiva merupakan Kekayaan yang dimilikii perusahaan yang ditunjukan dengan nilai uang tertentu.

Contohnya: cash (kas), inventory (persediaan), building (gedung), dan equipment (peralatan)

Kewajiban (Liability)

Jumlah utang kepada lihak luar atau pihak ketiga.

Contohnya: surat utang, utang obligasi.

Modal (Capital)

Kepentingan investor atau pemilik dalam suatu perusahaan yang ditunjukan dengan cara memberikan/menyetor uang atau suatu bentuk kekayaan yang lain.

Modal biasanya juga disebut dengan ekuitas pemilik (owner equity).

Ke-3 elemen dasar diatas ini saling terkait satu dengan yang lainnya dalam sebuah hubungan yang disebut dengan persamaan akuntansi.

Persamaan akuntansi ini menyatakan kesamaan asset di satu sisi dengan klaim para kreditor dan pemilik (owner) pada sisi lainnya.

Dalam bentuk rumus/formula menjadi :

Aktiva = Liabilities + Owner Equity
atau
Aktiva = Kewajiban (Utang) + Ekuitas Pemilik (Modal)

Perlu diingat : 

Persamaan akuntansi, aktiva = kewajiban + ekuitas pemilik harus seimbang jumlahnya setelah setiap terjadi transaksi.

Misalnya:

Selama bulan Juli, Bapak Ali, seorang lawyer:
  1. Menginvestasikan uang sebesar Rp 5.000.000 untuk membuka praktik hukumnya.
  2. Membeli beberapa perlengkapan kantor secara kredit kepada vendor A sebesar Rp 500.000
  3. Menerima uang kas (tunai) dengan nominal Rp 2.000.000 dari kliennya.
  4. Membayar Utang dengan mengeluarkan uang kas sebesar Rp 100.000
  5. Melakukan Penarikan uang kas sebesar Rp 500.000 untuk keperluan pribadi.
Transaksi diatas bisa dianalisa serta dicatat seperti ini:

Aktiva = Kewajiban + Modal
Kas
+ 5.000.000
= Pak Ali, Modal
+ 5.000.000
Perlengkapan
+ 500.000
= Utang
+ 500.000
Kas
+ 2.000.000
= Pendapatan
+ 2.000.000
Kas
- 100
= Utang
-100
Kas
-500
= Pak Ali, Modal
-500

Berdasarkan contoh soal persamaan dasar akuntansi tersebut bisa kita lihat dengan jelas bahwa untuk setiap transaksi, ada 2 entri yang dibuat.

Dan pada setiap akhir dari transaksi, persamaan dasar akuntansi tetap berada dalam kondisi yang seimbang (balance).

Pengertian dan Contoh Jurnal Penutup

Pengertian dan Contoh Jurnal Penutup

Jurnal penutup merupakan bagian dari siklus akuntansi.

Pada siklus akuntansi, setelah ayat jurnal penyesuaian selesai di posting ke dalam buku besar, maka data-data yang ada pada akun buku besar akan sesuai dengan data-data yang dilaporkan di dalam laporan keuangan.

Saldo rekening akun yang tercantum dalam neraca akan terus diakumulasi dari periode ke periode sehingga akun tersebut bersifat relatif permanen, dan kemudian disebut dengan akun riil (real account). 

Sedangkan saldo rekening akun pada laporan laba rugi dan akun penarikan oleh pemilik dilaporkan pada laporan perubahan modal.

Tidak diakumulasi dari periode ke periode akuntansi karena rekening akun ini hanya melaporkan jumlah nominal pada satu periode saja.

Didalam akuntansi akun ini dikategorikan sebagai "akun sementara" atau disebut juga "akun nominal".

Karena akun nominal ini hanya menunjukkan jumlah nominal pada satu periode akuntansi saja, maka rekening akun jenis ini harus memiliki saldo 0 (nol) diawal periode akuntansi.

