Showing posts with label Sistem Informasi Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Sistem Informasi Manajemen. Show all posts
Apa yang Dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen

Pengertian Sistem Informasi Manajemen 

Apa itu sistem informasi manajemen ?

Pengertian sistem informasi manajemen adalah sistem pengolahan data transaksi, aktivitas dan informasi internal maupun eksternal yang menghasilkan informasi yang bisa mendukung kinerja manajemen dan bisa dijadikan sebagai pengendalian internal organisasi.

Sistem inforamasi manajemen atau yang juga disingkat SIM didukung oleh teknologi, sumber daya manusia, dan prosedur yang mumpuni untuk menghasilkan informasi yang kekinian, cepat, akurat dan bernilai.

Informasi yang dihasilkan bisa dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan manajemen, menyusun perencanaan, bahkan untuk memecahkan suatu masalah.

Sistem informasi manajemen disusun dan dioperasikan berdasarkan tujuan dan kebutuhan penggunanya. Setiap organisasi memiliki tujuan dan kebutuhan informasi yang berbeda beda.

Perubahan dalam dunia usaha bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja, baik yang berasal dari internal ataupun eksternal peruahaan. Perubahan kondisi yang mendadak harus segera direspon sesegera mungkin untuk menghindari efek yang tidak diinginkan. Sistem informasi manajemen bisa menyajikan data data yang diperlukan dengan segera agar manajemen bisa melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi dengan cepat.

Sistem informasi manajemen membantu manajemen dalam bekerja secara efektif, efisien dan lebih cepat. Potensi masalah yang timbul bisa dengan cepat diatasi.

Sistem Informasi Manajemen adalah
Sistem Informasi Manajemen


Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Apa yang dimaksud dengan sistem informasi menurut para ahli ?

Donald W. Kroeber : Definisi Sistem informasi manajemen adalah sejumlah proses dalam menyajikan informasi kepada para manajer yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengambilan sebuah keputusan didalam suatu organisasi.

Gordon B. Davis : Definisi sistem informasi manajemen sebagai sebuah sistem yang terintegrasi dimana sistem tersebut menyajikan informasi yang berguna untuk menunjang operasional manajemen dan berfungsi sebagai bahan pengambilan sebuah keputusan dalam suatu organisasi.

Sistem dalam manajemen sistem informasi bisa berupa perangkat lunak (software), perangkat keras (hardwaree), prosedur seperti model untuk analisis, perencanaan dan pengawasan.

Anda mungkin pernah membeli di minimarket seperti indomaret dan alfamart, ketika transaksi pembayaran petugas hanya mendekatkan barcode produk yang dibeli pada alat scan. Secara otomatis tertera harga yang harus dibayarkan, potongan (kalau ada). Bukan hanya itu, catatan pajak, stok barang langsung berkurang tanpa harus mencatat secara manual manual. Semua transaksi yang ada saling terhubungan antara satu cabang yang lain, terkoneksi dengan depo gudang utama bahkan hingga kantor regional dan pusat minimarket tersebut.

Informasi tersebut dengan cepat bisa diketahui oleh manajer penjualan ataupun pembelian. Berbekal informasi tersebut manajer bisa memutuskan apakah akan menambah stok, mengurangi stok atau menahan stok barang.

Manajemen bisa dengan cepat mengetahui produk apa yang laku dan produk apa yang tidak laku. Apakah harus memberikan diskon terhadap produk yang tidak laku atau menaikkan harga jual terhadap produk yang laku. Semua keputusan berangkat dari informasi yang dihasilkan.

Cepat dan efisien. Petugas tidak harus mencatat penjualan satu satu yang membutuhkan waktu yang lama. Itulah salah satu contoh kecil penerapan dari sistem informasi manajemen perusahaan.

Piramida Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen perusahaan bisa digambarkan dalam bangunan piramid.

Lapisan Dasar - Terdiri atas informasi dalam pengolahan transaksi, penjelasan mengenai status dan lain sebagainya

Lapiran Kedua - Terdiri atas sumber informasi didalam mendukung operasional manajemen sehari hari

Lapisan Ketiga - Terdiri atas sumber daya sistem informasi dalam membantu sebuah perencanaan taktis serta pengambilan sebuah keputusan dalam pengendalian manajemen

Lapisan Puncak - Terdiri atas sumber daya informasi yang bertujuan mendukung sebuah perencanaan serta perumusuan suatu kebijakan oleh manajemen puncak

Ciri Ciri Sistem Informasi Manajemen

Menurut Gordon B. Davis [2002], ada beberapa ciri ciri dalam lingkup sistem informasi manajemen perusahaan, diantarnaya:
  1. Baru. Informasi yang dihasilkan sistem informasi manajemen adalah masih segar, sama sekali masih baru bari penerimanya
  2. Tambahan. Informasi yang dihasilkan menghasikan informasi tambahan atau melengkapi dan memperbarui informasi sebelumnya yang telah ada
  3. Penegas. Maksudnya informasi dari SIM bisa mempertegas infomasi sebelumnya yang sudah ada. Informasi ini berguna bagi penerimanya bahwa informasi tersebut benar benar akurat dan berharga.
  4. Korektif. Informasi SIM bisa menjadi alat koreksi terhadap infomasi keliru yang sudah ada sebelumnya
Selain itu ada beberapa ciri ciri lagi selain yang disampaikan oleh Gordon Davis, Diantaranya:
  1. Manajemen sistem informasi berorientasi hanya kepada pepentingan manajemen
  2. Rancangan dan operasionalnya diarahkan oleh manajemen
  3. Sistem manajemen informasi didukung oleh perangkat teknologi yang terupdate
  4. Manajemen sistem informasi meliputi seluruh perencanaan perusahaan

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Terdapat beberapa fungsi sistem informasi manajemen yang diaplikasikan dalam sebuah organisasi atau perusahaan, diantaranya:
  1. Mempermudah mendeteksi permasalahan yang terjadi dan cara penyelesaiannya
  2. Mempermudah dalam melakukan pengawasan dan koreksi terhadap kegiatan organisasi atau perusahaan
  3. Meningkatkan produktivitas operasinal perusahaan. Dengan adanya data, maka waktu dan biaya bisa ditekan dengan maksimal.
  4. Menentukan skala prioritas pada aktivitas perusahaan. Mana yang harus dikerjakan dan mana yang bisa ditunda pengerjaannya.