Supaya akun ini bisa menjadi NOL (0), maka perlu dibuatkan JURNAL PENUTUP !
Jurnal Penutup
Jurnal Penutup

Pengertian Jurnal Penutup | Closing Entries

"Jurnal penutup (Closing Entries) adalah jurnal akuntansi harus dibuat untuk menjadikan rekening akun akun sementara (temporer) menjadi bersaldo NOL (0) pada akhir periode akuntansi."

Dengan kata lain, jurnal penutup merupakan ayat jurnal yang perlu dibuat pada akhir periode untuk menutup rekening akun nominal (sementara).

Yang termasuk rekening akun nominal atau akun temporer adalah rekening akun yang ada pada laporan laba rugi pada periode berjalan serta akun penarikan modal oleh pemilik (prive).

Akun yang ada pada laporan laba rugi akan ditutup dengan akun ikhtisar laba rugi dan karena prive akan mengurangi modal, maka akun prive ditutup pada rekening modal.

Tujuan Jurnal Penutup

Adapun tujuan dan fungsi jurnal penutup disusun diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk memisahkan transaksi akun pendapatan dan beban tidak bercampur aduk dengan jumlah nominal dari pendapatan dan beban pada tahun selanjutnya.
  • Menyajikan neraca awal periode berikutnya setelah dilaksanakan penutupan buku.
  • Agar mempermudah jika dilaksanakan pemeriksaan karena telah dilakukan pemisahan transaksi yang terjadi di periode sebelumnya dengan transaksi-transaksi pada periode akuntansi selanjutnya.
  • Untuk menyajikan informasi keadaan yang sebenarnya (riil) suatu perusahaan setelah dilakukan penutupan buku (jurnal penutup). Laporan keuangan hanya akan memperlihatkan tentang akun yang sesungguhnya (riil) saja. yang terdiri atas harta, kewajiban dan ekuitas.

Menutup Akun Nominal  

Berikut akun akun nominal yang perlu dibuatkan jurnal penutup.

1. Akun Pendapatan 

Menutup seluruh rekening akun pendapatan dengan cara memindahkan rekening pendapatan ke rekening ikhtisar laba-rugi.

Contoh jurnal :

Debit | Pendapatan Rp100
Kredit | Ikhtisar Laba Rugi Rp100
         (Men-debit akun pendapatan dan meng-kredit ikhtisar laba rugi)

2. Akun Beban 

Menutup seluruh rekening akun beban dengan memindahkan rekening akun beban ke ikhtisar laba rugi.

Contoh jurnal :

Debit|Ikhtisar Laba RugiRp100
Kredit|BebanRp100
         (Men-debit ikhtisar laba rugi dan meng-kredit beban)

3. Ikhtisar Laba Rugi

Menutup akun ikhtisar laba rugi dengan cara memindahkan saldo ikhtisar laba rugi ke akun modal.

Disini ada dua kondisi yang bisa terjadi, bisa laba (pendapatan lebih besar dari beban) atau terjadi rugi (pendapatan lebih kecil dari beban).
Apabila memperoleh laba, akun ikhtisar laba rugi didebitkan dan akun modal dikredit.
Contoh jurnal :

Debit|Ikhtisar Laba RugiRp100
Kredit|ModalRp100

Apabila menderita rugi, akun modal didebit dan ikhtisar laba/rugi dikredit
Contoh jurnal :

Debit|ModalRp100
Kredit|Ikhtisar Laba RugiRp100

4. Akun Prive

Menutup akun prive dengan cara memindahkan akun prive ke rekening akun modal.

Prive merupakan penarikan modal oleh pemilik, biasanya hanya terjadi pada perusahaan skala kecil.

Contoh jurnal:

Debit|ModalRp100
Kredit|PriveRp100
         (Men-debit modal dan meng-kredit prive)

Notes:

Jurnal penutup yang disusun tergantung dari bentuk perusahaan, bisa PT, firma maupun perusahaan perseorangan karena struktur modal dari jenis jenis perusahaan diatas tentu saja berbeda.

Pengertian Kebijakan Dividen

Pengertian Kebijakan Dividen

Pengertian Dividen

Pengertian dividen adalah pembagian laba perusahaan yang diterima para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikiannya yang berasal dari keuntungan dari hasil operasi perusahaan selama suatu periode.