Macam Macam Sistem Informasi Manajemen Perusahaan

Sistem informasi manajemen yang ada didalam perusahaan umumnya ada beberapa bagian, seperti:
  • Sistem Informasi Akuntansi - Menyajikan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan, arus kas dll.
  • Sistem Informasi Pemasaran - Menyajikan informasi berhubungan dengan penjualan, aktivitas pemasaran, riset pasar dan kegiatan yang berhubungan dengan agenda pemasaran lainnya
  • Sistem Informasi Manajemen Persediaan - Menyajikan informasi tentang kebutuhan persediaan barang, baik barang dagang (perusahaan dagang), bahan baku, bahan setengah jadi dan barang jadi.
  • Sistem Informasi Personalia - Menyajikan informasi yang berkaitan dengan human resourses seperti database karyawan, payroll, absensi, cuti karyawan dll.
  • Sistem Informasi Distribusi - Informasi berkaitan dengan sistem distribusi barang, termasuk juga komunikasi yang menghubungankan perusahaan dengan pelanggan
  • Sistem Informasi Pembelian - Informasi yang berhubungan dengan pemilihan supplier, kebutuhan barang atau bahan baku, metode pembayaran kepada supplier, menjaga persediaan agar selalu tersedia dl.
  • Sistem Informasi Analisa Kredit - Menyediakan informasi yang berhubungan dengan kebutuhan utang, skema utang, instrumen utang yang diambil, bunga dan skema pembayarannya.
  • Sistem Informasi Riset dan Pengembangan - Informasi yang umumnya berhubungan dengan riset dan pengembangan produk baru, produk yang dibutuhkan pelanggan.
  • Sistem Informasi Kekayaan - Menyajikan informasi yang menyangkut masalah pengelolaan aset perusahaan, aset tidak terpakai dan keputusan belanja modal (capital expenditure).

Perkembangan teknologi sejauh ini sangatlah pesat. Bahkan bisa dibilang sedang mengalami shifting teknologi. Hampir menyentuh semua aspek, tak terkecuali dengan sistem informasi manajemen. Bahkan perkembangan sejauh ini membuat teknologi sebagai pusat dari sebuah sistem informasi. Namun yang perlu diingat, teknologi apakah itu berupa perangkat lunak ataupun perangkat keras hanyalah ALAT yang menyediakan informasi.

Bagaimana cara informasi tersebut diolah, bagaimana cara menganalisa informasi yang dihasilkan dan bagaimana keputusan yang akan dibuat berdasarkan informasi yang ada adalah peran yang lebih penting lagi yang harus dilakukan oleh manajemen. Oleh manusia.
Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen - Analis sistem informasi manajemen harus memahami kebutuhan informasi yang diperlukan agar sistem informasi yang ada bisa berguna dan dimanfaatkan oleh para pemakai informasi.

Kebutuhan kebutuhan bisa diketahui dengan mencerna aktivitas aktivitas pada masing masing level atau tingkat manajemen dan tipe keputusan yang diambil.

Tujuan dari dibentuknya sebuah sistem informasi manajemen (SIM) agar sebuah organisasi mempunyai informasi yang bisa memberikan manfaat didalam pembuatan sebuah keputusan manajemen.

Apakah itu keputusan yang menyangkut kegiatan rutin maupun keputusan manajemen yang bersifat strategis jangka panjang.

manfaat sistem informasi manajemen
Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen memiliki sejumlah manfaat yang bisa diambil oleh para penggunanya, berikut ini beberapa manfaat dari sistem informasi manajemen :
  1. Dapat meningkatkan aksestabilitas data yang disajikan dengan akurat dan tepat waktu untuk para pengguna informasi tanpa melalui perantara sistem informasi
  2. Sistem Informasi Manajemen bisa menjamin kwalitas dan keterampilan didalam memanfaatkan sistem informasi manajemen secara kritis
  3. Sistem informasi manajemen dapat mengantisipasi serta memahami konsekuensi ekonomis dari sebuah sistem informasi dan tekhnologi baru
  4. Mengembangkan sebuah perencanaan yang lebih efektif
  5. Mengidentifikasikan kebutuhan pendukung sistem informasi
  6. Menetapkan investasi yang nantinya akan diarahkan kepada sistem informasi
  7. Memperbaiki produktifitas didalam aplikasi pengembangan dan maintenance sistem
  8. Mengolah seluruh transaksi, mengurangi biaya serta menciptakan pendapatan 

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen adalah menghasilkan informasi yang berguna bagi manajemen. Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi yang terkomputerisasi untuk mengelola semua data dan informasi yang berhubungan dengan perusahaan untuk dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan.
tujuan sistem informasi manajemen
Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen 

Simpel saja, sesuai namanya, sistem informasi manajemen tujuan utamanya adalah menghasilkan INFORMASI.

Informasi yang bagaimana ?
Informasi untuk siapa ?
Untuk apa informasi tersebut ?

Secara umum, sistem informasi manajemen bertujuan untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh pihak yang berkepentingan untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan.

Informasi yang dihasilkan adalah informasi yang punya nilai guna bagi pemakainya. Bermanfaat bagi pembacanya. Suapaya informasi mempunyai nilai guna, informasi haruslah relevan, akurat dan tepat waktu.

Kekurangan salah satu diantaranya mengakibatkan informasi akan berkurang nilainya. Contohnya manajer pemasaran ingin mengetahui jumlah pengeluaran promosi dan penjualan tapi diberikan informasi tentang biaya produksi. Maka informasi tersebut tidak relevan. Tidak berguna bagi manajemen pemasaran.

Siapa pengguna informasi tersebut?


Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi manajemen akan digunakan oleh berbagai pihak yang membutuhkan. Terutama pihak manajemen perusahaan, mulai dari manajemen lapisan bawah, menengah hingga manajemen puncak.

Tidak menutup kemungkinan informasi juga dibutuhkan oleh pihak internal lainnya seperti karyawan dan pihak eksternal perusahaan seperti pemerintah, pemegang saham, kreditur dan masyarakat.

Informasi yang dihasilkan SIM akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Mulai dari keputusan perencanaan, pengendalian, evaluasi dan perbaikan terhadap apa yang telah dijalankan.

Contohnha informasi mengenai biaya produksi yang dibutuhkan oleh bagian produksi. Manajer bagian produksi tentu akan memanfaatkan informasi tersebut untuk mengevaluasi kinerjanya, menyusun rencana kerja kedepan atau melakukan perbaikan kinerja.