Dividen adalah BAGIAN keuntungan dari perusahaan yang diputuskan untuk dibagikan atau didistribusikan kepada para pemilik saham (common stock). Dalam banyak kasus, tidak semua keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibagikan semua kedalam dividen.

Ada sebagian sebagian yang akan digunakan kembali untuk membiayai kegiatan dan pengembangan usaha perusahaan. Ini disebut dengan Laba Ditahan (retained earning). Besar kecilnya tergantung pada kebijakan dividen dan hasil RUPS perusahaan.

Dividen adalah hak dari pemegang saham. Dividen hanya akan diperoleh jika perusahaan menghasilkan cukup laba untuk dibagikan dan apabila direksi perusahaan menilai perusahaan sudah layak mengumumkan pembagian dividen.

Apabila perusahaan telah memutuskan membagi laba, maka semua pemilik saham akan mendapatkan hak yang sama sesuai persentase kepemilikan sahamnya. Namun pembagian dividen pemilik saham jenis preferen akan lebih diprioritaskan dibandingkan pemilik saham biasa.

Umumnnya macam-macam jenis dividen yang biasa dibagikan oleh perusahaan berbentuk seperti berikut :
kebijakan dividen

1. Dividen Kas (Cash Dividend)

Pembayaran dividen dalam bentuk uang kas. Dibandingkan dengan jenis dividen lain, deviden kas lebih sering digunakan oleh perusahaan dan umumnya juga lebih disukai oleh para pemilik saham.

2. Dividen Aktiva selain Kas (Property Dividend)

Dividen yang dibagikan dalam bentuk barang atau aktiva selain kas. Dividen properti ini yang dibagikan adalah bagian dari aktiva yang tidak akan mengganggu keberlangsungan hidup bisnis perusahaan. Dan barangnya bisa dibagi rata kepada para pemegang saham.

Pemilik saham akan menerima dengan nilai sebesar harga pasar dari aktiva yang dibagikan tersebut.

3. Dividen Utang (Scrip Dividend)

Dividen utang adalah janji tertulis untuk membayar jumlah deviden kas tertentu kepada pemilik saham dikemudian hari. Janji ini umumnya berupa surat promes. Deviden utang ini bisa terjadi apabila laba perusahaan mencukupi namun saldo kas perusahaan tidak cukup untuk membayarnya.

4. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Dividen likuidasi adalah deviden yang muncul ketika manajemen direksi ingin melikuidasi usahanya dan mengembalikan seluruh aktiva bersih yang tersisa kepada pemilik saham dalam bentuk kas tunai.

5. Dividen Saham (Stock Dividend)

Dividen saham adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham yang pembagiannya sesuai dengan persentase kepemilikan saham. Tidak berbentuk uang kas tunai.

Jumlah saham yang beredar akan meningkat namun kapitalisasi pasar besarnya tetap tidak berubah karena setiap penambahan saham baru diikuti dengan penurunan nilai saham. Sedikit banyak mirip dengan stock split atau pemecahan saham. Tujuannya untuk bisa mempertahankan tingkat modal perusahaan.

Pengertian Kebijakan Dividen

Pengertian kebijakan dividen adalah keputusan direksi apakah laba yang dihasilkan perusahaan pada akhir periode dibagikan kepada para pemilik saham (dividen) atau laba tersebut ditahan sebagai penambah modal perusahaan yang akan digunakan dalam kegiatan, atau investasi pengembangan perusahaan dimasa mendatang.

Kebijakan dividen selalu berkaitan langsung dengan keputusan pendanaan perusahaan.

Kebijakan dividen adalah salah satu fungsi manajemen keuangan yang berkaitan erat dengan struktur modal perusahaan.