Misalnya pada laporan SIM ternyata ada beberapa bagian yang mengakibatkan biaya produksi membengkak, tidak efisien. Manajer bagian produksi tentu akan merespon dan mengambil tindakan supaya bagian yang tidak efisien tersebut dievaluasi dan dicarikan solusi.

Sistem informasi manajemen yang bagus bahkan bisa meminimalkan biaya dan memaksimalkan pendapatan perusahaan.

Manajemen pada tingkatan yang lebih atas tentu akan membaca informasi yang dihasilkan dari perspektif yang berbeda sesuai dengan kepentingannya. Tujuan utamanya adalah memaksimalkan kinerja perusahaann.

Bahwa dengan adanya sistem informasi manajemen, manajemen perusahaan bisa mengambil keputusan mengenai perencanaan bisnis, menentukan strategi, melakukan evaluasi dan mengambil tindakan perbaikan dengan efektif dan efisien.

Tambahan:

Tujuan Teknis Sistem Informasi Manajemen

Secara teknis, sistem informasi manajemen mempunyai tujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data dan menyajikan informasi hasil pengolahan data.

# Mengumpulkan Data

Sistem informasi manajemen bertujuan untuk mengumpulkan data data yang ada yang bisa berpengaruh pada kondisi perusahaan. Semua data yang berasal dari kegiatan internal perusahaan bahkan dari eksternal perusahaan. Seperti data transaksi perusahaan, data operasional, agenda dan kegiatan perusahaan.

# Pengolahan Data

Data yang telah dikumpulkan akan diproses dan dioleh menjadi informasi. Pengolahan data ini bisa meliputi penyortiran data/menyeleksi data, merangkum data, mengelompokkan data dan membuat perhitugan sehingga muncullah data akhir yang menjadi informasi manajemen yang berguna.

# Penyajian Informasi

Informasi yang telah dihasilkan dari pengolahan data harus disajikan kepada pihak pihak yang membutuhkan informasi tersebut. Informasi yang disajikan harus mudah dibaca oleh penggunanya agar pesan yang ingin disampaikan bisa tersalurkan.

Informasi yang sajikan harus relevan, akurat dan dalam waktu yang tepat agar bisa menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen.

Ketiga tahapan dan tujuan teknis tersebut umumnya dilakukan secara terkomputerisasi. Menggunakan teknologi yang kekinian sehingga proses sistem informasi manajemen bisa lebih cepat, akurat, efektif dan efisien.

Walaupun komputer bukanlah syarat mutlak dalam sebuah sistem informasi manajemen, namun pada prakteknya sistem informasi manajemen yang baik hampir semuanya menggunakan bantuan komputer dan teknologi informasi terkait.

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen sistem informasi manajemen adalah semua elemen elemen yang membentuk sebuah sistem informasi. Komponen dalam sistem informasi manajemen umumnya terbagi menjadi dua bagian :
  1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fungsional
  2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fisik.

sistme informasi manajemen
Komponen Sistem Informasi Manajemen

1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fungsional

Komponen sistem informasi manajemen fungsional merupakan semua komponen yang berkaitan dengan teknik pengumpulan data, pemprosesan data, pengiriman data, penyimpanan dan pelaporan informasi yang diperlukan oleh manajemen.

Komponen komponen sistem informasi manajemen secara fungsional terdiri dari:
  1. Sistem administrasi dan operasional
  2. Sistem pelaporan manajemen
  3. Sistem database
  4. Sistem pencarian
  5. Manajemen laba

# Sistem Administrasi dan Operasional

Komponen administrasi dan operasional meliputi bagian bagian manajemen yang melakukan kegiatan kegiatan rutin yang prosedur prosedurnya telah ditentukan seperti pada bagian administrasi, personalia dan bagian yang liannya.

Komponen ini harus diawasi dengan teliti supaya jika terjadi perubahan perubahan yang merugikan bisa segera bisa diketahui dan diantisipasi.

# Sistem Pelaporan Manajemen

Sistem pelaporan manajemen adalah sebuah komponen sistem informasi manajemen yang mencakup bagian bagian yang tugas utamanya menyusun laporan kinerja secara rutin/periodik

# Sistem Pencarian

Sistem pencarian memberi informasi informasi yang diperlukan sesuai dengan yang diminta dan bentuknya tidak terstruktur untuk mengambil sebuah keputusan .

# Sistem Database

Sistem database adalah komponen yang berguna untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai kegiatan perusahaan.

# Manajemen Data

Manajemen data adalah komponen sistem informasi manajemen yang memastikan bahwa data data yang dimiliki akurat, kekinian (up to date), aman, dan siap untuk digunakan. Manajemen data juga berfungsi sebagai penghubung antara database dan komponen komponen sistem informasi lainnya.

Manajemen data menggunakan software yang bisa membantu dalam memperoleh, memelihara mengontrol, mengolah hingga mempermudah akses data agar bisa digunakan dengan mudah.

2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Fisik

Komponen sistem infomrasimanajemen secara fisik merupakan semua peralatna fisik yang dibutuhkan sistem informasi manajemen agar bisa jalan. Komponen komponen sistem informasi manajemen secara fisik diantaranya adalah:
  1. Perangkat keras (hardware)
  2. Perangkat lunak (software)
  3. Database
  4. Prosedur
  5. Personel
  6. Jaringan data

# Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras adalah salah satu komponen sistem informasi manajemen yang mutlak diperlukan. Perangkat keras fisiknya kelihatan secara nyata. Hardware bisa berjalan sesuai dengan apa yang diperintahkan penggunanya. Contohnya smartphone, printer, komputer lengkap dengan peralatannya.

# Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak tidak berupa fisik, tapi berupa file dan aplikasi aplikasi yang mengisi perangkat keras yang mendukung berjalannya sistem informasi manajemen perusahaan. Perangkat lunak inilah yang akan memberikan perintah atau instruksi kepada perangkat keras bagaimana dia akan dijalankan.

Software banyak berisikan data data elektronik yang bisa menjalankan hardware sesuai dengan perintah yang diberikan.

Software merupakan bagian sistem dari perangkat keras yang tidak berwujud. Termasuk didalammya data yang telah diformat, disimpan, termasuk program aplikasi komputer, dokumentasi dan berbagai data yang bisa ditulis dan dibaca oleh perangkat keras.