Jadi ketika dalam sebuah perusahaan berhasil mendapatkan keuntungan. Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan atas keuntungan yang diraih tersebut :
  1. Laba dibagikan kepada para pemegang saham (dividen)
  2. Laba digunakan kembali untuk kegiatan dan ekspansi usaha (laba ditahan)
  3. Laba dibagi antara dividen dan sebagian lagi digunakan untuk laba ditahan.
Apabila manajemen perusahaan mengambil laba dibagikan sebagai dividen, maka sumber pendanaan internal akan berkurang. Laba ditahan berkurang.

Demikian juga sebaliknya, apabila perusahaan memilih opsi untuk tidak membagikan deviden, maka dana internal perusahaan akan membesar.

Laba ditahan adalah salah satu sumber pendanaan perusahaan yang sangat penting untuk digunakan dalam membiayai pertumbuhan perusahaan. Semakin besar laba ditahan, maka akan semakin kuat struktur modal dan posisi keuangan perusahaan.

Semua langkah yang diambil dalam kebijakan dividen adalah bahwa setiap keputusan yang diambil harus tetap memperhatikan tujuan utama dari perusahaan, yaitu kesejahteraan pemilik perusahaan dan meningkatkan nilai dari perusahaan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kepentingan para pemegang saham, kepentingan usaha perusahaan dan bahkan kepentingan masyarkat sekitar dan pemerintah.

Tipe Kebijakan Dividen

tipe kebijakan dividen

#1. Kebijakan Dividen Stabil

Jenis kebijakan dividen yang stabil adalah jumlah nominal dividen yang dibayarkan tetap disetiap periodenya.

Nominal pembayaran dividen tidak akan naik dan turun. Stabil diangka yang sama.

Alasan perusahaan yang melakukan kebijakan dividen stabil ini adalah untuk menciptakan kesan terhadap pemegang saham (investor) bahwa pembayaran dividen yang stabil mengindikasikan kinerja perusahaan juga stabil dari tahun ketahun.

Walaupun perusahaan secara akuntansi mengalami kerugian, pemegang saham akan tetap menerima dividen dengan jumlah sama seperti tahun sebelumnya.

#2. Kebijakan Dividen Rasio Tetap

Maksud dari kebijakan dividen rasio yang tetap adalah bahwa dividen dibagikan berdasarkan rasio yang tetap disetiap periodenya.

Besar kecil jumlah nominal dividen yang dibagikan tidak sama dari tahun ketahun. Tergantung pada laba yang dihasilkan.

Misalnya, apabila perusahaan menetapkan dividen ratio sebesar 40 persen dari laba bersih yang dihasilkan.

Maka setiap tahun, dividen yang dibagikan sebesar 40 persen dari laba bersih perusahaan. Setiap tahun, laba yang dihasilkan jumlahnya tentu berbeda beda. Kadang naik kadang turun.

Maka jumlah nomina dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham akan berbeda beda setiap tahunnya yang diambilkan dari 40 persen dari laba yang dihasilkan.

#3. Kebijakan Dividen Fleksibel

Pada tipe kebijakan dividen ini, besar kecil dividen yang dibayarkan setiap tahunnya akan disesuaikan dengan kondisi finansial perusahaan.

Setiap waktu perusahaan akan selalu mengalami perubahan, baik kondisi internal maupun eksternal. Untuk itu, dividen yang dibagikan akan mengikuti perkembangan kondisi perusahaan yang berbeda beda setiap tahunnya.

Bahkan apabila kondisi keuangan perusahaan dirasa tidak memungkinkan, maka dividen tidak akan dibayarkan.

#4. Kebijakan Dividen Residual

Tipe kebijakan dividen residu adalah dividen dibayarkan hanya apabila ada laba yang tersisa setelah perusahaan melakukan investasi.

Apabila laba yang diinvestasikan kembali tidak tersisa, maka tidak ada pembagian dividen.

Jadi laba yang dihasilkan akan digunakan untuk investasi, baru setelah investasi dilakukan dan ternyata masih ada sisa laba, maka sisa tersebut dibagikan dalam bentuk dividen.

Biasanya, tipe investor yang senang dengan kebijakan dividen residual ini adalah investor jangka panjang yang tidak mengharapkan dividen, namun lebih mengharapkan perkembangan perusahaan.

#5. Kebijakan Dividen Rendah + Ekstra

Maksudnya adalah Kebijakan dividen yang dibayarkan secara rutin disetiap periode dengan jumlah yang rendah.

Ketika kondisi laba normal, dividen yang dibagikan akan tetap rendah.

Namun walaupun ditetapkan rendah, ketika perusahaan berhasil meraih laba yang tinggi, perusahaan akan menambah "ekstra" dividen tersebut.

Penambahan dividen ekstra ini biasanya akan direspon baik oleh pasar dan harga saham perusahaan mengalami kenaikan.

Pengumuman Dividen 

Pengumuman dividen adalah sebuah informasi yang sangat direspon pasar. Pengumuman laba dan pengumuman dividen sering digunakan manajer perusahaan untuk memberikan informasi bahwa perusahaan tersebut berprestasi dan mempunyai prospek yang cerah.

Bahkan menurut pendapat Aharony dan Swary [1980] dalam Nurhidayati [2006] menyatakan bahwa informasi pengumuman dividen lebih bernilai daripada pengumuman informasi laba (earning) perusahaan.

Ada anggapan bahwa dengan adanya pembayaran dividen yang besar ada kecenderungan nilai saham perusahaan akan meningkat. Hal ini adalah anggapan investor yang melihat bahwa perusahaan tersebut mampu untuk membagikan keuntungan.

Namun pembayaran dividen yang besar juga berdampak pada kemampuan modal perusahaan untuk melakukan pengembangan usaha. Usaha yang tidak berkembang akan menyebabkan turunnya nilai saham perusahaan.

Pada kondisi pasar modal yang sempurna. Penundaan membayar dividen kepada para pemilik saham yang bertujuan untuk melakukan pengembangan usaha dan investasi yang menguntungkan akan berdampak pada kenaikan nilai saham.

Sepanjang perusahaan mempunyai rencana pengembangan dan investasi yang returnnya meyakinkan. Perusahaan akan menggunakan laba yang dihasilkan tersebut untuk mendanai rencananya.

Apabila terdapat kelebihan laba yang digunakan, maka kelebihan laba tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham. Namun apabila tidak ada kelebihan laba maka tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham.

Walaupun pada kenyataannya, ada sejumlah perusahaan yang membayar dividen dengan stabil dan cenderung menghindari pengurangan dividen yang dibayarkan. Hanya karena manajemen ingin memperlihatkan bahwa perusahaannya memiliki kemampuan menghasilkan laba yang besar dan memiliki prospek yang bagus yang mampu membayar deviden kepada para pemegang sahamnya.

Memahami Laba Ditahan [INFOGRAFIS]

Memahami Laba Ditahan [INFOGRAFIS]

Apa itu Laba Ditahan ?

Pengertian laba ditahan adalah laba bersih yang dihasilkan perusahaan tapi laba tersebut tidak dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Laba tersebut akan digunakan kembali oleh perusahaan.

Istilahnya, akan "diputar" kembali.

Laba ditahan berasal dari laba kegiatan operasional maupun kegiatan non operasional perusahaan. Kegiatan non operasional misalnya penjualan aktiva tetap perusahaan yang menghasilkan keuntungan.

Laba ditahan (retained earning) menjadi bagian dari modal perusahaan.

Berikut infografis laba ditahan

Infografis Laba Ditahan


Mungkin ada yang bertanya...

Salah satu tujuan perusahaan adalah untuk menghasilkan laba.

Namun ketika laba telah diperoleh, mengapa laba tersebut tidak dibagikan kepada pemegang saham selaku pemilik perusahaan ?

Untuk apa harus ditahan ?

Apa Fungsi Laba Ditahan ?

Fungsi atau tujuan adanya laba ditahan dalam perusahaan adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perusahaan tersebut.

Laba ditahan bisa digunakan untuk:
  • Pengambangan usaha (ekspansi bisnis)
  • Pembayaran utang
  • Membiayai kegiatan operasional

# Pengembangan Usaha

Laba yang tidak dibagikan kepada pemilik perusahaan akan digunakan kembali untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

Pengembangan bisnis bermacam macam bentuknya.