Software umumnya terdiri dari sistem operasi, bahasa pemprograman dan program aplikasi.

# Database

Database atau basis data merupakan tempat menyimpan data dan informasi yang berupa fila file yang berisi data dan program perusahaan yang dikumpulkan dan disimpan secara sistematis sedemikian rupa sehingga bisa dengan mudah diakses oleh para penggunanya. Database bisa menghindari pengulangan informasi dan data.

Aplikasi perangkat lunak yang biasanya dipakai untuk mengelola basis data tersebut disebut dengan database management system (DBMS).

# Prosedur Pengoperasian

Prosedur adalah komponen fisik yang berupa panduan atau instruksi dalam menjalankan sistem informasi manajemen. Prosedur pengoperasian umumnya berupa instruksi penyiapan data dan instruksi petunjuk pengoperasioan hardware dan software.

Prosedur bisa berisi tentang kebijakan metode yang akan dipakai, peraturan peraturan dalam penggunaan sistem informasi manajemen yang berbasis teknologi informasi.

# Personil (Brainware)

Personel merupakan komponen yang menjalankan dan mengoperasikan semua komponen fisik lainnya diatas, mulai dari mengadakan hardware, menjalankan software dan mematuhi prosedur.

Siapa yang akan menghidupkan komputer? siapa yang akan mengoperasikan komputer? tentu adalah manusia. Sumber daya manusia dalam sistem informasi manajemen bisa terdiri dari pakar sistem dan pengguna informasi.

Pakar sistem atau ahli adalah orang yang menjalankan dan mengoperasikan sistem informasi pada perusahaan. Contohnya operator, analis sistem, programer, staf dan lainnya.

Pengguna informasi atau pemakai merupakan pihak yang membutuhkan dan menggunakan data informasi yang telah dihasilkan oleh sistem informasi manajemen untuk keperluannya. misalnya manajemen baik tingkat atas, menengah atau atas, pelanggan, pemasok, kreditur maupun stakeholder lainnya.

# Jaringan Data

Jaringan data adalah gabungan beberapa seperangkat hardware dan software yang telah didesain sedemikian rupa sehingga bisa saling berbagi informasi, komunikasi dan akses data dari beberapa tempat sekaligus antara satu bagian dengan bagian yang lain dalam sebuah perusahaan.

Dengan adanya jaringan data, maka pertukaran data bisa dengan mudah dilakukan, komunikasi antar lini diperusahaan bisa dilakukan dengan cepat, akses data dan informasi yang lebih efisien dan diberikan dalam waktu yang cepat dan terupdate.

Dari komponen komponen yang terdapat pada Sistem Informasi Manajemen antara komponen yang satu dan yang lainnya memiliki keterkaitan yang erat, dan karena eratnya keterkaitan tersebut para pemakai informasi bisa mendapatkan keyakinan dalam sebuah keputusan oleh sebuah organisasi.

Contoh Sistem Informasi Manajemen dalam Perusahaan / Organisasi

Contoh Sistem Informasi Manajemen dalam Perusahaan / Organisasi

Contoh sistem informasi manajemen - Berbicara mengenai sistem informasi manajemen perusahaan atau organisasi yang selalu menggunakan teknologi maka akan selalu berkaitan dengan pihak pihak dari kalangan praktisi informatika, ahli IT (informasi teknologi) karena pada umumnya merekalah yang merancang aplikasi sistem informasi manajemen.

Ada beberapa contoh sistem informasi manajemen dalam perusahaan atau organisasi yang umum diterapkan pada banyak perusahaan atau organisasi, seperti:
  1. Enterprise Resource Planning | ERP 
  2. Transaction Processing System (TPS) Sistem Pemprosesan Transaksi
  3. Office Automation System (OAS) Sistem Otomatis
  4. Knowledge Work System (KWS) Sistem Kerja Pengetahuan
  5. Decision Support System (DSS) Sistem Pendukung Keputusan
  6.  Expert System (ES) and Artificial Intelligent (AI)
  7. Informatic Management System (IMS) Sistem Manajemen Informasi
  8. Information Reporting System (IRS) Sistem Pelaporan Informasi
  9. Group Decision Support System (GDSS) Sistem Pendukung Keputusan Kelompok
  10. Executive Information System (EIS) Sistem Informasi Eksekutif
  11. Supply Chain Management (SCM) Manajemen Rantai Pasokan

Contoh Informasi Manajemen dalam Perusahaan atau Organisasi

Piramida sistem informasi manajemen. source: 12650024-si.blogspot.co.id

# 1. Enterprise Resource Planning | ERP 

Enterprise rouserce planning (ERP) merupakan sebuah sistem terintegrasi yang memudahkan manajemen dalam melakukan perencanaan terhadap sumber daya yang dimiliki.

Penerapan enterprise resource planning menggunakan teknologi informasi yang berupa perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang merangkum aktivitas perusahaan dan mengolahnya menjadi sebuah informasi.

Informasi yang dihasilkan oleh sistem ERP ini mempunyai basis data yang sama dan akan digunakan oleh manajemen untuk menyusun perencanaan perusahaan untuk mengelola sumber daya yang dimiliki.

Mau diapakan sumber daya perusahaan seperti sumber daya manusia, dana, material, mesin, metode dan sumber daya lain bisa dipengaruhi oleh informasi yang dihasilkan sistem ERP ini.

Informasi hasil ERP digunakan dalam mengintegrasikan kerja antar lini perusahaan, antar bidang kerja masing masing departemen diperusahaan.

ERP menjadi jembatan yang menghubungkan sekat-sekat yang ada pada perusahaan misalnya bagian accounting, finance, marketing, human resource dan bagian yang lain dalam perusahaan bisa dengan mudah melakukan komunikasi dan integrasi informasi. Terkelola dengan baik dan tidak berjalan sendiri sendiri.

# 2. Transaction Processing System (TPS) Sistem Pemprosesan Transaksi

Sistem informasi TPS adalah contoh sistem informasi manajemen yang mencatat, mengumpulkan, menyimpan dan mengolah semua data transaksi bisnis yang telah dilakukan perusahaan.

Sistem TPS bisa mengolah data transaksi dalam volume yang besar dan bervariasi secara efisien. Sistem informasi TPS menghindari pencatatan yang keliru (error), mencatat secara akurat dengan privasi dan keamanan data yang terjaga.

Contoh sistem informasi TPS adalah mencatat dan mengolah data transaksi bisnis seperti laporan pembelian, penjualan, perubahaan inventori (persediaan) laporan gaji para karyawan, dan bahkan formulir pembayaran pajak.

Salah satu contoh penerapan sistem infomrasi TPS adalah seperti aplikasi Mandiri E-FX (Mandiri Electronic Foreign Exchange) yang dijalankan oleh Bank Mandiri.

# 3. Office Automation System (OAS) Sistem Otomatis

Office automation system (OAS) atau disebut juga virtual office (VO) adalah sistem informasi yang menggabungkan beberapa peralatan teknologi informasi yang berfungsi untuk menyimpan, mengolah dan mengirimkan data data dalam bentuk komunikasi elektronik (virtual).

Sistem OAS bisa menekan penggunaan kertas sehingg bisa meningkatkan ketepatan, kecepatan dan keamanan data informasi yang ada. Pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja.

Konsep OAS terdiri dari sebuah server perusahaan sebagai pusat pengendali. Para pemakai bisa saling berkomunikasi dengan yang lain melalui server pusat tersebut. Semua data data tersimpan dalam server untuk memudahkan akses bagi yang membutuhkan.

# 4. Knowledge Work System (KWS) Sistem Kerja Pengetahuan

Knowledge work system (KWS) adalah sistem informasi yang memanfaatkan pengetahuan baru untuk digunakan oleh perusahaan. Sistem informasi KWS memanfaatkan dan mengintegrasikan pekerja profesional seperiti insinyur, profesor, doktor atau ilmuwan untuk bekerja dan menciptakan sesuatu yang baru yang bisa memberikan manfaat yang besar kepada perusahaan.

Sistem aplikasi KWS ini bisa membuat para pekerja ahli bisa menyalurkan ide dan menerapkannya kedalam pekerjaan mereka secara lebih efektif dan efisien. 

# 5. Decision Support System (DSS) Sistem Pendukung Keputusan

Decision support system atau sistem pendukung keputusan adalah sistem informasi yang berbasis komputer yang mengamati lingkungan perusahaan dan menjadi informasi pendukung dalam pengambilan keputusan bisnis.

Sistem informasi DSS mencari solusi terhadap masalah yang ada dengan respon yang cepat dalam kondisi yang selalu berubah.

Sistem informasi DSS mengolah data mentah, dokumen, model bisnis dan bahkan pengetahuan pribadi manajemen untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalah yang muncul. Sistem informasi DSS mengelola data terkini dalam jumlah yang besar, mengolah data penjualan, perkiraan pendapatan dan data lainnya yang dibutuhkan.

Dengan menjalankan aplikasi sistem informasi DSS, manajemen bisa memiliki pandangan baru terhadap masalah yang ada, menguatkan kontrol, mempercepat waktu, menghemat biaya dan meningkatkan produktivitas serta efektivitas manajer sehingga manajemen bisa melakukan pekerjaan lebih cepat dengan usaha yang sedikit.

contoh sistem informasi manajemen DSS
Skema sistem informasi DSS . courtesy of : ag92110007.wordpress.com

# 6. Expert System (ES) and Artificial Intelligent (AI)

Expert system atau sistem pakar adalah sebuah aplikasi terkomputerisasi yang berfungsi menyelesaikan masalah seperti yang dipikirkan oleh para pakar atau tenaga ahli.

Yang dimaksud pakar adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus yang mumpuni dalam memecahkan masalah yang tidak bisa dilakukan oleh orang awam. Contoh ES adalah penjadwalan mekanik

Sedangkan Artificial Intelligent (AI) atau yang disebut juga kecerdasan buatan adalah sistem aplikasi yang memiliki kemampuan kecerdasan seperti kemampuan manusia. Contohnya adalah aplikasi komputer yang berusaha mencontoh cara pikiran manusia.

AI bisa menelaah data data atau informasi yang kurang lengkap dan memiliki kemampuan untuk menjelaskan atau penalaran terhadap langkah langkah dan keputusan yang diambil manajemen.

# 7. Informatic Management System (IMS) Sistem Manajemen Informasi

Informatic Management System (IMS) adalah sebuah aplikasi komputerisasi yang menyajikan informasi yang terpadu yang mengambil informasi dari beberapa database dan berbagai sumber. Informasi yang dihasilkan lebih detail, merangkum data informasi yang telah terpilih dan membantu dalam analisa pengambilan keputusan.

Informasi IMS contohnya informasi tentang perhitungan harga pokok produk barang atau jasa, informasi keuangan, informasi tentang aliran bahan dan produk, informasi pemasaran seperti pengembangan produk dan distribusinya, dan juga informasi tentang sumber daya manusia seperti perekrutan atau seleksi dan pelatihan SDM.

Sistem informasi IMS membuat laporan secara periodik (mingguan, bulanan, atau harian) mengenai ringkasan aktivitas secara detail. IMS juga menyusun laporan tertentu apabila ada permintaan dari seseorang atau laporan yang disusun secara mendadak yang memerlukan tindakan segera.

# 8. Executive Information System (EIS) Sistem Informasi Eksekutif

Salah satu contoh sistem informasi manajemen lainnya adalah executive information system (EIS) atau sistem informasi eksekutif. Seusia dengan namanya, sistem informasi EIS ini dipakai oleh jajaran ekskutif atau manajemen jajaran tingkat atas dalam perusahaan.

Karena yang membutuhkan adalah manajemen tingkat atas, maka informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi EIS ini bersifat strategis yang bisa menentukan jalannya dan keberhasilan strategi perusahaan.

Sistem informasi EIS memberikan akses yang mudah, cepat dan terkomputerisasi ke informasi internal maupun eksternal yang berkaitan dengan faktor utama yang bisa mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Hanya informasi yang strategis, yang penting, bukan informasi yang terlalu teknikal.

# 9. Information Reporting System (IRS) Sistem Pelaporan Informasi

Sistem informasi IRS adalah sistem informasi yang memberikan laporan mengenai produk perusahaan. Sistem informasi IRS akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajer seperti contohnya kinerja penjualan produk, IRS akan memberikan laporan analisa mengenai penjualan produk secara mingguan kepada manajer penjualan. Dan manajer penjualan menggunakan data yang disajikan untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja yang bisa mereka capai.