Mulai dari pembangunan pabrik baru, pembelian mesin baru, menambah land bank perusahaan, mengakuisisi perusahaan supplier atau berinvestasi di pasar modal.

Semua hal tersebut membutuhkan dana yang besar.

Dalam istilah umum sering disebut dengan capital expenditure (capex) atau pengeluaran modal.

Dengan adanya cadangan laba ditahan.

Maka perusahaan bisa membiayai capital expenditure tersebut dengan dananya sendiri tanpa harus melibatkan pihak dari luar perusahaan.

Seperti penambahan saham baru ataupun utang (penerbitan obligasi atau hipotik).

# Pembayaran Utang

Fungsi atau kegunaan laba ditahan lainnya adalah untuk pembayaran utang perusahaan.

Khususnya utang jangka panjang yang akan segera jatuh tempo.

Utang jangka panjang umumnya memiliki nominal yang besar. Apabila tidak segera dibayarkan, maka ada risiko perusahaan akan dipailitkan oleh kreditur.

Sebenarnya perusahaan bisa melunasi utang yang akan segera jatuh tempo dengan cara menerbitkan saham baru atau obligasi.

Namun kedua jenis pendanaan tersebut memiliki biaya modal yang tidak sedikit.

Laba ditahan adalah salah satu opsi terbaik karena tidak ada biaya modal dan mudah dilakukan.

# Pembiayaan Operasional Perusahaan

Laba ditahan akan mendukung kegiatan operasional perusahaan.

Perusahaan yang sedang tumbuh berkembang akan selalu membutuhkan dana yang besar untuk membiayai kegiatan operasionalnya yang semakin kompleks.

Dengan menggunakan laba ditahan, perusahaan tidak membutuhkan utang atau dana dari sumber luar yang lain untuk membiayai kegiatan operasionalnya.

Unsur Laba Ditahan

Laba ditahan bisa dipengaruhi oleh laba atau rugi bersih yang dihasilkan oleh perusahaan dan pembagian dividen.

# Laba atau Rugi Bersih

Laba bersih akan menambah jumlah laba ditahan perusahaan. Laba bersih disini adalah laba bersih setelah dikurangi bunga dan pajak.

Rugi bersih akan berefek sebaliknya, rugi akan mengurangi jumlah saldo laba ditahan perusahaan.

Laba atau rugi bersih akan manambah atau mengurangi laba ditahan dengan melakukan tutup buku terhadap laba/rugi yang dihasilkan dengan jurnal penutup.

Laba rugi perusahaan dipengaruhi oleh pendapatan dan beban. 

Pendapatan dan beban merupakan akun periodik yang akan digunakan lagi diperiode berikutnya. Untuk itu saldo akun tersebut harus ditutup.

Pos pendapatan dan beban harus ditutup kedalam pos akun laba ditahan disetiap akhir periode.

Penutupan akun pendapatan dan beban ini akan berpengaruh terhadap laba ditahan perusahaan.

# Pembagian Dividen

Dividen merupakan bagian laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.

Apakah dividen dibagikan atau tidak, semua tergantung dari kebijakan dividen perusahaan tersebut.

Besar kecilnya dividen yang akan dibagikan ditentukan oleh rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan.

Dividen yang dibagikan oleh perusahaan bisa berbentuk dividen tunai atau dividen saham.

Pembagian dividen akan diambilkan dari laba ditahan perusahaan. 

Jadi ketika perusahaan mengumumkan akan membagikan dividen, apapun bentuknya, laba ditahan pasti akan berkurang.

Laporan Laba Ditahan

Laporan laba ditahan berisi tentang perubahan yang terjadi terhadap laba ditahan perusahaan pada periode berjalan.

Rincian laporan laba ditahan biasanya terdiri dari laba atau rugi operasional perusahaan, pembayaran dividen, dan pos pos lainnya (jika ada) yang mempengaruhi saldo laba ditahan.