Laporan yang disajikan sistem informasi IRS bisa berupa angka-angka, grafik maupun tabel dan bahkan infografis. Umumnya, laporan IRS akan disajikan secara rutin (periodik), dan berdasarkan permintaan jika dirasa diperlukan oleh manajer atau bahkan jika terjadi situasi yang tidak diprediksi sebelumnya (pengecualian).

# 10. Supply Chain Management (SCM) Manajemen Rantai Pasokan

Pada perusahaan manufaktur, kegiatan utama adalah bagaimana mengelola barang belum jadi (bahan baku) menjadi barang jadi yang siap untuk digunakan oleh konsumen. Proses dari barang mentah hingga bisa dinikmati oleh konsumen memerlukan tahapan yang kompleks.

Sistem informasi supplay Chain Management (SCM) berfungsi untuk mengatur hal hal yang berhubungan dengan hal tersebut. Sistem informasi SCM memberikan data data yang terintegrasi mengenai serangkaian aktiviatas yang berhubungan dengan koordinasi masing masing divisi, jadwal, pengawasan, pemasok bahan mentah, produksi, pengawasan persediaan hingga sampai pada pemasok, pengecer dan yang paling ujung adalah produk bisa dinikmati oleh konsumen.

Sistem informasi SCM akan mengolah data terkait operasional produksi, logistik, administrasi harian bahkan data data tentang pemasok bahan mentah dan list pelanggan.

Intinya, sistem infomrasi SCM mengelola data tentang kegiatan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi yang diterima konsumen.

Informasi yang diolah oleh SCM bisa dimanfaatkan untuk untuk mengurangi biaya biaya, baik biaya produksi, biaya logistik distribusi, biaya bahan baku dan biaya lain yang timbul dan mempersingkat waktu hingga barang tersebut diterima oleh konsumen.

# 11. Group Decision Support System (GDSS) Sistem Pendukung Keputusan Kelompok

Sistem informasi GDSS adalah aplikasi interaktif terkomputerisasi dirancang secara khusus untuk memudahkan sekelompok orang dalam menghadapi masalah yang tidak terstruktur. Sistem GDSS mengatur komunikasi bagi masing masing anggota kelompok menggunakan software (perangkat lunak yang dinamakan groupware) untuk menganalisa masalah dan keputusan secara bersama-sama.

Sistem informasi GDSS dapat meminimalkan risiko perilaku kelompok atau anggota kelompok yang negatif, seperti miskomunikasi, pemikiran yang tersekat sekat atau terkotak kotak antar anggota ataupun konflik antar anggota yang bisa merusak kelompok.

Aplikasi  GDSS yang juga dikenal dengan nama Computer Supporterd Collaboratie Work (CSCW) memiliki manfaat seperti:
  • Meningkatkan partisipasi anggota kelompok 
  • Membuat pertemuan dan diskusi menjadi lebih efisien dan efektif 
  • Memicu anggota kelompok mengeluarkan ide ide baru tanpa takut disalahkan atau dikritik
  • Evaluasi terhadap ide yang ada bisa dilakukan secara obyektif
  • Dokumentasi hasil pertemuan yang tersimpan dengan baik
  • Ketidaksepakatan antar anggota kelompok bisa dipecahkan sesegera mungkin
  • Anggota baik yang tingkatannya lebih tinggi atau rendah bisa sejajar mengenai usulan ide ide baru.
Demikian lah contoh sistem informasi manajemen yang sering digunakan dalam perusahaan ataupun organisasi. Materi ini diambil dari beberapa sumber di internet. Apabila ada kesalahan ataupun kekurangan inforamsi, silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar. Terima kasih.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen

Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen

Ruang lingkup sistem informasi manajemen terdiri dari 4 lingkup. Sesuai dengan namanya, ruang lingkup sistem informasi manajemen terdiri dari:
  1. Data
  2. Sistem 
  3. Informasi
  4. Manajemen
ruang lingkup sistem informasi
Ruang Lingkup Sistem Infomrasi Manajemen | source : prestashopmanager.com

1. Data

Salah satu tugas sistem informasi manajemen adalah mengumpulkan data lalu dioleh sehingga data data tersebut menjadi sebuah informasi yang berguna bagi pihak yang membutuhkan.

Data yang bagaimana yang dikumpulkan dan dioleh oleh sistem informasi manajemen ?

Data adalah fakta mentah yang masih belum memiliki manfaat atau manfaatnya tidak optimal. Belum menjadi informasi yang berguna bagi perusahaan. Agar data bisa memiliki manfaat yang optimal dan berguna, maka data perlu diolah oleh sistem informasi manajemen.

Data yang dimaksud dalam sistem informasi manajemen terdiri dari fakta dan angka mengenai perusahaan. Baik data yang berasal dari internal ataupun data yang berasal dari eksternal perusahaan.

# Data Internal

Data internal perusahaan menggambarkan kondisi internal perusahaan. Misalnya data pegawai, data keuangan, data biaya produksi, data persediaan dan lain sebagainya.

# Data Eksternal

Data eksternal peursahaan merupakan gambaran mengenai kondisi dan situasi yang ada diluar perusahaan atau yang bisa berpengaruh pada perusahaan. Contohya data pengguna produk, tingkat kepuasan konsumen, persebaran produk dan pangsa pasarnya. dan sebagainya.

Apabila dilihat dari jenisnya, maka data bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.

# Data Kuantitatif

Data kuantitatif bisa tunjukkan dengan angka angka. Contoh data kuantitatif adalah jumlah biaya promosi, jumlah pegawai, biaya gaji, harga produk, kuantitas persediaan, jumlah bahan baku dan lain sebagainya.

# Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang tidak bisa ditunjukkan dengan angka angka, tapi disajikan dalam bentuk kata kata yang memiliki arti/makna. Contoh data kualitatif adalah kepuasan konsumen, respon dan persepsi pelanggan terhadap produk yang baru diluncurkan dan lain sebagainya.

2 .Sistem

Sistem adalah gabungan atau kumpulan dari berbagai elemen yang saling terhubung dan bekerja sama dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan.

Ruang lingkup sistem pada perusahaan adalah sistem informasi mengenai hal hal yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sistem yang didesain untuk mengumpulkan seluruh data yang ada baik internal maupun eksternal perusahaan dan mengolahnya menjadi sebuah informasi yang berguna bagi perusahaan dan stakeholder yang berhubungan dengan perusahaan.

3. Informasi

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data yang memiliki arti dan manfaat yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan keputusan stakeholder perusahaan.

Informasi yang dihasilkan dalam lingkup sistem informasi manajemen adalah informasi yang berkualitas yang memiliki manfaat yang optimal. Informasi harus relevan, akurat dan tepat waktu.

# Relevan

Informasi dalam ruang lingkup sistem informasi manajemen harus relevan. Informasi yang relevan didalamnya berisi informasi informasi yang berguna bagi pemakainya. Informasi yang memiliki keterkaitan dengan kondisi dan situasi yang dialami oleh perusahaan dan yang kemungkinan akan dialami dimasa mendatang.

Misalkan, seorang manajer sumber daya manusia (human resource)ingin mengetahui tentang jumlah pegawai, kinerja bawahan, produktifitas karyawan namun diberikan informasi mengenai laporan arus kas perusahaan. Maka informasi arus kas perusahaan tersebut adalah informasi yang TIDAK RELEVAN. 

Karena manajer SDM tidak mendapatkan manfaat apapun dari informasi arus kas tersebut. Informasi tidak berkaitan dengan sumber daya manusia. Manajer SDM tentu tidak bisa menjadikan informasi laporan arus kas tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Tentu hal yang berbeda jika informasi laporan arus kas tersebut disajikan kepada manajer keuangan. Maka akan sangat relevan.

# Akurat

Informasi yang akurat menjadi syarat wajib dalam sistem informasi manajemen. Informasi akurat merupakan informasi yang tepat presisi dengan kesalahan yang minimal. Informasi akurat akan diperoleh bila data data yang dioleh sebelumnya adalah data yang benar benar valid tidak dimanipulasi.

Karena informasi akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusuan, ketidak-akuratan informasi bisa menyebabkan keputusan yang diambial akan merugikan. Salah dalam mengambil keputusan karena informasi yang dijadikan pedoman ternyata tidak akurat.

# Tepat Waktu

Informasi tepat waktu maksudnya adalah informasi yang dihasilkan sistem informasi manajemen tidak terlambat disajikan kepada pihak yang membutuhkan. Diterima saat diperlukan. Informasi yang disajikan tidak tepat waktu akan kehilangan sebagian bahkan keseluruhan nilai informasi tersebut.

Kondisi dan keadaan internal dan eksternal perusahaan bisa dengan cepat berubah. Waktu bisa berjalan dengan cepat. Informasi yang tidak tepat waktu akan berkurang manfaatnya bahkan tidak bermanfaat.

Ketika unsur diatas harus dipenuhi dalam sebuah pelaporan informasi. Apabila salah satu tidak dipenuhi, maka informasi yang dihasilkan berkurang manfaatnya bahkan bisa menyesatkan.

4. Manajemen

Ruang lingkup manajemen berada pada proses maupun aktivitas yang dijalankan untuk mengelola perusahaan. Kegiatan yang dilakukan seperti melakukan perencanaan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengendalikan operasional perusahaan agar tujuan perusahaan tercapai.


Tambahan:

# Sistem Informasi

Lingkup sistem informasi pada perusahaan adalah menyangkut pengumpulan data transaksi harian, pengolahan, membantu operasional perusahaan, merumuskan metode yang akan dipakai, dan menginformasikan temuan hasil olah data yang dilakukan kepada pihak pihak yang membutuhkan.

Ada beberapa contoh sistem informasi, berikut diantaranya :
  1. Transaction Processing System (TPS)
  2. Knowledge Work System (KWS) and Office Automation System (OAS)
  3. Information Management System (IMS)
  4. Decision Support System(DSS)
  5. Group Decision Support System (GDSS)
  6. Computer Support Collaborative Work System (CSCW)
  7. Executive Support System (ESS)
  8. Expert System (ES) and Artificial Inteligent (AI)
Hal yang paling mencolok dari sistem informasi manajemen (SIM) adalah penggunaan teknologi informasi. Khususnya komputer sebagai alat bantunya. 

Ruang lingkup sistem informasi manajemen bisa dikatakan sebagai kombinasi antara sumber daya manusia dan kemampuan komputer yang bisa mengumpulkan data, memilih data, mengolah data, menyimpan data dan penggunaan data hingga menjadi sebuah informasi yang diperlukan oleh pihak yang berkepentingan.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan

Sistem Informasi Manajemen Keuangan

Apa Itu Sistem Informasi Manajemen Keuangan ?

Sistem informasi manajemen keuangan atau sistem informasi keuangan adalah sebuah sistem yang mengumpulkan dan mengolah semua data keuangan menjadi sebuah informasi yang dibutuhkan oleh pihak yang berkepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan keuangan.

Sistem informasi keuangan merupakan bagian dari sistem informasi manajemen (SIM) yang merupakan gabungan atau kumpulan dari beberapa subsistem-subsistem keuangan yang saling terkait dan terhubung dalam jaringan yang sama untuk menghasilkan informasi keuangan perusahaan.

Sistem informasi keuangan sering dibutuhkan dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang muncul dalam perusahaan, terutama masalah keuangan.

Informasi keuangan perusahaan yang dihasilkan harus berkualitas agar informasi tersebut bisa memiliki manfaat yang maksimal yang bisa diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Contoh penerapan sistem informasi keuangan yang berkualitas harus memenuhi unsur unsur seperti :
  • Relevan
  • Akurat dan bisa dipertanggung jawabkan
  • Tepat waktu
  • Lengkap
  • Materialitas
  • Mudah Dipahami
  • Bebas dari bias
  • Bisa dibandingkan dengan laporan sejenis
  • Formal dan substantif
  • Konsisten dari waktu kewaktu

Informasi keuangan yang disajikan berbentuk laporan khusus dan dilaporkan rutin secara periodik.

Informasi keuangan tersebut diolah dari seluruh data keuangan baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.

Sub Sistem Informasi Keuangan

Sistem informasi manajemen keuangan terdiri atas beberapa cabang subsistem didalamnya, diantaranya adalah subsistem input keuangan dan subsistem output keuangan

sistem informasi keuangan
Gambar sistem infomrasi manajemen keuangan | property of autobeach.blogspot.co.id

# Subsistem Input Keuangan

Subsistem input keuangan terdiri dari:
  1. Subsistem informasi akuntansi
  2. Subsistem audit internal
  3. Subsistem intelejen

1. Subsistem Informasi Akuntansi

Subsistem informasi akuntansi merupakan salah satu bagian dari sistem informasi manajemen yang bertujuan untuk menyediakan dan menyajikan informasi keuangan berupa data data akuntansi.