Lebih tepatnya, perhitungan laba ditahan bisa dirumuskan sebagai berikut:
    Laba Ditahan = Saldo Laba Ditahan + Laba Bersih - Pembayaran Dividen

    # Contoh Laporan Laba Ditahan

    Berikut contoh laporan laba ditahan.

    Misalnya pada awal tahun 2019, posisi saldo laba ditahan PT Blimbing Jaya sebesar IDR 4.700. Selama tahun 2019, PT Blimbing Jaya berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar IDR 5.800.

    Pada akhir periode, PT Blimbing Jaya memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar IDR 5.300 kepada para pemegang sahamnya dengan rincian IDR 2.000 untuk pemegang saham preferen dan IDR 3.300 untuk pemegang saham biasa.

    Kita bisa menyusun laporan laba ditahan per 31 Desember 2019 secara sederhana sebagai berikut:
    laporan laba ditahan
    Contoh laporan laba ditahan

    Laba Ditahan dan Pencatatan Akuntansinya

    Laba ditahan adalah bagian dari struktur modal perusahaan. Pelaporan laba ditahan pada neraca berada pada sisi pasiva perusahaan.

    Coba perhatikan contoh neraca sederhana berikut:

    laba ditahan di neraca
    Posisi laba ditahan pada neraca

    Pada neraca tersebut terlihat posisi laba ditahan berada pada struktur modal perusahaan dan merupakan salah satu jenis ekuitas perusahaan.

    # Jurnal Laba Ditahan

    Melihat posisi laba ditahan yang berada pada sisi pasiva, maka laba ditahan akan bersaldo disisi kredit.

    Laba ditahan perlu dilakukan pencatatan atau penjurnalan ketika terjadi:
    • Perusahaan memperoleh laba atau menderita rugi
    • Perusahaan mengumumkan pembagian dividen kepada pemegang saham
    Pencatatan laba/rugi

    Jurnal atau pencatatan dilakukan ketika perusahaan mengalami laba atau rugi dan pencatatan ini merupakan salah satu jurnal penutup. Laba atau rugi yang dihasilkan akan ditutup pada akun laba ditahan. 

    Artinya laba akan menambah akun laba ditahan dan rugi akan mengurangi akun laba ditahan.

    Jika kurang memahami jurnal penutup, sebaiknya baca jurnal penutup ini dulu

    Laba atau rugi akan di jurnal seperti ini:

    Jurnal Laba Ditahan

    Pembagian Dividen

    Laba ditahan akan berkurang nilainya apabila perusahaan memutuskan untuk membagikan laba ditahan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

    Pembagian dividen tersebut akan dijurnal sebagai berikut: Contoh pembagian dividen tunai

    Jurnal Laba Ditahan Pembagian Dividen

    Notes:

    Ada dua tahap dalam pencatatan dividen tunai.

    Pertama ketika perusahaan mengumumkan akan membagikan dividen.

    Saat pengumuman tersebut, perusahaan akan mengurangi (mendebit) saldo laba ditahan dan mengakui utang dividen.

    Utang dividen ini diakui karena dividen masih belum dibayarkan. Hanya diumumkan.
    Dan pengumuman ini berarti perusahaan berjanji (berhutang) kepada pemegang saham bahwa dividen akan dibayarkan.

    Yang kedua, penjurnalan ketika dividen telah dibayarkan.

    Tanggal pengumuman dan tanggal pembayaran dividen adalah berbeda. 

    Ketika pengumuman pembagian dividen, tidak serta merta saat itu juga dividen akan segera dibayarkan.

    Ketika pembayaran sudah dilakukan maka perusahaan akan mengeluarkan kas (mengkredit kas) dan utang dividen akan didebit (telah dibayar).

    Penutup

    Laba ditahan adalah bagian atau keseluruhan laba perusahaan yang akan digunakan kembali untuk keperluan perusahaan.

    Bahkan pertumbuhan laba ditahan dijadikan sebagai tolak ukur bagi sebagian investor untuk menilai kinerja sebuah perusahaan.

    Copyright © mnjmn. My Simple Template: Simple Template Design