Biasanya hal ini dikenal dengan nama sistem informasi akuntansi.

Data akuntansi akan mencatat hal hal yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.

Dimulai dari mencatat seluruh transaksi termasuk menjelaskan transaksi apa, kapan waktu transaksi dilakukan, siapa yang melakukan, berapa nilai transaksi yang dilakukan dan hal lainnya. 

2. Subsistem Audit Internal

Subsistem audit internal bertujuan untuk memeriksa dengan melakukan audit terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Audit pada subsitem audit disini adalah audit internal perusahaan saja.

Dilakukan oleh auditor internal perusahaan. Bukan auditor dari luar perusahaan

Subsistem audit membantu perusahaan dalam mengontrol, mengawasi dan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan.

Audit memungkinkan adanya temuan penyimpangan dan pelanggaran yang mungkin terjadi pada operasional perusahaan, terutama yang berhubungan dengan alur keuangan. 

Audit internal bisa jadi adalah sistem pengendalian internal yang utama bagi perusahaan.

3. Subsistem Intelejen Keuangan

Subsistem intelejen keuangan merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan data dan informasi dari internal ataupun eksternal perusahaan yang bisa berpengaruh pada arus kas perusahaan. 

Sistem ini memberikan opsi alternatif sumber pendanaan sebagai sumber sumber keuangan perusahaan dari luar yang bisa menambah jumlah dana perusahaan.

# Subsistem Output Keuangan

Subsistem output keuangan setidaknya terdiri dari:
  1. Subsistem peramalan keuangan
  2. Subsistem manajemen dana
  3. Subsistem pengendalian keuangan

1. Subsistem Peramalan Keuangan

Subsistem peramalan keuangan akan memprediksi dan memberikan proyeksi terhadap kondisi keuangan dimasa yang akan datang, memberikan gambaran dalam penyusunan perencanaan strategis perusahaan.

Waktu akan terus berputar, perubahan perubahan kondisi internal maupun kondisi eksternal perusahaan niscaya akan terjadi dimasa yang akan datang. Permintaan pasar, hambatan hambatan, kapasitas produksi dan kondisi keuangan perusahaan akan mengalami perubahan dari waktu kewaktu.

Subsistem peramalan keuangan akan membaca hal tersebut dengan menggunakan metode kuantitatif atau metode peramalan non-kuantitatif dalam melakukan peramalan.
  • Metode peramalan kuantitatif melibatkan hubungan antara variabel terikat (kegiatan yang akan diramal) dengan variabel bebas (kegiatan lain). Contoh regresi bivariate, regresi sederhana, regresi multivariate.
  • Metode peramalan non-kuantitatif tidak melibatkan perhitungan dengan angka, namun berdasarkan pada pandangan penaksiran yang subyektif. Seperti metode delphi, teknik consensus panel.

2. Subsistem Manajemen Dana

Subsistem ini berhubungan dengan pengaturan arus kas perusahaan. Subsistem manajemen dana mengatur arus kas perusahaan dalam kondisi yang seimbang positif.

Mengawasi arus kas masuk dan arus kas keluar agar sesuai dengan arus kas yang telah direncanakan sebelumnya.

Sedikit penyimpangan akan membuat arus kas perusahaan tidak lancar dan membuat perencanaan yang telah disusun sebelumnya tidak bisa dieksekusi dengan baik oleh manajemen.

3. Subsistem Pengendalian Keuangan

Subsistem pengendalian keuangan merupakan sistem pengendalian yang mengawasi dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan keuangan yang diambil oleh manajemen perusahaan.

Subsistem pengendalian keuangan menghasilkan informasi yang menunjukkan penggunaan dana perusahaan.

Informasi tersebut bisa dibandingkan anggaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Apakah penggunaan dana tersebut telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam anggaran atau tidak.

Apabila ternyata tidak sesuai dengan yang direncanakan, maka perlu diadakan evaluasi dan caranya.

Fungsi Sistem Informasi Manajemen Keuangan

Sistem informasi manajemen keuangan pada sebuah perusahaan setidaknya mempunyai fungsi seperti:
  • Menyediakan laporan keuangan untuk manajemen
  • Mengawasi dan menyajikan laporan tentang arus kas perusahaan
  • Melakukan perencanaan keuangan perusahaan. Termasuk perencanaan sumber dana, kegiatan operasional dan kegiatan investasi perusahaan
  • Melakukan pemisahan kekayaan antara kekayaan perusahaan dan kekayaan pemilik perusahaan
  • Sebagai bahan evaluasi terhadap semua aktivitas keuangan perusahaan

Melihat pemaparan diatas, bisa disimpulkan sistem informasi manajemen keuangan bertugas untuk:
  1. Mendata dan mengidentifikasi berapa kebutuhan dana perusahaan dimasa yang akan datang
  2. Membantu memberikan informasi mengenai cara mendapatkan dana perusahaan
  3. Mengawasi, mengontrol dan mengendalikan pengunaan dana tersebut.
Dan dalam menjalankan fungsinya, sistem informasi manajemen keuangan harus memperhatikan prinsip yang ada seperti:
  1. Cepat. Standar akuntansi keuangan harus memberikan data yang dibutuhkan secara cepat dan tepat ketika dibutuhkan. Bahkan penerapan sistem informasi keuangan saat ini sudah mulai mengarah kepada laporan sistem manajemen keuangan berbasis web agar informasi bisa diperoleh dengan cepat.
  2. Aman. Informasi yang dihasilkan harus diproses dengan penuh pengawasan dan disimpan sebaik mungkin agar data tidak disalah gunakan.
  3. Hemat. Tidak boleh lebih besar pasak daripada tiang. Biaya dalam menjalankan sistem informasi manajemen keuangan harus tidak lebih besar dari manfaat yang akan diperoleh.

Demikianlah hal hal yang berkaitan dengan sistem informasi manajemen keuangan. Apabila ada kesalahan dan pertanyaan, silahkan tinggalkan komentar dibawah. Terima kasih

Copyright © mnjmn. My Simple Template: Simple Template Design